PERNIKAHAN & SEKS
21 Februari 2019

Mom Shaming, Bagaimana Menyikapinya?

Mom shaming bisa memicu depresi lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky

“Kok menyusui gayanya seperti itu sih Moms?”
“Kok habis melahirkan jadi gendutan ya Moms?”
“Ih payudaranya menurun ya Moms?”

Pernahkah Moms mendengar pertanyaan seperti itu? Terdengar sangat menyebalkan ya? Tahukah Moms, pertanyaan seperti itu merupakan salah satu bentuk dari mom shaming lho.

Mom shaming atau bullying yang ditujukan kepada para ibu itu memang sedang marak terjadi. Celaan dan cibiran ditujukan pada ibu-ibu, khususnya ibu baru, tanpa mengerti latar belakang keluarga, budaya, atau finansial yang mereka miliki. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Psikolog Klinis Monica Sulistiawati. Ia menjelaskan bahwa mom shaming adalah suatu kegiatan yang mengkritik perilaku dari Moms lain yang tanpa disadari bisa saja menjatuhkan Moms yang bersangkutan.

Dampak Mom Shaming

michiganmed c mommy shaming@1xFoto: healthblog.uofmhealth.org

Monica menuturkan, dampak yang bisa ditimbulkan dari mom-shaming ini sangat luar biasa. Apalagi untuk Ibu baru yang masih dalam proses belajar, trial error, dan proses penyesuaian. Dia tidak mengetahui sedang melakukan hal yang benar atau salah.

“Ketika ada orang lain yang memperlakukan dia kurang baik atau melakukan mom shaming kepadanya, justru malah dapat memperburuk kondisinya. Mempercepat terjadinya depresi. Depresi bisa kemana-mana. Ke suami, dirinya sendiri, bahkan keluarga,” ujar Monica saat ditemui pada event Mothercare, Selasa (12/2).

Baca Juga: Mengenal Mom Shaming, Ketahui 4 Alasan Mengapa Para Ibu Melakukannya

Agar Tidak Melakukan Mom Shaming

Foto: romper.com

Terkadang, mom shaming tidak diawali dengan niat buruk. Bisa saja justru kita yang melakukan mom shaming kepada sesama Moms tanpa disadari. Nah, agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya kita tidak boleh sok tahu dan mengatakan hal-hal yang tidak baik.

Diam menjadi cara terbaik untuk menghindari kita melakukan mom shaming, Moms. Jika ingin berkomentar, carilah sisi positifnya. Berikan komentar yang menyemangati. Ingatkan juga bahwa dia telah melakukan hal yang benar.

Tips Menghadapi Mom Shaming

shutterstock 143248984Foto: parents.com

Sebagai ibu baru yang menjadi sasaran empuk mom shaming, Moms juga harus mempunyai bekal kuat dalam menghadapi mom shaming. Moms bisa menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas. Moms juga bisa bergaul dengan teman-teman yang bisa memberikan energi positif bukan negatif.

Baca Juga: Jangan Diam Saja, Ini 7 Cara Untuk Mengatasi Mom Shaming

Monica mengingatkan para Moms untuk selalu memfilter ucapan yang mereka dengar. "Ingat, kita yang paling kenal diri kita sendiri. Marah boleh, sedih boleh, tetapi jangan berkepanjangan. Kalau tidak suka dengan komentar dari teman baik kamu, boleh kok jujur kalau kamu nggak suka perkataannya. Tetapi kalau itu bukan orang yang kamu kenal, block saja langsung. Jadi enggak usah merasa enggak enakan padahal melukai diri sendiri,” ujar Monica.

Nah, selain bisa menjadi korban mom shaming, kita juga ternyata bisa secara tidak sadar menjadi pelaku mom shaming lho Moms. Jadi, mulai sekarang kita betul-betul harus memfilter apa yang terucap dari mulut kita ya Moms.

(IRN)

Artikel Terkait