KESEHATAN
27 September 2019

Apa Penyebab Latah, dan Bisakah Orang Latah Sembuh?

Kondisi latah ternyata sudah terjadi sejak 1880!
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Apakah Moms pernah bertemu dengan orang yang latah ketika ia kaget?

Pada orang yang latah, perasaan sontak kaget ini biasanya membuat seseorang mengucapkan kata-kata, atau melakukan gerakan tubuh mendadak.

Dalam bahasa medis, latah adalah kondisi yang dalam bahasa asing dinamakan "Jumping Frenchmen of Maine".

Sebenarnya, apa yang menyebabkan seseorang latah? Lalu, apakah kondisi latah bisa disembuhkan?

Mengutip KlikDokter, dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa latah termasuk dalam gangguan kejiwaan. Latah di sini adalah kebiasaan mengulangi kata-kata orang lain secara otomatis dan tidak sadar.

Hal ini karena, ketika seseorang sudah terlalu sering mengulangi kata-kata secara tidak sadar, orang latah bisa mengalami kelelahan dan stres berat.

Baca Juga: Cemilan Sehat Untuk Hadapi Stress

Latah Sudah Terjadi Sejak 1880

jumping-frenchmen.jpg

Nyatanya, sindrom latah ini sudah didiagnosis sejak lama, tepatnya pada kisaran tahun 1880.

Melansir MedicalBag, latah pertama kali dijelaskan pada tahun 1880, oleh George Beard, dalam Journal of Nervous and Mental Disease.

Kala itu, ia mengamati sekelompok penebang pohon yang terisolasi dan tinggal di sekitar distrik Danau Moosehead di Maine.

Sekitar 50 dari mereka menampilkan perilaku yang sangat tidak biasa. Gejala-gejala latah ini muncul setelah pubertas, terdiri dari mengayun-ayunkan lengan, melompat, menjerit, mengutuk, dan melempar benda.

"... Orang-orang tidak dapat mencegah diri mereka untuk memulai, menyerang, menjatuhkan, melompat dan mengulangi kata-kata atau suara begitu ada orang lain mengejutkan mereka dengan seruan atau perintah mendadak," tulis George dalam jurnal tersebut.

Baca Juga: Kanker Saraf Neuroblastoma pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Penyebab Latah pada Seseorang

startle-1.jpeg

Banyak gangguan kesehatan yang berhubungan dengan latah, seperti gangguan kecemasan umum, beberapa bentuk Tourette, gangguan tic, epilepsi spesifik, dan lain-lain.

Sayangnya, peneliti belum menemukan penyebab pasti mengapa ada orang yang bisa latah.

Mengutip DoveMed, para ilmuwan penelitian belum menemukan penyebab pasti dari sindrom latah. Ini dipicu oleh rangsangan tiba-tiba yang mungkin dilontarkan dalam bentuk suara, penglihatan, atau sentuhan.

Beberapa peneliti percaya bahwa latah adalah gangguan neuropsikiatri, sementara beberapa peneliti lain menganggap bahwa latah berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan tertentu.

RareDisease.org menulis, bahwa ada juga teori menunjukkan bahwa latah adalah gangguan perilaku yang berkembang karena pengaruh dari budaya.

Baca Juga: 6 Cara Mengajarkan Budaya Ibu dan Ayah yang Berbeda pada Anak

Apakah Latah Bisa Sembuh?

surprised-woman-1.jpg

Melansir DoveMed, hingga saat ini tidak ada penyembuhan atau rejimen pengobatan khusus untuk seseorang dengan sindrom latah.

Namun, tingkat keparahan dan frekuensi latahnya cenderung menjadi lebih ringan dan berkurang seiring bertambahnya usia seseorang.

Namun, jika kondisi latah ini menyebabkan seseorang merasa stres dan tertekan, bisa berkonsultasi dengan psikoterapis dan konseling, untuk diberikan bantuan bagi yang memerlukan.

Berhenti untuk mengejutkan seseorang yang memiliki kondisi latah dapat membantu mengurangi atau mengakhiri sindrom latah itu sendiri.

(AP)

Artikel Terkait