KESEHATAN
10 Juni 2020

Apakah Kista Ovarium Bisa Mempengaruhi Kesuburan? Begini Kata Ahli

Kista ovarium merupakan kondisi medis yang tidak berbahaya tapi beberapa jenis bisa memengaruhi kesuburan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Ovarium adalah bagian dari sistem reproduksi wanita yang terletak di perut bagian bawah di kedua sisi rahim. Umumnya, perempuan memiliki dua ovarium yang menghasilkan telur serta hormon estrogen dan progestron.

Tapi dilansir oleh healthline.com, terkadang kantung berisi cairan yang disebut kista itu akan berkembang di salah satu ovarium.

Kebanyakan perempuan akan mengembangkan setidaknya satu kista selama hidupnya. Dalam kebanyakan kasus, kista tidak menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga: Ini Jenis dan Gejala Kista Ovarium yang Patut Diwaspadai

Gejala Kista Ovarium

kista ovarium - gejala (medicalnewstoday).jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Sebenarnya, kista ovarium seringkali tidak menimbulkan gejala apapun. Tetapi, gejala kista ovarium bisa terasa ketika kista mulai tumbuh. Adapun gejala yang biasa terjadi ketika Moms memiliki kista ovarium.

  1. Perut kembung atau bengkak
  2. Buang air besar menyakitkan
  3. Nyeri panggul sebelum atau selama siklus menstruasi
  4. Hubungan seksual yang menyakitkan
  5. Sakit punggung bagian bawah atau paha
  6. Nyeri payudara
  7. Mual dan muntah

Gejala parah kista ovarium yang membutuhkan perhatian medis segera, termasuk nyeri panggul parah dan tajam, demam, pingsan atau pusing dan pernapasan cepat.

Baca Juga: 8 Mitos Seputar Kista Ovarium yang Perlu Moms Ketahui

Jenis Kista Ovarium yang Memengaruhi Kesuburan

kista ovarium - cara menghadapi (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Beberapa kista ovarium dilansir oleh American College of Obstetricians and Gynecologist, dapat dikaitkan dengan penurunan kesuburan. Namun, kondisi ini tergantung pada jenis kista ovarium penderita.

1. Endometrioma

Endometrioma adalah kista yang disebabkan oleh endometriosis, suatu kondisi di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim. Kista ovarium jenis ini mungkin saja memengaruhi kesuburan.

2. Kista Ovarium Akibat Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah suatu kondisi yang ditandai oleh banyaknya kista kecil pada indung telur, menstruasi yang tidak teratur dan kadar hormon tertentu yang tinggi. PCOS dikaitkan dengan ovulasi tidak teratur yang bisa berkontribusi pada masalah kesuburaan.

Kenapa Beberapa Kista Ovarium Memengaruhi Kesuburan?

kista ovarium - pengaruhi kesuburan (pixabay).jpg

Foto: Pixabay.com

Sebagian besar dilansir oleh huffpost.com, kista ovarium memainkan peran fungsional dalam sistem kesehatan reproduksi dan proses ovulasi. Namun, beberapa jenis kista dapat memengaruhi masalah kesuburan dan bisa menunjukkan kondisi medis yang lebih serius.

Contohnya endometrioma, kista yang memengaruhi jaringan ovarium sehat. Kista ini bisa sangat menyakitkan dan berdampak negatif pada kesuburan.

Kista jenis ini bisa menekan jaringan ovarium jika tumbuh terlalu besar. Jenis kita ini terbentuk selama proses endometriosis, yang mana lapisan jaringan biasanya mengelilingi lapisan rahim.

Menurut Stephanie McClellan, seorang OB-GYN dan kepala petugas medis dari Klinik Tia di New York, kista ini biasanya diisi dengan darah dan jaringan endometrium.

Selain itu, sindrom ovarium polikistik (PCOS), kelainan hormon umum yang menyebabkan tubuh memproduksi banyak kista pada oavrium ini dianggap sebagai penyebab utama infertilitas.

Janet M. Choi , seorang ahli endokrinologi reproduksi bersertifikat dan direktur medis di klinik kesuburan CCRM New York, menjelaskan orang dengan PCOS biasanya tidak berovulasi secara teratur yang akhirnya berdampak pada kesuburan.

Tetapi, penelitian telah menemukan sejumlah pilihan perawatan PCOS dapat meningkatkan peluang penderita hamil.

Sementara itu, kista ovarium yang ukurannya lebih substansial juga berpotensi memicu sejumlah risiko kesehatan. Endometrioma, kista ovarium dermoid, kista paratubal dan cystadenoma adalah beberapa jenis kista ovarium yang bisa tumbuh besar dan menimbulkan masalah kesehatan.

Kista yang lebih besar mungkin lebih rentan untuk bergerak dan memutar pasokan darah. Torsi ovarium dapat menyebabkan rasa sakit ekstrem dan terkadang perlu operasi.

Torsi juga bisa menyebabkan kekurangan aliran darah ke ovarium yang bisa mengambil risiko kehilangan ovarium atau tuba falopi. Kondisi ini bisa menganggu kesuburan seseorang di masa depan.

Baca Juga: Sukses Hamil Setelah Berjuang Melawan PCOS, Fitrop Bagikan Kegembiraan Saat USG

Artikel Terkait