KESEHATAN
26 Oktober 2019

Mungkinkah Bayi Bisa Menderita Sirosis Hati?

Apa penyebab dan bagaimana gejalanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sirosis adalah tahap penyakit hati atau liver yang terjadi ketika sel-sel di hati mengalami kerusakan dan jaringan parut terbentuk.

Jaringan parut ini menyebabkan aliran darah tersumbat dan berbagai zat berbahaya menumpuk di dalam tubuh. Pada sirosis, daerah hati yang normal dikelilingi oleh bekas luka yang tidak berfungsi dengan baik.

Kebanyakan orang sering menganggap sirosis sebagai penyakit yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol jangka panjang dan hanya menyerang orang dewasa.

Akan tetapi, faktanya sirosis juga dapat diderita oleh bayi dan anak-anak. Lalu, apa penyebab sirosis hati bayi dan bagaimana gejalanya?

Apa yang Penyebab dari Sirosis Hati Bayi?

Mungkinkah Bayi Bisa Menderita Sirosis Hati 1.jpg

Foto: pediatricanswers.com

Dalam laman Canadian Liver Foundation dikatakan bahwa penyebab sirosis paling umum pada tahun-tahun pertama kehidupan adalah atresia bilier. Sementara penyebab lainnya adalah penyakit metabolik genetik, seperti penyakit Wilson atau hepatitis autoimun.

Atresia bilier adalah penyakit langka yang terjadi pada saluran hati dan empedu bayi. Ketika bayi mengalami atresia bilier, aliran empedu dari hati ke kantong empedu tersumbat.

Ini menyebabkan empedu terperangkap di dalam hati, yang dengan cepat menyebabkan kerusakan dan parut pada sel-sel hati (sirosis) hingga berujung pada gagal hati.

Dalam beberapa kasus, bayi yang dilahirkan tanpa saluran empedu juga berisiko tinggi menderita sirosis hati.

Baca Juga: Sirosis, Penyakit yang Mengganggu Fungsi Hati

Bagaimana Gejala Sirosis pada Bayi?

Mungkinkah Bayi Bisa Menderita Sirosis Hati 2.jpg

Foto: 30seconds.com

Pada pasien bayi dan anak-anak, gejala awal sirosis sering kali berupa kenaikan berat badan yang buruk. Sementara komplikasi sirosis pada bayi sama seperti yang terjadi pada pasien dewasa, termasuk perdarahan gastrointestinal yang disebabkan oleh varian gastroesofageal, asites, dan peritonitis bakteri spontan.

Bayi dengan sirosis juga berisiko mengalami defisiensi nutrisi dan gagal tumbuh. Bahkan malnutrisi dapat memiliki konsekuensi parah bagi pasien sirosis yang masih bayi dan anak-anak, baik sebelum ataupun sesudah menjalani transplantasi hati.

Baca Juga: Ketahui Bahaya Fatty Liver Disease Yang Mengintai Anak Obesitas

Apakah Ada Pengobatan untuk Sirosis Hati Bayi?

Mungkinkah Bayi Bisa Menderita Sirosis Hati 3.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Mengutip situs Children Hospital, dalam kebanyakan kasus, tidak ada cara untuk menyembuhkan sirosis hati bayi. Bayi dengan sirosis biasanya membutuhkan perawatan berkelanjutan seumur hidup.

Tujuan utama perawatan adalah untuk melindungi hati dari jaringan parut yang terbentuk di kemudian hari dan mengatasi kondisi medis yang menyebabkan kerusakan hati.

Baca Juga: Apa itu Fatty Liver? Kenali Gejalanya dan Hindari Penyebabnya

Sementara perawatan spesifik dapat bervariasi, makan sehat dan pemantauan rutin penting untuk setiap bayi dengan sirosis. Selain itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memberikan obat atau suplemen baru kepada bayi dengan sirosis.

Termasuk dalam pemberian vitamin. Pasalnya, hati yang rusak tidak dapat memecah obat secepat hati yang sehat.

Jika bayi mengalami gagal hati dan kanker hati sebagai komplikasi sirosis, maka bayi mungkin disarankan untuk menjalani transplantasi hati.

Sudahkah Moms memeriksa kondisi kesehatan Si Kecil secara rutin?

Artikel Terkait