KESEHATAN
9 Juni 2019

Apakah Kualitas Tidur dan Suasana Hati Mempengaruhi Kerja Memori?

Faktor-faktor ini akan mempengaruhi kerja memori seseorang
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Orami

Tahukah Moms jika kerja memori adalah memori jangka pendek yang digunakan seseorang setiap hari saat bekerja, mengalami situasi-situasi, ngobrol, dan membuat keputusan dalam pekerjaannya?

Nah, seiring bertambahnya usia, kekuatan memori kita cenderung menurun. Namun ada juga faktor-faktor lain, seperti suasana hati yang sedang tertekan dan kualitas tidur yang rendah dapat memengaruhinya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehat Sebelum Tidur

Bagaimana Tanggapan Ahli?

kerja memori, pengaruh kualitas tidur

Sebuah tim peneliti yang terdiri dari empat institusi, yaitu University of California (Riverside), University of California (Berkeley), University of Michigan di Ann Arbor, dan National Institute of Neurological Disorders and Stroke di Bethesda, melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi memori kerja.

Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi kerja memori seseorang..

Tim peneliti yang hasil penelitiannya telah muncul di Jurnal International Neuropsychological Society, juga ingin memahami apakah suasana hati, usia, dan kualitas tidur seseorang mempengaruhi memori kerja secara independen atau saling mempengaruhi.

Wei Wei Zhang, ketua penelitiian ini menjelaskan bahwa ketiga faktor tersebut saling terkait. Misalnya, manula lebih cenderung mengalami suasana hati negatif daripada orang yang lebih muda. Waktu tidur yang kurang juga sering dikaitkan dengan suasana hati yang tertekan.

Wah, ternyata jika suasana hati kita sedang buruk, maka waktu tidur kita juga akan terpengaruh lho Moms.

Baca Juga: 4 Makanan Peningkat Memori Otak

Apakah Kualitas Tidur, Suasana Hati, dan Usia Seseorang Mempengaruhi

kerja memori, pengaruh kualitas tidur

Agar mendapatkan hasil yang lebih akurat, para peneliti melakukan 2 penelitian secara terpisah. Pertama penelitian dilakukan terhadap 110 orang mahasiswa. Mereka diminta untuk menceritakan bagaimana kualitas tidur yang mereka dapatkan, saat suasana hatinya sedang tidak baik.

Sedangkan penelitian kedua dilakukan pada orang dari berbagai tingkatan usia, baik muda maupun tua. Mereka merekrut 31 orang dengan rentang usia 21 tahun - 77 tahun. Tujuannya tentu untuk melihat bagaimana pengaruh usia seseorang terhadap memori atau ingatan mereka.

Dari kedua penelitian ini ditemukan bahwa pertama, semakin bertambah usia kita, maka kekuatan kerja memori pun akan semakin tidak akurat.

Selain itu, semakin sedikit kita tidur dan sering mengalami suasana hati yang buruk, maka kerja memori otak kita pun akan semakin menurun.

Kesimpulannya, kualitas tidur, suasana hati, dan usia, berkontribusi terhadap penurunan memori kerja seseorang.

Menurut Wei Wei Zhang, hal ini sekaligus menunjukkan pada kita tentang penyakit demensia pada orang yang lebih tua. Agar ingatkan kita dapat bekerja dengan baik meskipun telah lanjut usia, penting bagi kita untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dan suasana hati yang baik.

(AWD/IRN)

Artikel Terkait