KESEHATAN
25 Agustus 2020

Apakah Kanker Paru-Paru Non-Perokok Beda dengan Perokok? Ini Penjelasannya!

Kanker paru-paru juga mengancam perokok pasif, tapi jenisnya berbeda dengan perokok aktif
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih banyak orang meninggal setiap tahunnya karena kanker paru-paru daripada kanker lainnya, seperti kanker payudara, prostat dan kolon.

Walaupun merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Dilansir oleh Roswell Park Compulsive Cancer Center, orang yang bukan perokok juga bisa terkena kanker paru-paru sekitar 15 persen.

Pakar Roswell Park, Mary Reid, MSPH, PhD, yang bertanggung jawab untuk memperluas program Perintis Kanker Paru-Paru Roswell Park dan Pamela Hershberger, PhD, telah melakukan penelitian yang fokus pada peningkatan perawatan kanker paru-paru pada non-perokok.

Baca Juga: Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul dan Rahim Kering?

Kanker Paru pada Orang Non-Perokok

Kanker Paru-Paru Non-Perokok Beda Sama Perokok - kanker paru non perokok.jpg

Foto: shutterstock.com

Kanker paru pada orang yang bukan perokok lebih sering terjadi daripada orang yang merokok. Faktanya dilansir oleh verywellhealth.com, kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok dianggap sebagai penyebab keenam kematian kanker paling umum di Amerika Serikat.

Meskipun penelitian membandingkan perokok dan non-perokok ketika membahas kanker paru-paru. Kanker paru-paru pada perokok adalah penyakit yang berbeda jika dibandingkan non-perokok.

Secara keseluruhan, 10 hingga 15 persen kanker paru-paru terjadi pada orang yang tidak merokok. Sekitar dua pertiga orang non-perokok yang menderita kanker paru-paru adalah wanita.

Sedangkan, 20 persen kanker paru-paru pada wanita terjadi pada individu yang tidak pernah merokok. Secara persentase risiko kanker paru-paru ini secara signifikan lebih tinggi pada wanita Asia.

Baca Juga: 6 Negara yang Paling Keras dengan Larangan Merokok

Penyebab Kanker Paru pada Non-Perokok

Kanker Paru-Paru Non-Perokok Beda Sama Perokok - penyebab.jpg

Foto: shutterstock.com

Menurut ahli di Roswell Park lagi, non-perokok yang tinggal atau bekerja dengan perokok memiliki risiko 25 persen lebih tinggi hanya dari menghirup asap rokok orang sekitar. Bahan kimia dalam perokok itulah yang menyebabkan kanker paru-paru. Paparan asap rokok ini mungkin terjadi selama masa kanak-kanak atau masa dewasa.

1. Radon

Gas radioaktif ini terbentuk dari kerusakan alami uranium di tanah dan batuan. Gas radon yang tidak dapat dilihat, dicicipi atau dicium, biasanya ditemukan di tambang dan di ruang bawah tanah yang banjir atau memiliki sedikit ventilasi.

Dalam hal ini, wilayah New York Barat cenderung memiliki tingkat radon yang lebih tinggi daripada daerah lain di negara ini. Tapi, tingkat radon ini sangat bervariasi antara rumah di lingkungan yang sama. Paparan terhadap radon dan asap tembakau dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru

2. Asbes dan Zat Lainnya

Asbes yang terbuat dari serat-serat kecil mudah dihirup, seperti asbes yang digunakan pada banyak industri, termasuk pabrik baja, pembuatan kapal, perbaikan rem, isolasi, pipa ledeng dan konstruksi. Orang yang tidak merokok, tapi bekerja di perusahaan yang sering terpapar asbes, arsenik, kromium, nikel, jelaga, jelaga zat lain yang akan meningkat risiko kanker paru-paru.

3. Polusi Udara

Polusi udara termasuk paparan berulang terhadap asap diesel, kabut asap dan udara berkualitas rendah bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru pada non-perokok.

Baca Juga: 5 Kebutuhan Anak Ini Ternyata Setara dengan Harga Beli Rokok dalam Setahun

4. Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru-paru seperti emfisema, bronkitis kronis, TBC atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru pada non-perokok.

