KESEHATAN
23 Maret 2020

Punya Kandungan yang Beda dari Garam Biasa, Apakah Garam Himalaya Lebih Sehat?

Apakah benar-benar memberikan manfaat lebih dari garam dapur biasa?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Komponen garam banyak digunakan untuk menambahkan cita rasa pada masakan. Tentunya, Moms biasa menggunakan garam dapur yang bisa didapatkan dengan mudah di warung, supermarket, atau pasar.

Namun, Moms mungkin pernah mendengar garam Himalaya, yang dianggap memiliki kelebihan lain dibanding dengan garam biasa, karena didapatkan di Himalaya, Pakistan.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan garam Himalaya dengan garam biasa? Cari tahu penjelasan lebih jelasnya berikut ini.

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Ternyata Segini Takaran Garam yang Boleh Dikonsumsi Setiap Harinya

Garam Himalaya Punya Kandungan Mineral Lebih Banyak dari Garam Biasa

garam Himalaya-1.jpg

Foto: cmhairloss.co.uk

Mengutip Medical News Today, garam Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam meja, dengan kandungan hingga 98 persen natrium klorida, dan sisanya terdiri dari mineral seperti potasium, magnesium, dan kalsium.

Mineral ini menjadikan warna garam yang tampak merah muda, dan juga menjelaskan mengapa garam Himalaya rasanya berbeda dari garam meja biasa.

Namun, karena garam Himalaya ditambang dengan tangan dan ditumbuk, tanpa menggunakan instrumen logam untuk mencemari komposisinya, banyak orang berpendapat bahwa garam Himalaya lebih alami daripada garam laut.

"Garam Himalaya memiliki mineral yang lebih banyak daripada garam laut. Garam laut mengandung 72 partikel, sedangkan kandungan mineral pada garam Himalaya merah muda memiliki semua 84 elemen penting yang diperlukan oleh tubuh," jelas Dr. William Li, penulis buku 'Eat To Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself' mengutip Reader's Digest.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Ketombe dengan Garam, Gampang Banget!

Garam Himalaya Tidak Lebih Sehat dari Garam Biasa

garam Himalaya-2

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya, terlepas dari kandungan komposisi mineral yang lebih banyak, penggunaan garam Himalaya juga tidak lebih baik dari garam biasa.

Menurut Cleveland Clinic, dari mana pun asalnya, garam mengandung jumlah natrium klorida yang sama. Natrium klorida merupakan 'pelaku' dari risiko serangan jantung dan stroke.

Dalam Journal of American Heart Association, disebutkan bahwa asupan garam berlebih (natrium klorida) memiliki peran utama terhadap kenaikan tekanan darah.

Baca Juga: Ini 6 Cara Alami Sembuhkan Penyakit Gondok Pada Anak

Penting Mendapatkan Asupan Yodium

garam Himalaya-3.jpg

Foto: verywellhealth.com

Meskipun garam dapur punya tekstur yang lebih halus, tetapi garam jenis ini adalah satu-satunya garam dengan jumlah yodium yang memadai. Yodium adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tiroid.

Dalam jurnal The Lancet: Diabetes & Endocrinology, kekurangan yodium yang parah dapat menyebabkan penyakit gondok dan hipotiroidisme.

Ini karena meskipun ada peningkatan aktivitas tiroid untuk memaksimalkan penyerapan dan daur ulang yodium, konsentrasi yodium masih terlalu rendah untuk memungkinkan terjadinya produksi hormon tiroid.

Karena itu, asupan yodium dengan takaran yang tepat menjadi hal yang penting dalam perawatan kesehatan untuk mencegah dan mengurangi prevalensi gangguan tiroid.

Artikel Terkait