KESEHATAN
22 Juli 2020

Punya Kandungan yang Beda dari Garam Biasa, Apakah Himalayan Salt Lebih Sehat?

Apakah benar-benar memberikan manfaat lebih dari garam dapur biasa?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Komponen garam banyak digunakan untuk menambahkan cita rasa pada masakan. Tentunya, Moms biasa menggunakan garam dapur yang bisa didapatkan dengan mudah di warung, supermarket, atau pasar.

Namun, Moms mungkin pernah mendengar Himalayan salt, yang dianggap memiliki kelebihan lain dibanding dengan garam biasa, karena didapatkan di Himalaya, Pakistan.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan Himalayan salt dengan garam biasa? Cari tahu penjelasan lebih jelasnya berikut ini.

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Ternyata Segini Takaran Garam yang Boleh Dikonsumsi Setiap Harinya

Apa Itu Himalayan Salt?

garam Himalaya-1.jpg

Foto: cmhairloss.co.uk

Himalayan salt merupakan garam berwarna merah muda yang diekstrak dari tambang garam Khewra, berlokasi di Himalaya, dekat Pakistan. Tambang garam ini merupakan salah satu tambang terbesar dan tertua di dunia.

Himalayan salt yang dipanen di tambang ini dipercaya terbentuk jutaan tahun lalu dari penguapan air laut. Garam ini dipanen secara manual dan tidak melewati proses penambahan zat-zat aditif. Sehingga, ia lebih natural daripada garam meja.

Seperti halnya garam meja, Himalayan salt terdiri dari sodium klorida. Namun, Himalayan salt yang merupakan garam tambang ini mengandung mineral dan elemen lain yang tidak ditemukan di garam meja biasa.

Peneliti menghitung terdapat 84 mineral dan zat lain yang tidak ditemukan di garam meja biasa dalam Himalayan salt. Bahkan, mineral tersebutlah yang memberikan warna merah muda di garam tersebut, terutama zat besi.

Baca Juga: Ini 4 Alasan Moms Harus Minum Air Mineral Sebelum Tidur!

Himalayan Salt Punya Kandungan Mineral Lebih Banyak dari Garam Biasa

garam Himalaya-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Medical News Today, garam Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam meja, dengan kandungan hingga 98 persen natrium klorida, dan sisanya terdiri dari mineral seperti potasium, magnesium, dan kalsium.

Mineral ini menjadikan warna garam yang tampak merah muda, dan juga menjelaskan mengapa garam Himalaya rasanya berbeda dari garam meja biasa.

Namun, karena garam Himalaya ditambang dengan tangan dan ditumbuk, tanpa menggunakan instrumen logam untuk mencemari komposisinya, banyak orang berpendapat bahwa garam Himalaya lebih alami daripada garam laut.

"Garam Himalaya memiliki mineral yang lebih banyak daripada garam laut. Garam laut mengandung 72 partikel, sedangkan kandungan mineral pada garam Himalaya merah muda memiliki semua 84 elemen penting yang diperlukan oleh tubuh," jelas Dr. William Li, penulis buku 'Eat To Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself' mengutip Reader's Digest.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Ketombe dengan Garam, Gampang Banget!

Benarkah Himalayan Salt Lebih Sehat?

Punya Kandungan yang Beda dari Garam Biasa, Apakah Garam Himalaya Lebih Sehat 1.jpg

Foto: healthline.com

Sayangnya, terlepas dari kandungan komposisi mineral yang lebih banyak, penggunaan garam Himalaya juga tidak lebih baik dari garam biasa.

Menurut Cleveland Clinic, dari mana pun asalnya, garam mengandung jumlah natrium klorida yang sama. Natrium klorida merupakan 'pelaku' dari risiko serangan jantung dan stroke.

Dalam Journal of American Heart Association, disebutkan bahwa asupan garam berlebih (natrium klorida) memiliki peran utama terhadap kenaikan tekanan darah.

Baca Juga: Ini 6 Cara Alami Sembuhkan Penyakit Gondok Pada Anak

Memang, dilihat dari tabel di atas, garam meja lebih banyak kandungan sodiumnya, tapi Himalayan salt mengandung lebih banyak kalsium, potassium, magnesium, dan zat besi dikutip dari Journal of Sensory Studies.

Namun, jumlah mineral di dalam Himalayan salt tersebut sangat kecil. Saking kecilnya, Anda butuh mengonsumsi 1,7 kilogram Himalayan salt untuk mencukupi asupan harian potassium. Kita tidak mungkin mengonsumsi garam sebanyak itu, bukan?

