PERNIKAHAN & SEKS
3 Februari 2016

Apa yang Harus Dilakukan Pasca Perceraian?

Agar tidak terpuruk dalam kesedihan, lakukan ini
Artikel ditulis oleh (ninda)
Disunting oleh (ninda)

Menghadapi akhir sebuah perkawinan merupakan suatu hal yang amat sulit, menurut pengakuan banyak orang. Namun mereka berhasil melakukannya dan bertahan. Tak hanya memengaruhi Anda dan pasangan, perceraian pun akan memengaruhi seluruh hubungan keluarga. Ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk 'melindungi' diri sendiri dari keterpurukan berkepanjangan. Setidaknya, setelah melewati proses perceraian itu Anda sudah dalam keadaan lebih baik untuk move on, berbahagia, dan melihat masa depan dengan penuh harapan.

Kuncinya adalah Komunikasi

Tetap berkomunikasi sebaik-baiknya dengan mantan pasangan Anda, tapi bukan berarti Anda jadi teman baiknya. Gunakan ahli profesional seperti pengacara, konselor, atau mediator dan ikuti saran mereka serta naluri Anda. Mereka akan menasihati Anda berdasarkan pengalaman mereka, tapi Andalah yang paling tahu hubungan Anda dibanding orang lain. Terbuka pada negosiasi dan apabila terjadi argumen dengan mantan suami, coba untuk tidak membuatnya lebih rumit; itu hanya akan memberi tambahan uang dan proses lebih panjang. Intinya, coba berkomunikasi sebaik mungkin untuk menghadapi masalah ini dengan tenang.

Buat Kesejahteraan Anak-Anak Jadi Prioritas Utama

Jika Anda membagi hak asuh anak, tetap prioritaskan kebutuhan anak, sebab mereka membutuhkan lebih banyak perhatian setelah perceraian. Apalagi percereian bukanlah kesalahan mereka atau sesuatu yang mereka inginkan. Jika Anda dalam kondisi di mana anak tidak boleh bertemu mantan pasangan Anda karena tindak kekerasan, Anda bisa mengambil langkah untuk mengikuti konseling profesional bagi anak-anak dan orang dewasa, untuk membicarakan perubahan besar dalam hidup mereka, perasaan, dan bagaimana mengatasi hal ini agar tidak berdampak negatif pada psikologis mereka.

Tetap Dukung Hubungan Anak dan Mantan Suami

Jangan menjauhi anak-anak dari ayahnya, seberapa besar pun kemarahan Anda. Cintai anak-anak Anda, pertahankan perasaan kekeluargaan yang mereka miliki, apapun bentuk keluarga itu sekarang, tentunya dengan rasa keamanan yang terpenting. Dan yang paling berbahaya, jangan pernah membicarakan hal negatif tentang mantan suami di depan anak-anak Anda karena itu hanya akan membuat psikologis mereka tidak stabil, perasaan tidak nyaman, stres, dan berdampak pada masa depannya. Berfokuslah untuk memberikan mereka rasa aman, cinta, serta hidup normal yang baru. Coba untuk bersikap tenang di hadapan anak-anak. Jadilah orang dewasa. Anda boleh meratap, berbicara kasar, atau menangis--hanya saja tidak di depan anak-anak.

Buat Batasan Antara Mantan Suami dan Kehidupan Baru Anda

Buat batasan seberapa banyak privasi yang mau Anda bagi. Selama proses perceraian dan beberapa saat sesudahnya, ada baiknya untuk menciptakan ruang sendiri bagi Anda. Setidaknya sampai Anda yakin salah satu di antara kalian sudah ada yang move on, semua orang sudah bisa menerima, dan Anda nyaman dengan situasi tersebut. Bagi beberapa pasangan yang tingkat kecemburuan dan kerumitannya sedikit, hal ini mungkin dapat terjadi dalam beberapa bulan. Tapi bagi yang lain, bisa terjadi dalam beberapa tahun atau mungkin tidak pernah.

Jangan Paksa Diri Menjalani Hubungan Baru

Jangan memaksa diri menjalin hubungan baru selama perceraian dan setahun sesudahnya. Pada saat sedang patah hati, keberadaan orang baru memang sangat menggoda karena perasaan aman yang Anda dapat. Namun, ada baiknya cari tahu dulu seperti apa diri Anda pasca perceraian. Berikan waktu pada diri sendiri untuk sembuh, berkembang, dan move on sebelum berhubungan lagi dengan orang yang baru. Jika Anda memang sudah benar-benar bisa menerima semuanya dengan baik, barulah Anda boleh membuka hati.

cari dukungan

Cari Dukungan

Cari dukungan dan bersandar pada apapun atau siapapun itu. Mungkin bisa teman baik Anda, keluarga, komunitas, seseorang yang sedang memiliki pengalaman yang sama, atau mungkin aktivitas yang bisa mengurangi stres Anda. Pastikan dukungan ini menyehatkan, bukannya malah membuat Anda jauh lebih terpuruk. Tidak usah malu untuk mencari pertolongan berupa dukungan karena memang semua orang pasti pernah berada di titik rendah.

Manfaatkan Teknologi

Di era teknologi yang maju seperti ini, Anda pasti menggunakan smartphone. Coba cari aplikasi perceraian yang bisa memberikan Anda berbagai dukungan, sumber terpercaya, dan teknik mengurangi stres. Manfaatkan teknologi ini sebaik-baiknya untuk membantu Anda melewati masa-masa kelam ini.

Taklukan Lika-Liku Hidup

Akan ada masanya di mana Anda merasa sangat sedih dan terpuruk, tapi akan ada masanya juga di mana Anda akhirnya bisa membuka lembaran baru dan merasakan kebebasan yang sangat menyenangkan. Perasaan-perasaan itu akan timbul tenggelam selama beberapa saat tapi pada akhirnya Anda pasti bisa melewatinya. Beri waktu agar Anda bisa berdamai dengan diri yang baru dan menjalani hidup bahagia versi Anda. Life is good, you will be too.

Sumber foto: thehautemess

Artikel Terkait