5. Sejarah Keluarga

Jika seseorang memiliki orang tua, saudara kandung atau anak yang menderita kanker paru-paru. Maka orang itu lebih berisiko menderita kanker paru-paru, meskipun tidak merokok. Para peneliti telah menemukan penanda genetik yang berkaitan dengan kanker paru-paru dalam keluarga.

6. Usia

Kebanyakan orang didiagnosis dengan kanker paru-paru berusia 65 tahun ke atas. Namun, kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok, terutama pada wanita dapat terjadi jauh lebih awal dalam kehidupan.

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Ternyata Bau dan Racun Rokok Menempel Pada Bagian Tubuh dan Benda Ini

Perbedaan Perokok dan Non-Perokok

Kanker Paru-Paru Non-Perokok Beda Sama Perokok - perbedaan.jpg

Foto: shutterstock.com

Perbedaan kanker paru-paru pada perokok dan bukan perokok terlihat pada jenis kankernya atau area tertentu dari paru-paru yang paling terkena kanker karsinogen. Dalam hal ini dilansir oleh Clinical Cancer Research, kanker disebabkan oleh asap tembakau, gas radon, bahan kimia di lingkungan kerja atau lainnya.

Perbedaan kanker paru-paru ini juga terkait dengan jenis kerusakan (mutasi DNA) yang disebabkan oleh karsinogen tertentu.

Sejauh ini, kanker paru-paru sel skuamosa non-sel kecil dan kanker paru-paru sel kecil lebih umum terjadi. Kanker paru-paru jenis ini cenderung terjadi pada saluran udara yang lebih besar memasuki paru-paru (bronkus).

Lalu, ada pula adenokarsinoma paru yang jauh lebih umum. Kanker ini cenderung timbul di dekat saluran udara yang lebih kecil di pinggiran paru-paru. Karena, penambahan filter ke rokok menghasilkan partikel yang lebih kecil (karsinogen) yang dihirup dan disimpan lebih dalam pada saluran udara

Sedangkan rokok tanpa filter, partikel yang lebih besar akan terperangkap di saluran udara yang lebih besar.

Perlu diketahui bahwa kanker paru-paru pada non-perokok adalah penyakit yang berbeda. Beberapa perbedaan ini terkait jenis kanker paru-paru.

Contohnya, kanker paru-paru sel kecil, yakni jenis yang jauh lebih umum pada perokok. Namun, ada jenis tumor yang sama di antara perokok dan tidak perokok seperti, adenokarsinoma paru-paru. Perbedaannya akan terlihat pada perilaku kanker antara orang yang merokok dan tidak merokok.

Non-perokok jauh lebih mungkin memiliki mutasi genetik yang dapat diobati, seperti mutasi EGFR, penataan ulang ALK atau penataan ulang ROS1.

Namun, sekitar 10 hingga 15% dari semua kanker paru-paru muncul pada non-perokok, menjadikan kanker paru-paru pada non-perokok menjadi salah satu penyebab utama kematian terkait kanker

Sebaliknya, orang yang merokok dapat merespons obat imunoterapi dengan lebih baik. Obat-obatan imunoterapi yang tersedia untuk mengobati kanker paru-paru bekerja lebih baik ketika ada banyak mutasi pada sel-sel kanker (beban mutasi yang lebih tinggi) dan sel-sel kanker dari orang yang merokok cenderung memiliki lebih banyak mutasi.

Pada intinya, kanker paru-paru setiap orang berbeda tergantung pada dirinya seorang perokok aktif, mantan perokok atau tidak pernah perokok. Lalu, salah satu perbedaan ini terletak pada jenis kanker paru-paru tertentu yang paling umum.

Adenokarsinoma paru-paru adalah jenis kanker paru-paru non-sel kecil lebih sering terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.

Sedangkan orang yang merokok lebih mungkin mengembangkan kanker paru-paru sel kecil atau kanker paru-paru sel skuamosa, jenis kanker paru-paru sel kecil.

Baca Juga: Flek Pada Paru-paru Anak karena Asap Rokok, Kenali Gejalanya

Artikel Terkait