Sebagaimana potassium, mineral lain di dalam Himalayan salt juga ditemukan dalam jumlah kecil sehingga tidak ada manfaat tertentu yang bisa didapatkan dari mengganti garam meja dengan Himalayan salt.

Himalayan Salt Tidak Lebih Sehat dari Garam Biasa

Himalayan Salt

Foto: Orami Photo Stocks

Walau hasil riset membuktikan bahwa Himalayan salt tidak seberkhasiat itu, banyak orang yang masih percaya bahwa garam ini memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Beberapa klaim kesehatan Himalayan salt yang ramai terdengar biasanya:

  • menyembuhkan penyakit pernapasan
  • menyeimbangkan pH tubuh
  • mengurangi tanda-tanda penuaan
  • meningkatkan kualitas tidur
  • mengatur gula darah
  • meningkatkan libido

Penggunaan terapi penguapan dengan Himalayan salt sebagai alternatif pengobatan untuk berbagai penyakit paru-paru telah dievaluasi dalam beberapa penelitian.

Hasilnya menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa manfaat, tetapi secara keseluruhan, dikutip dari National Library of Medicine, penelitian yang lebih ketat diperlukan untuk menyelidiki efektivitasnya.

Sebagai contoh, para peneliti telah menemukan bahwa diet rendah garam dapat menyebabkan masalah tidur dikutip dari The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism.

Ini menunjukkan bahwa jumlah garam yang cukup mungkin diperlukan untuk kualitas tidur. Namun, penelitian ini tidak meneliti Himalayan salt dan kemungkinan fungsi natrium klorida dalam garam apa pun.

Juga, mineral dalam Himalayan salt tidak hadir dalam jumlah yang cukup besar untuk memiliki efek pada keseimbangan pH tubuh. Paru-paru dan ginjal Anda mengatur pH tubuh Anda dengan ketat tanpa bantuan garam Himalaya merah muda.

Selain itu, kadar gula darah, penuaan dan libido semuanya dikendalikan terutama oleh faktor-faktor selain garam dalam makanan Moms, dan tidak ada studi ilmiah yang menyarankan bahwa makan garam Himalaya merah muda dapat menguntungkan aspek-aspek kesehatan Anda.

Demikian pula, tidak ada penelitian yang membandingkan efek kesehatan dari Himalayan salt dan garam meja biasa. Jika penelitian memang ada, kemungkinan besar tidak ada perbedaan dalam efek kesehatan keduanya.

Baca Juga: 5 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Yodium, Waspada!

Penting Mendapatkan Asupan Yodium

garam Himalaya-3.jpg

Foto: verywellhealth.com

Meskipun garam dapur punya tekstur yang lebih halus, tetapi garam jenis ini adalah satu-satunya garam dengan jumlah yodium yang memadai. Yodium adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tiroid.

Dalam jurnal The Lancet: Diabetes & Endocrinology, kekurangan yodium yang parah dapat menyebabkan penyakit gondok dan hipotiroidisme.

Ini karena meskipun ada peningkatan aktivitas tiroid untuk memaksimalkan penyerapan dan daur ulang yodium, konsentrasi yodium masih terlalu rendah untuk memungkinkan terjadinya produksi hormon tiroid.

Karena itu, asupan yodium dengan takaran yang tepat menjadi hal yang penting dalam perawatan kesehatan untuk mencegah dan mengurangi prevalensi gangguan tiroid.

Hal ini berhubungan dengan Himalayan salt yang ternyata tidak memiliki kandungan yodium yang biasanya ditambahkan ke garam meja.

“Garam laut himalaya tidak memiliki iodin atau zat anti-gumpalan tambahan. Namun, yodium sangat penting untuk diet kita, dan yodium ditambahkan ke garam meja di AS untuk mencegah kekurangan yodium,” ujar ahli gizi terdaftar Kelsey Mangano, PhD, RD, asisten profesor di Universitas Massachusetts Lowell.

Nah, Moms, itulah penjelasan tentang apakah Himalayan salt lebih berkhasiat daripada garam biasa. Jadi, lebih bijaksanalah dalam memilih garam terbaik untuk keluarga, terutama sang buah hati, ya!

Baca Juga: Resep : Chocolate & Salted Caramel Mug Cake

Artikel Terkait