2-3 TAHUN
22 Juli 2019

Apa Saja Gejala Intoleransi Gluten pada Balita dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Serupa tapi tidak sama dengan celiac disease dan alergi gandum
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh Dina Vionetta

Agar kondisi kesehatan buah hati tetap terjaga, setiap orang tua sebenarnya harus tahu berbagai gejala intolerasi gluten pada anak dan balita lho, Moms.

Apalagi di Indonesia sendiri kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi.

Baca Juga : Lingkungan Kotor Turunkan Risiko Alergi dan Asma pada Bayi

Apa Itu Intoleransi Gluten?

apa saja gejala intoleransi gluten pada anak 1

Foto : Scarymommy.com

Walau sering dianggap sama, intoleransi gluten itu berbeda dengan celiac disease yang berkaitan dengan reaksi autoimun terhadap gluten lho, Moms. Dalam dunia medis intoleransi gluten dikenal dengan nama non-celiac gluten sensitivity (NCGS).

Pada dasarnya, intoleransi gluten adalah kondisi yang membuat tubuh seseorang bereaksi negatif setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, tapi tidak meningkatkan produksi antibodi seperti pada celiac disease atau menimbulkan peradangan seperti pada kondisi alergi gluten.

Gluten sendiri adalah protein yang terkandung dalam biji gandum seperti oat, barley, maupun gandum hitam.

Namun, belakangan diketahui kalau makanan olahan dan makanan kemasan yang diproduksi secara massal juga mengandung gluten dalam kadar yang cukup tinggi.

Baca Juga : Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

Gejala Intoleransi Gluten pada Anak dan Balita

apa saja gejala intoleransi gluten pada anak 2

Bila Moms tidak bisa segera mengenali gejala intoleransi gluten pada balita, kualitas hidup dan kesehatan anak jadi menurun dan dapat membuat tumbuh kembangnya kurang optimal.

Untuk itu, waspadai gejala intoleransi gluten berikut ya, Moms.

  • Brain fog atau linglung. Gluten mengandung gluteomorphine yang membuat otak meradang dan membuat anak terlihat lelah, selalu seperti bangun tidur, pelupa, dan sulit berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu.
  • Sakit kepala atau migrain. Sekitar 56% anak penderita kondisi intoleransi gluten akan mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi makanan mengandung gluten.
  • Masalah kulit. Ruam dan gatal pada siku, lutut, bokong, dan bagian belakang leher sering dihubungkan dengan intoleransi gluten.
  • Nyeri atau mati rasa pada sendi. Terutama pada area sendi jari tangan, lengan, atau kaki setelah mengonsumsi gluten.
  • Masalah pencernaan, seperti diare, perut kembung, atau sembelit.
  • Masalah gigi dan mulut. Gusi bengkak dan berdarah, sariawan, enamel gigi berubah warna atau rusak.

Yang pasti, gejala intoleransi gluten pada balita hanya muncul setelah konsumsi makanan yang mengandung gluten ya, Moms.

Baca Juga : Waspadai 4 Makanan Pemicu Alergi Pada Balita Ini

Langkah Menangani Gejala Intoleransi Gluten

apa saja gejala intoleransi gluten pada anak 3

Foto : Swiat-rodzicow.pl

Langkah pertama yang harus dilakukan bila Moms melihat gejala intoleransi gluten pada anak atau balita adalah berkonsultasi dengan gastroenterologis atau dokter spesialis penyakit sistem pencernaan.

Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan si kecil tidak menderita celiac disease atau kondisi lain yang memiliki gejala sama dengan intoleransi gluten, seperti cacingan, irritable bowel syndrome (IBS), intoleransi fruktosa atau laktosa, alergi gandum, atau sensitif terhadap MSG atau sorbitol.

Setelah diketahui anak memiliki kondisi intoleransi gluten, jangan langsung begitu saja menghilangkan gluten dari pola makan balita ya, Moms.

Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan ahli gizi untuk mengetahui alternatif pola makan yang baik untuk Si Kecil.

Yang jelas, jangan panik kalau Moms melihat gejala intoleransi gluten pada balita. Dengan diagnosa dini dan pola makan yang sesuai, tumbuh kembang buah hati pasti akan tetap optimal.

Baca Juga : 4 Jenis Alergi yang Bersifat Genetik Pada Bayi

Bagaimana, apakah Moms punya pengalaman sendiri dengan balita yang intoleran terhadap gluten?

(WA)

Sumber : gluten.org

Artikel Terkait