FASHION & BEAUTY
20 Juni 2019

Apakah Paraben Benar-benar Berbahaya?

Ternyata paraben merupakan bahan pengawet pada kosmetik
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah paraben berbahaya? Hal itu masih menjadi pertanyaan sampai sekarang, karena paraben menjadi salah satu kandungan dalam kosmetik yang cukup kontroversial.

Penggunaan paraben dalam kosmetik sendiri menimbulkan pro dan kontra, apakah memang paraben berbahaya atau tidak seburuk yang dikira.

Paraben adalah keluarga bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik. Pengawet ini dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya, sehingga melindungi produk dan konsumen.

Beberapa jenis paraben yang paling umum digunakan dalam kosmetik adalah metilparaben, propilparaben, butilparaben, dan etilparaben.

Penggunaan paraben dalam produk biasanya dikombinasikan dengan jenis pengawet lain untuk melindungi produk dengan lebih baik terhadap beragam mikroorganisme.

Pada Food & Drug Administrations (FDA) sendiri, tidak ada aturan khusus yang hanya berlaku untuk bahan pengawet dalam kosmetik. Hukum yang ada memperlakukan pengawet dalam kosmetik sama seperti bahan kosmetik lainnya.

Di bawah Federal Food, Drug, and Cosmetic Act (FD&C Act), produk dan bahan kosmetik, selain penggunaan zat warna, tidak memerlukan persetujuan FDA sebelum produk tersebut dipasarkan.

Baca Juga: 6 Bahan Skincare yang Ampuh Hilangkan Jerawat

Mengapa Banyak yang Menganggap Paraben Berbahaya?

kandungan paraben pada makeup

Mengutip Elle, Tom Oliver, nutrisionis dan private coach menjelaskan, "Paraben memungkinkan produk bertahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, di lemari kamar mandi. Namun, ketika Anda menggunakan produk-produk ini, mereka juga dapat memasuki tubuh Anda melalui kulit."

Hal ini dimulai dari tahun 2004, sebuah penelitian di Inggris menemukan adanya jejak lima paraben di jaringan payudara, 19 dari 20 wanita yang diteliti.

Tetapi, studi ini tidak membuktikan bahwa paraben dapat menyebabkan kanker, melainkan mengidentifikasi bahwa paraben mampu menembus kulit dan tetap dalam jaringan.

Paraben dipercaya mengganggu fungsi hormon dengan meniru estrogen. Terlalu banyak estrogen dapat memicu peningkatan pembelahan sel payudara dan pertumbuhan tumor, itulah sebabnya penggunaan paraben dikaitkan dengan kanker payudara dan masalah reproduksi.

Baca Juga: 5 Bahan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Haruskah Menghentikan Penggunaan Paraben Pada Kosmetik?

paraben dalam produk kosmetik

Moms tidak perlu panik jika melihat adanya kandungan paraben pada produk kosmetik. Penting dicatat bahwa persentase pengawet paraben dalam formulasi umumnya sangat kecil.

"Sulit untuk mengatakan apakah paraben secara kategoris 'buruk' bagi kita. Tetapi ada banyak pengawet lain yang sekarang tersedia sehingga tidak perlu lagi menggunakannya," jelas Michelle Scott-Lynch, pendiri merek perawatan rambut bebas paraben, Bouclème.

Ia menambahkan, "Pabrik menciptakan pengawet baru dan efektif sepanjang waktu sehingga ada pilihan yang lebih besar saat ini tersedia." Namun, penggunaan paraben dinilai lebih murah sehingga dapat dipakai dalam jumlah lebih besar.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Pada Wajah Jika Tidak Menghapus Makeup Seharian

"Paraben murah untuk pasar massal, tetapi ada begitu banyak produk bebas sintetis di pasaran yang sama efektifnya. Saya tidak melihat perlunya menggunakan bahan-bahan buatan yang dapat menyebabkan iritasi dan stres, terutama untuk jenis kulit sensitif," jelas Tom.

Namun, dengan memilih produk 'bebas paraben' pun juga tidak selalu merupakan jawaban terakhir dan terbaik. Tom memperingatkan bahwa sebagai konsumen, harus tetap skeptis terhadap produk kecantikan yang dipakai.

"Walaupun sepertinya banyak perusahaan kecantikan menanggapi kekhawatiran publik tentang paraben dengan membuat produk 'bebas paraben', ini mungkin hanya sekadar memasarkan produk sebagai pilihan alternatif, padahal bisa saja mengandung bahan-bahan sintetis yang dapat menyebabkan kerusakan atau iritasi kulit," tambah Tom.

Nah Moms, sekarang sudah paham kan tentang paraben? Apakah masih takut menggunakan kosmetik yang mengandung paraben?

Artikel Terkait