BALITA DAN ANAK
29 Juli 2019

Apa Akibat Jika Sering Menegur Anak di Depan Umum?

Menegur anak di depan umum bisa membuat dirinya merasa rendah diri

Sumber: citynews1130.com

Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Apakah Moms merasa terkadang anak bisa menjengkelkan ketika berada di tempat umum? Hal ini pun membuat Moms mau tidak mau menegurnya akibat kesalahan yang dilakukan anak.

Sering kali, sulit bagi orang tua untuk mengetahui cara mengatasi kekecewaan, terutama dalam kasus di mana Moms merasa anak-anak perlu tahu hal yang leih baik.

Namun, penting diingat bahwa meskipun disiplin sangat penting dan diperlukan dalam tahap membesarkan anak, disiplin bukan tentang membalas dendam, menimbulkan rasa bersalah, atau bahkan menghukum anak.

Sebaliknya, mendisiplinkan anak adalah tentang mengoreksi dan membimbingnya menuju perilaku yang lebih tepat.

Mengajarkan kedisiplinan bukan berarti Moms perlu menegur anak atau memarahinya di tempat umum, hal ini bisa menimbulkan dampak yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian anak.

Baca Juga: Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Tanpa Menjadi Ibu Kejam

Dampak Menegur Anak di Depan Umum

menegur anak-1.jpg

Ketika berbicara tentang mempermalukan anak, biasanya yang terbesit adalah hal-hal jelas seperti: memukul atau bentuk hukuman fisik lainnya, teguran publik.

Tetapi, ada bentuk lain yang lebih halus dan membuat anak-anak merasa dipermalukan ketika orang tua berniat mengajarinya kedisiplinan.

"Beberapa hal seperti, ekspresi wajah yang tidak mengenakkan di depan anak, komentar yang membuat anak merasa rendah, bisa membuat anak merasa bersalah, rendah diri, dan merasa ia menjadi sumber masalah," jelas Peggy Drexler, Ph.D., psikolog penelitian, dan Asisten Profesor Psikologi di Weill Medical College, Cornell University, mengutip Psychology Today.

Lebih lanjut, Peggy menjelaskan bahwa teguran yang dilakukan orang tua mungkin sebenarnya terjadi secara pribadi antara orang tua dan anak.

Namun, ketika orang tua mempermalukan anak, merupakan hal yang tidak efektif dan bahkan merusak.

"Itu karena sebagian besar anak-anak tidak dapat membedakan antara tindakan mereka dan diri mereka sendiri, rasa malu saat ia ditegur orang tuanya pada akhirnya membuatnya merasa buruk tentang dirinya sendiri," tambah Peggy.

Jane Cindy Linardi, M. Psi, Psi, CGA, Psikolog RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, juga mengatakan apa dampaknya bila orang utua menegur anaknya di depan umum.

"Anak pasti akan jadi malu karena orang tua kerap menunjukkan kesalahan atau perilaku negatifnya di hadapan orang lain (anggota keluarga lain, atau di depan teman-temannya). Akibatnya, anak bisa menjadi kurang percaya diri, apalagi jika orang-orang yang mendengar teguran tersebut malah mengolok-ngolok anak," jelas Jane.

Baca Juga: Menegur Anak dengan Meninggikan Suara, Bolehkah?

Disiplin Tidak Sama dengan Hukuman

menegur anak-2.jpg

Penting untuk menyadari bahwa disiplin tidak sama dengan hukuman.

Dalam kebanyakan kasus, perilaku buruk oleh balita dan anak-anak bukanlah sesuatu yang menuntut hukuman. Sebaliknya, perlu adanya pemahaman dan diskusi antara orang tua dan anak yang jujur.

Karenanya, jika anak melakukan tindakan yang dirasa tidak menyenangkan, penting untuk mengajari Si Kecil adanya konsekuensi, ketimbang sekadar menegur anak.

"Semua anak, pada satu titik, akan mengungkapkan perasaan atau kebutuhan dengan cara yang tidak dapat diterima secara sosial," terang Peggy.

Baca Juga: Balita Senang Menggambar di Tembok, Jangan Dimarahi!

"Tugas orang tua adalah membantu anak-anak mengembangkan strategi positif untuk mengekspresikan perasaan dan kebutuhan itu, dan mengajari anak tentang konsekuensi," tutupnya.

(AP)

Artikel Terkait