KESEHATAN
3 Oktober 2019

Apa Saja Efek Samping Obat Darah Tinggi? Cari Tahu di Sini

Kenali efek samping yang bahaya ya, Moms!
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Hipertensi alias tekanan darah tinggi bukanlah kondisi yang bisa disepelekan. Pasalnya, tekanan darah tinggi yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Karena itu, Moms mungkin memerlukan obat darah tinggi guna mengendalikan angka tekanan darah. Akan tetapi, banyak orang yang enggan mengonsumsi obat darah tinggi karena khawatir terhadap efek sampingnya.

Nah, sebetulnya obat darah tinggi itu aman atau tidak? Apa saja efek samping obat darah tinggi yang mungkin muncul dan seberapa bahaya?

Daripada menebak-nebak, simak ulasannya di bawah ini ya, Moms.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil

Apakah Semua Obat Darah Tinggi Menimbulkan Efek Samping?

Kata ahli-Konsumsi obat bebas bisa pengaruhi kesuburan (3).jpg

Menurut ikatan dokter spesialis pembuluh darah dari Inggris, Blood Pressure Association, setiap jenis obat tentu memiliki risiko efek samping, termasuk obat darah tinggi.

Namun, bukan berarti setiap orang pasti mengalami efek samping tersebut. Justru kebanyakan orang yang minum obat darah tinggi tidak mengalami masalah atau efek samping apa pun.

Munculnya efek samping juga bukanlah pertanda bahwa obat yang Moms minum tidak bekerja dengan baik.

Selain itu, obat-obatan yang diberikan oleh dokter telah lolos uji klinis sehingga aman dikonsumsi selama Moms mengikuti saran dan aturan pakai yang ditetapkan dokter serta apoteker.

Baca Juga: 3 Jenis Obat Keputihan Berdasarkan Penyebabnya

Efek Samping Obat Darah Tinggi

obat darah tinggi

Efek samping obat darah tinggi yang mungkin muncul berbeda-beda pada setiap orang. Ini tergantung dari jenis obat darah tinggi apa yang dikonsumsi serta kondisi tubuh masing-masing orang.

Yuk, perhatikan dan kenali efek samping obat darah tinggi berdasarkan jenisnya menurut American Health Association dan WebMD di bawah ini!

1. Diuretik

Obat darah tinggi diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan kelebihan sodium (garam) dan air dari pembuluh darah. Beberapa jenis obatnya yaitu chlorthalidone, hydrochlorothiazide, amiloride hydrochloride, dan bumetanide.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Sering buang air kecil
  • Lemas, lesu, dan kram kaki
  • Nyeri kaki yang sangat intens, yang bisa menjadi gejala asam urat (tapi gejala ini sangat jarang terjadi)
  • Masalah ereksi pada pria

2. Penghambat Beta (Beta-Blocker)

Beta-blocker berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah dengan meringankan kerja jantung. Obat darah tinggi ini mencakup acebutolol, bisoprolol, dan carteolol hydrochloride.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Gejala asma seperti sesak napas atau napas berbunyi lirih seperti ngik-ngik (mengi)
  • Tangan dan kaki dingin
  • Depresi
  • Masalah tidur atau insomnia
  • Masalah ereksi pada pria

3. ACE Inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Obat darah tinggi ACE inhibitor yang paling umum adalah enalapril, lisinopril, perindopril, atau ramipril.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh
  • Muncul ruam di kulit
  • Kehilangan kepekaan mengecap makanan dan minuman (jadi terasa hambar)

4. Penghambat Reseptor Angiotensin II

Mirip dengan ACE inhibitor, obat darah tinggi yang satu ini juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah. Contohnya seperti candesartan, irbesartan, losartan, valsartan, dan olmesartan.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Pusing (kepala kliyengan)
  • Membahayakan janin, maka tidak boleh digunakan selama kehamilan

5. Penghambat Saluran Kalsium

Obat ini bekerja dengan mencegah masuknya terlalu banyak kalsium dalam pembuluh darah. Jenis obat ini antara lain amlodipine, felodipine, nifedipine, diltiazem, dan verapamil.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Sembelit
  • Pusing dan sakit kepala
  • Detak jantung berdebar kencang (palpitasi) atau tak beraturan
  • Pergelangan kaki membengkak

6. Penghambat Alfa (Alpha-Blocker)

Antihipertensi ini bekerja dengan mengurangi impuls pada pembuluh darah. Obat darah tinggi penghambat alfa meliputi doxazosin, prazosin hydrochloride, dan terazosin hydrochloride.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Pusing
  • Kliyengan ketika tiba-tiba bangun dari duduk atau tidur
  • Detak jantung berdebar kencang (palpitasi)

7. Central Agonist

Obat ini berfungsi untuk membantu saraf melemaskan pembuluh darah agar lebih lancar. Beberapa obat central agonist yang mungkin diresepkan dokter seperti guanfacine hydrochloride, alpha methyldopa, dan clonidine hydrochloride.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Anemia
  • Sembelit
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Demam
  • Masalah ereksi pada pria

8. Vasodilator

Seperti namanya, obat vasodilator bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah yang sempit. Contoh obat darah tinggi ini yaitu minoxidil dan hydralazine.

Efek samping yang mungkin muncul adalah:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Retensi cairan
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan di area mata

Baca Juga: Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

Peringatan

Jangan berhenti minum obat darah tinggi tanpa anjuran dokter meskipun Moms mengalami efek samping. Efek samping yang muncul mungkin risikonya lebih kecil daripada risiko yang dapat terjadi bila Moms tidak minum obat darah tinggi.

Karena itu, selalu konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengganti atau menghentikan obat darah tinggi.

Beri tahu dokter bila Moms sedang hamil atau menyusui. Beberapa obat darah tinggi dapat membahayakan bayi.

Selalu ikuti saran dokter dan apoteker dengan seksama saat Moms harus minum obat darah tinggi. Bila Moms punya pertanyaan atau keraguan tertentu, sebaiknya langsung tanyakan pada dokter.

(IA/ERN)

Artikel Terkait