3-12 BULAN
3 September 2019

Apa yang Dimaksud dengan Karies Botol Susu?

Ketahui lebih mendalam tentang kondisi karies botol susu pada gigi anak. Simak penjelasannya di sini, ya!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, hati-hati dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi Si Kecil. Faktanya, tubuh anak masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah dan ditambahkan dia yang belum mampu menjaga kesehatan tubuhnya sendiri sehingga membutuhkan bantuan orang tuanya.

Ada berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu kesehatan mulut dan giginya, salah satunya adalah karies gigi.

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang dapat merusak struktur jaringan keras gigi, yang ditandai dengan gigi berlubang.

Salah satu jenis karies gigi yang sering terjadi pada anak adalah karies botol susu. Bagaimana kondisi ini terjadi dan apa penyebab yang mendasarinya?

Baca Juga: Lakukan 3 Cara Ini untuk Mencegah Kerusakan Gigi Bayi

Dokter gigi yang saat ini praktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, drg. Nydia Hanan, mengungkapkan karies botol susu adalah pola lubang yang ditemukan pada gigi susu.

Kondisi ini terjadi karena seringnya pemberian makan pada anak-anak dengan cairan manis.

Namun, perlu Moms ketahui, hanya karena namanya karies botol susu, kondisi ini tidak dipicu oleh seringnya bayi menyusu ASI.

Kondisi ini kerap dipicu karena kebiasaan menyusu susu formula, lalu tidak dijaga kebersihan mulut dan giginya.

Bagian Gigi yang Sering Terkena Karies Botol Susu

Apa yang Dimaksud dengan Karies Botol Susu-1.jpg

Ada bagian gigi yang sering terkena karies botol susu, yaitu gigi depan di rahang atas, walaupun sebenarnya semua bagian dapat terkena juga.

“Disebut karies botol susu karena karies ini sering muncul pada anak-anak yang tidur dengan cairan yang manis dengan botolnya. Ketika anak berusia 1 tahun, dianjurkan untuk tetap direct breastfeeding atau minum susu dengan menggunakan sendok dengan perlahan,” ucap drg. Nydia, saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, pada Selasa (9/4) lalu.

Sebaiknya hindari penggunaan botol susu karena dapat menyebabkan ketergantungan pada anak yang akhirnya sebabkan karies botol susu.

Baca Juga: Ini Dampak Empeng pada Kesehatan Gigi dan Mulut Bayi yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Kondisi ini biasanya menyerang 4-6 gigi atas anak. Waspada jika karies terjadi pada gigi depan atas karena umumnya juga menyerang gigi belakang bawah juga.

Lebih baik segera konsultasikan kesehatan gigi anak ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

Ingat, Moms, kesehatan gigi susu anak sangat penting untuk pertumbuhan gigi dewasanya ke depannya.

Cegah Karies Botol Susu dengan Sikat Gigi

Apa yang Dimaksud dengan Karies Botol Susu-2.jpeg

Cara mencegah kondisi karies botol susu adalah memastikan kebersihan gigi dan mulut anak terjaga.

Jangan sampai anak tertidur dengan kondisi giginya masih penuh sisa-sisa makanan dan minuman. Upaya untuk menjaga kebersihan gigi anak adalah sikat gigi.

“Ajari anak untuk mau sikat gigi sendiri, namun kalau dia masih tidak mau, Moms bisa menyikatkan gigi anak. Saat anak berusia di bawah 2 tahun dan belum bisa berkumur sendiri, pastikan ukuran pasta gigi sebesar biji beras. Sedangkan untuk anak yang berusia 2 tahun ke atas, sudah bisa diajarkan untuk berkumur, pakai pasta gigi mengandung fluoride sebesar kacang polong,” saran drg. Nydia, yang juga tergabung sebagai anggota IDGAI (Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Sudahkah Moms Mengetahui Tahap Pertumbuhan Gigi Bayi? Simak di Sini!

Apa yang Dimaksud dengan Karies Botol Susu-3.png

Upaya tersebut dapat mencegah kondisi karies gigi pada anak.

Faktanya, kondisi karies gigi harus segera ditangani karena dapat menyebabkan rasa nyeri, kematian saraf gigi, serta infeksi periapikal dan infeksi sistemik yang membahayakan pengidapnya.

Karies botol susu juga dapat Moms cegah dengan selalu menjaga kebersihan botol susu yang dipakai oleh Si Kecil.

Selain itu, lakukan rutin ke dokter gigi untuk mengecek kesehatan gigi dan mulut anak agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait