GAYA HIDUP
23 Agustus 2019

Apa IUD Bisa Berpindah Tempat?

Waspadai kram perut berlebihan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

IUD adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling populer saat ini. Selain bisa bertahan selama beberapa tahun, IUD juga bisa langsung dilepas dan Moms bisa langsung merencanakan untuk hamil sesegera mungkin.

Namun IUD juga bisa menimbulkan beberapa masalah, salah satunya adalah “benang yang hilang”. Artinya Moms tak bisa melihat atau merasakan benang yang terhubung dengan IUD.

Biasanya, benang yang tak terasa biasanya hanya tertarik ke dalam dan biasanya bisa ditarik kembali oleh dokter saat pemeriksaan rutin.

Di beberapa kasus, benang IUD akan menghilang karena IUD juga ikut berpindah tempat dari rahim ke organ tubuh lain, ini akan membuat risiko kehamilan semakin besar.

Baca Juga : IUD, Kontrasepsi Aman untuk Wanita Tinggi Resiko Kanker Payudara

Apa Saja Tanda IUD Pindah Tempat?

Apa IUD Bisa Berpindah Tempat 1.jpg

Foto: bedsider.com

Ketika IUD bergeser atau pindah tempat, biasanya Moms akan merasakan beberapa perubahan saat mengecek benang IUD. Yaitu:

  • Benang yang lebih pendek dari biasanya
  • Benang yang tidak sama panjang
  • Benang yang tidak terlihat/teraba

Di beberapa kasus, IUD yang berpindah tempat juga bisa menimbulkan beberapa tanda seperti:

  • Pendarahan hebat
  • Kram perut yang parah
  • Keputihan yang tidak wajar
  • Demam
  • Nyeri saat berhubungan seks

Baca Juga : Jangan Sepelekan Waktu Kedaluarsa Alat KB IUD, Fatal Akibatnya pada Organ Reproduksi

Apa Penyebab IUD Bisa Berpindah Tempat?

Apa IUD Bisa Berpindah Tempat 2.jpg

Foto: momjunction.com

Menurut Caitlin Hoff, Health & Safety Investigator di ConsumerSafety.org mengungkapkan bahwa rahim yang kecil bisa menjadi penyebab IUD berpindah tempat.

Beberapa studi mengenai hal ini masih dilakukan, namun banyak yang meyakini bahwa rahim yang kecil bisa membuat IUD mudah bergeser dan berpindah tempat.

Bagaimana cara kita mengetahui bahwa rahim kita ‘kecil’? Cukup menanyakannya pada dokter kandungan yang memang sudah sering menangani kita, mereka akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui ukuran rahim kita.

Terlepas dari ukuran rahim, ada satu hal yang harus diwaspadai karena bisa menjadi salah satu faktor IUD yang berpindah tempat: seberapa deras menstruasi tiap periodenya.

Karena IUD sering berpindah tempat saat seseorang menstruasi, perempuan yang memiliki siklus deras berisiko lebih tinggi.

Meski IUD bisa menekan angka kehamilan begitu rendah, namun juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik ini begitu berbahaya, karena sel telur tidak menempel di dinding rahim sehingga tidak mendapat nutrisi dan ruang yang cukup untuk berkembang menjadi janin normal.

Biasanya embrio dalam kasus kehamilan ektopik akan menempel di tuba fallopi atau ovarium yang memang tidak dirancang untuk perkembangan janin secara normal.

Kehamilan ini tak akan bertahan lama sehingga biasanya akan mengalami keguguran dan Moms harus menjalani prosedur medis untuk kesembuhan.

(SN/CAR)

Artikel Terkait