RUPA-RUPA
6 April 2020

Andrea Dian Minum Obat Chloroquine, Ceritakan Dirinya Merasa Mual, Muntah, dan Cemas

Dirinya akui tak cocok minum obat tersebut
placeholder

Foto: instagram.com/andreadianbimo

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Andrea Dian telah sembuh dari infeksi virus COVID-19. Diketahui, istri Ganindra Bimo tersebut sebelumnya dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Andrea mengisolasi diri, sekaligus membagikan pengalamannya ketika ia dirawat. Dirinya juga mengatakan bahwa ia mengonsumsi obat Chloroquine.

"Setelah melalui 3 minggu perawatan, akhirnya aku DISEMBUHKAN dari COVID-19. Tuhan angkat semua virus ditubuhku, dan 2 hasil test terakhirnya baik! Aku 2x dinyatakan negatif dari covid-19," tulisnya di akun Instagramnya, @andreadianbimo, pada Minggu (5/4/2020).

Baca Juga: Mengenal Favipiravir dan Chloroquine, Obat untuk Virus Corona

Andrea Dian Akui Tak Cocok Minum Chloroquine

Andrea Dian minum obat chloroquine-1.jpg

Foto: instagram.com/andreadianbimo

Saat ia dirawat, Andrea sempat mengonsumsi obat chloroquine. Tetapi, ia mengakui bahwa konsumsi obat tersebut tidak cocok dengan tubuhnya. Andrea menceritakan dirinya mengalami efek samping dari chloroquine.

"Efek samping yang saya dapat cemas, mual, muntah, pusing kayak mau pingsan, jantung berdebar, napas pendek, tangan tremor," tulisnya di Instagram Story.

Usai dilakukan observasi oleh petugas medis, konsumsi obat chloroquine oleh Andrea Dian dihentikan. Ia mengingatkan agar masyarakat tak sembarang minum obatnya, dan melapor ke petugas medis bila merasakan efek samping usai minum obat tersebut.

"Chloroquine adalah salah satu obat untuk penyakit COVID-19 ini. Tapi tolong jangan sekali-kali kalian minum obat ini tanpa anjuran dokter, karena efeknya sangat berbahaya. Tidak semua orang cocok," jelasnya.

Baca Juga: Bisakah Terjadi Infeksi Virus Corona pada Balita? Berikut Penjelasannya

Penggunaan Chloroquine untuk Pasien COVID-19

obat chloroquine-1.jpeg

Foto: medicalexpo.com

Klorokuin dianggap menjadi obat yang bisa mengatasi infeksi COVID-19, hal ini ditulis pada International Journal of Antimicrobial Agents.

Disebutkan, chloroquine/hydroxychloroquine terbukti mampu menghambat replikasi dari beberapa virus corona. Publikasi terbaru mendukung hipotesis bahwa klorokuin dapat meningkatkan klinis hasil dari pasien yang terinfeksi oleh SARS-CoV-2.

"Dalam penelitian in vitro sebelumnya, chloroquine efektif sebagai antivirus terhadap berbagai jenis virus RNA termasuk SARS-CoV-1, virus hepatitis A, virus hepatitis C, virus influenza A dan B, virus flu burung (H5N1), virus dengue, virus Zika dan lainnya," jelas dosen Fakultas Farmasi UNAIR, Mahardian Rahmadi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Apt., melansir situs Universitas Airlangga.

Mahardian juga mengatakan chloroquine diduga memiliki aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator, yang dapat membantu proses pemulihan pada pasien COVID-19.

Tetapi, perlu diingat bahwa penelitian ini dilakukan secara in vitro, yang berarti studi dilakukan bukan pada makhluk hidup seperti manusia atau hewan. Butuh penelitian lebih lanjut lagi untuk menentukan efektivitas chloroquine dalam mengobati COVID-19.

Baca Juga: Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara?

Efek Samping Penggunaan Obat Chloroquine

obat chloroquine-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Drugs.com, efek samping dari hydroxychloroquine termasuk hal-hal berikut ini:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Dering di telinga
  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perubahan suasana hati, gugup atau mudah tersinggung
  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Rambut rontok

Karena itu, obat ini sebaiknya hanya boleh diberikan kepada pasien yang positif virus corona dengan pengawasan ketat dari petugas medis.

"Kedua obat hanya boleh digunakan di rumah sakit, di bawah pengawasan dokter dan profesional kesehatan lainnya. Terlalu berisiko bagi publik untuk menggunakan obat-obatan ini tanpa resep dokter," tutup Mahardian.

Artikel Terkait