BALITA DAN ANAK
11 Juli 2020

Apakah Aman Balita Makan Daging Kambing?

Lebih baik daging kambing disajikan bukan sebagai hidangan utama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebagai bentuk perayaan Idul Adha, bagi Moms yang merayakan tentu akan lebih banyak mengolah daging kambing menjadi ragam menu yang lezat. Lalu, apakah balita boleh makan daging kambing?

Daging kambing mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh, dan rendah lemak jenuh dan kolesterol dibanding daging ayam dan sapi.

"Daging kambing adalah alternatif daging yang sehat dari daging sapi dan ayam, karena mengandung lebih sedikit kalori, lemak, dan kolesterol," kata ahli diet Anar Allidina, dikutip Global News.

Lebih lanjut, Anar menambahkan, "Daging kambing memiliki lebih banyak zat besi, protein yang sebanding. Daging kambing jelas mengandung nutrisi yang lebih unggul."

Namun, mungkin menjadi sebuah kebingungan tersendiri bagi Moms, apakah balita aman makan daging kambing, atau daging merah lainnya?

Baca Juga: Mitos Atau Fakta, Sering Makan Daging Merah Timbulkan Kanker Payudara?

Apakah Daging Kambing Aman Dikonsumsi Balita?

anak makan daging kambing-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penting diketahui, bahwa anak perlu mendapatkan asupan zat besi yang cukup per harinya. Zat besi adalah nutrisi penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Nutrisi ini membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.

Namun, banyak orang tua menganggap bahwa kandungan zat besi tinggi hanya bisa didapatkan dengan makan daging merah, termasuk daging kambing. Padahal, daging merah mungkin sulit untuk dikonsumsi balita.

"Balita bisa mendapatkan banyak zat besi tanpa mengonsumsi daging merah. Banyak sumber zat besi dari makanan vegetarian, dan daging bisa sulit dikunyah oleh anak-anak," kata Kathleen Zelman, MPH, ahli diet terdaftar dan juru bicara Asosiasi Diet Amerika, mengutip Parents.

Meskipun daging merah mengandung zat besi yang mudah diserap, balita dapat memenuhi kebutuhan zat besinya dengan mengonsumsi sereal dan roti, bayam, kacang-kacangan, telur, ikan jenis tertentu, dan daging unggas gelap.

Baca Juga: Yuk Bikin Sate Daging Sapi yang Cocok Disajikan untuk Keluarga!

Daging Merah Punya Kandungan Rendah Serat

balita makan daging kambing

Foto: Orami Photo Stock

Ask Dr. Sears, sebuah situs yang dikelola oleh para dokter dan ahli kesehatan dari keluarga Sears, mengatakan bahwa masalah lain dari mengonsumsi daging merah adalah kandungan seratnya yang rendah.

"Balita dan anak-anak prasekolah sering memiliki masalah sembelit, sehingga mereka butuh makanan tinggi serat yang tidak ada pada daging merah. Bahkan kualitas protein dalam daging merah kurang dibanding putih telur, ikan, dan produk susu," jelas situs tersebut.

Sedangkan, menurut HealthyChildren.org, anak usia 2 tahun harus makan 28 daging per hari, termasuk daging merah yang sebaiknya rendah atau tanpa lemak, sebagai sumber protein dan vitamin, terutama zat besi, untuk anak.

"Hati-hati terhadap kekurangan zat besi setelah anak-anak mencapai usia 1 tahun. Ini dapat memengaruhi perkembangan fisik, mental, dan perilaku mereka, dan juga dapat menyebabkan anemia," jelas KidsHealth.org.

Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Bayi Boleh Makan Pedas dan Daging?

Cara Menyajikan Daging Kambing untuk Balita

anak makan daging kambing-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada salahnya bila Moms sesekali memberikan anak sedikit daging merah, untuk menambah asupan zat besinya.

Apalagi, dalam jurnal National Library of Medicine, prevalensi anemia pada anak-anak berusia 1,5-3 tahun karena konsumsi daging merah yang rendah juga tinggi.

Namun, coba untuk menyajikan daging merah dalam porsi kecil dan bukan sebagai hidangan utama.

"Pastikan untuk memilih potongan yang paling kecil dan singkirkan semua lemak yang bisa Anda lihat. Pilih potongan daging sapi dengan jumlah total lemak jenuh terendah," jelas Dr. Sears.

Selain itu, saat memasak daging, gunakan metode dibakar ketimbang digoreng untuk menghilangkan lebih banyak lemak.

Pada akhirnya, konsumsi zat besi yang paling sehat untuk anak-anak dan orang dewasa adalah jenis vegetarian yang tinggi sayuran dan makanan laut.

Artikel Terkait