KESEHATAN
9 Agustus 2019

Apakah Hepatitis B Memengaruhi Kesuburan?

Tidak hanya menyerang hati, virus Hepatitis B (HBV) juga dapat memengaruhi sel sperma sehingga mengancam kesuburan pria. Bagaimana bisa?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Hepatitis B menjadi masalah dunia. Penderitanya terutama banyak berada di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Dari lima virus hepatitis (A, B, C, D, dan E), hanya Hepatitis B yang dikaitkan dengan gangguan kesuburan.

Studi menunjukkan bahwa penderita Hepatitis B berpotensi 1,59 kali lebih mungkin mengalami infertilitas dibanding mereka yang tidak terinfeksi.

Dr. Hrishikesh D Pai, Direktur IVF dan Infertilitas, RS Fortis La Femme, Delhi, India sekaligus Sekretaris Jenderal Federasi Kebidanan dan Ginekologi India menjelaskan, bahwa virus hepatitis berdampak dalam pembentukan sel sperma (spermatogenesis) negatif pada pria.

"Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, kadar testoteron, motilitas, serta morfologi yang selanjutnya memengaruhi kesuburan dan kemampuan keseluruhan untuk menghasilkan keturunan," jelasnya.

Jika Dads ada kemungkinan terkena Hepatitis B dan sedang dalam program untuk memiliki anak, segera periksakan agar dapat cepat ditangani, ya. Berikut pengaruh lebih jelasnya ulasan tentang hepatitis B pada kesuburan.

Baca Juga: Penyebab Hepatitis dan Gejala yang Mudah Dikenali, Bagaimana Pengobatannya?

Berkurangnya Kualitas Sperma

Pengaruh Hepatitis B Pada Kesuburan - Berkurangnya Kualitas Sperma.jpg

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab mengapa HBV dapat menyerang kesuburan adalah S Protein yang terdapat di dalam virus tersebut. Protein menyerang membran sel dalam sperma dan secara signifikan merusak fungsi normalnya.

Akibatnya, sudah pasti kualitas sperma pun menurun kualitasnya. HBV diketahui menurunkan motilitas atau gerakan sperma. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya tingkat pembuahan hingga lebih dari 50 persen.

Untuk dapat bergerak menuju sel telur, sperma juga membutuhkan energi. Namun saat HBV masuk ke dalam tubuh, virus tersebut merusak sumber energi yang membuat sperma bergerak dengan cepat.

Tak hanya itu, sperma yang dirancang dapat bertahan lama pun berkurang kemampuannya akibat HBV. Sel sperma tidak dapat bertahan lama yang kemudian mati sebelum bisa mencapai sel telur.

Peneliti berpendapat hal tersebut terjadi karena HBV membawa kandungan radikal bebas sehingga menjadi penyebab matinya sel sperma akibat pertahanan tubuh yang menurun.

Karena itulah peluang sel telur bertemu sperma pun semakin menipis, bahkan tidak dapat terjadi pembuahan.

Penderita hepatitis B harus siap dengan kenyataan bahwa jumlah sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi juga berkurang jumlahnya. Tak hanya itu, bentuk sperma pun dapat terpengaruh oleh HBV.

Rusaknya sel sperma oleh HBV membuat bentuknya tidak lagi normal. Pada umumnya sperma berbentuk memajang dan berekor, maka tidak demikian dengan sperma yang telah terinfeksi HBV.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

Infertilitas pada Perempuan

Pengaruh Hepatitis B Pada kesuburan - Infertilitas Pada Wanita.jpg

Sebagian besar penelitian mengenai hepatitis B berfokus pada efeknya pada kesuburan pria. Namun ada juga bukti yang menghubungkan hepatitis dengan kesuburan perempuan. Pada perempuan, infeksi hepatitis B dikaitkan dengan peningkatan resiko infertilitas tuba dan uterus.

Satu hal yang mengejutkan, infeksi hepatitis B pada perempuan juga dikaitkan dengan peningkatan infertilitas tuba pada pasangan mereka. Efek tersebut diyakini disebabkan oleh virus HBV yang menurunkan sistem kekebalan perempuan.

Baca Juga: Hamil atau Tidak? Cek 5 Tanda Kehamilan Ini

Untuk mencegah terkena Hepatitis B, penting sekali bagi Moms dan Dads untuk menjaga hidup bersih dan sehat. Jika sudah terinfeksi, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan. Dengan penanganan tepat, berbagai risiko bisa diminimalisir.

(DI/ERN)

Artikel Terkait