PROGRAM HAMIL
19 November 2019

Apa Benar, Obat Pereda Nyeri Mengganggu Kesuburan?

Tidak hanya pada wanita, obat pereda nyeri juga mengganggu kesuburan pria
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Obat-obatan yang biasa dijual bebas (tanpa perlu resep) mungkin memang efektif menyembuhkan beberapa masalah kesehatan ringan, seperti pusing, nyeri punggung, dan lainnya.

Tidak jarang, orang pun jadi tergantung dengan obat-obatan yang mudah didapatkan ini.

Namun faktanya, konsumsi obat pereda nyeri mengganggu kesuburan. Yuk baca terus untuk mengetahui bagaimana obat pereda nyeri mengganggu kesuburan.

1. Obat Pereda Nyeri VS Kesuburan Wanita

obat pereda nyeri mengganggu kesuburan

Foto: dailyexcelsior.com

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada European League Against Rheumatism Congress 2015 di Roma menemukan adanya hubungan obat pereda nyeri mengganggu kesuburan. Dalam penelitian ini, terdapat 39 wanita usia subur dengan masalah sakit punggung ringan.

Mereka menerima satu dari empat perawatan dengan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs), termasuk diclofenac, etoricoxib, naproxen, dan plasebo.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Hasilnya, “Ovulasi lebih jarang terjadi pada pasien yang mengonsumsi NSAID’s. Bagi mereka yang minum diclofenac, ovulasi berkurang hingga 93%, sedangkan untuk naproxen dan etoricoxib, ovulasi berkurang hingga 75%,” ungkap salah satu tim peneliti, Sami Salman, MD, dari University of Baghdad, seperti dikutip dari webmd.com.

Tidak hanya itu, tingkat progesteron juga mengalami penurunan. Meski demikian, setelah para peserta berhenti mengonsumsi NSAIDs, ovulasi terlihat kembali normal pada siklus selanjutnya.

2. Cara Obat Pereda Nyeri Mengganggu Kesuburan

obat pereda nyeri mengganggu kesuburan

Foto: netdoctor.co.uk

Dikutip dari boldsky.com, ibuprofen dan diphenhydramine juga merupakan beberapa obat pereda nyeri mengganggu kesuburan. Penggunaan obat pereda nyeri mengganggu kesuburan dalam jangka panjang dapat mengacaukan siklus ovulasi dan hormon reproduksi wanita, serta menjadi penyebab utama disfungsi ovulasi.

Bahan aktif dalam jenis obat pereda nyeri mengganggu kesuburan ini memang dapat meredakan sakit ringan, tapi dapat menekan produksi prostaglandin (hormon yang mengatur siklus ovulasi pada wanita).

Baca Juga: Ingin Hamil? Cek Segudang Manfaat Zat Besi untuk Kesuburan Wanita Ini

Obat pereda nyeri mengganggu kesuburan ini juga dapat menyebabkan disfungsi hormon tertentu, jika digabungkan dengan kebiasaan gaya hidup buruk lainnya, seperti merokok dan minuman beralkohol.

3. Obat Pereda Nyeri VS Kesuburan Pria

obat pereda nyeri mengganggu kesuburan

Foto: unitypoint.org

Tidak hanya pada wanita, ditemukan juga bahwa obat pereda nyeri mengganggu kesuburan pria. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen menemukan bahwa setiap hari mengonsumsi 600 mg obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat memengaruhi tingkat testosteron pria.

Rendahnya hormon pria ini dapat menurunkan produksi sperma dan dorongan seks, termasuk berpotensi mengurangi peluang memiliki anak. Sama seperti penelitian pada wanita, saat pria berhenti mengonsumsi obat pereda nyeri mengganggu kesuburan, maka tingkat testosteron akan kembali normal.

Baca Juga: Kesuburan Wanita Usia 30-an Terus Menurun, Apa Risikonya Bila Hamil?

“Perhatian kami adalah kesuburan pria yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama,” ungkap salah satu tim peneliti biomedis, David Møbjerg Kristensen, seperti dikutip dari huffpost.com.

Karena penggunaan obat pereda nyeri mengganggu kesuburan dalam jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan hal lebih serius terkait dengan penurunan testosteron, termasuk hipogonadisme utama yang memengaruhi kesuburan, libido, hingga pengurangan massa otot, depresi dan kelelahan. (GS)

Artikel Terkait