KEHAMILAN
7 Agustus 2019

Apakah Penderita Penyakit Lupus Bisa Hamil?

Bagi penderita lupus ternyata kehamilan menjadi salah satu yang dikhawatirkan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Memiliki buah hati merupakan impian dari setiap orang. Akan tetapi, berbeda dengan yang dialami oleh orang dengan penyakit Lupus atau Odapus.

Mereka memiliki kekhawatiran untuk peluang kehamilan lantaran harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu perkembangan janin agar bisa mengontrol penyakitnya.

Dikutip dari Wikipedia, Penyakit lupus yang juga dikenal sebagai SLE (Systematic Lupus Erythematosus) adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imunitas atau kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ tubuh sendiri.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya reaksi peradangan di seluruh tubuh. Lupus ini bisa dialami oleh siapa saja, akan tetapi 90 persen penderitanya adalah wanita di usia produktif yaitu antara 15-44 tahun.

Baca juga : 12 Perlengkapan Ibu Menyusui Saat Traveling Ini Wajib Dibawa

Kemudian, pada odapus dapat terjadi antiphospholipid syndrome (APS) yang berakibat pembekuan atau penggumapalan darah yang bisa terjadi dengan mudah. Penggumpalan darah membawa dampak negatif terlebih terjadi di semua bagian tubuh.

Saat odapus hamil, penggumpalan darah bisa terjadi di plasenta dan pembuluh darah sehingga makanan dari ibu ke anak menjadi terganggu.

Walaupun begitu, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine mengungkapkan bahwa kehamilan pada odapus dalam 20 tahun terakhir telah mengalami kesuksesan serta kemajuan yang begitu pesat.

“Para odapus yang tengah berusaha hamil ternyata sukses melahirkan, dan kebanyakan tenaga rumah sakit pun tidak merekomendasikan untuk menentang kehamilannya,” ucap dokter dari rumah sakit di New York, Bella Mehta.

Hal ini, menurut Bella Mehta, tentunya akan menyemangati para perempuan muda yang menderita penyakit lupus untuk memiliki bayi selagi mereka mampu. Akan tetapi, saat odapus berniat untuk hamil perlu diperhatikan beberapa hal. Apa saja? Yuk kita cari tahu di bawah ini.

Baca Juga : Perlukah Konsumsi Probiotik saat Hamil?

Penyakit Lupus Bisa Terkontrol

Ibu Hamil dan Obat

Calon ibu hamil dengan penyakit lupus harus memastikan penyakitnya sudah terkontrol selama minimal enam bulan sebelum merencanakan kehamilan.

Hal ini harus dilakukan karena kondisi tubuh yang sehat serta penyakit lupus yang terkontrol memiliki peran besar agar tidak terjadi masalah kesehatan yang serius selama hamil.

Baca Juga : Waspada Anemia Saat Hamil, Ini 3 Cara Untuk Mengatasinya

Diskusikan dengan Dokter Tentang Pengobatan

Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter

Menurut Traci C. Johnson, MD, beberapa obat yang dikonsumsi oleh odapus ada yang harus dihentikan dan diganti selama kehamilan.

Bahkan, ada juga yang harus dihentikan beberapa bulan sebelum kehamilan. Sehingga, ada baiknya mendiskusikan rencana kehamilan dengan dokter yang merawat agar dapat mengatur pengobatan

Pilih Dokter Kandungan Khusus

Kenali 4 Macam Jenis USG Kehamilan, Dari Manfaat Hingga Harga!

Dikarenakan penyakit lupus memiliki beberapa resiko termasuk soal kehamilan seperti darah tinggi dan kelahiran prematur, maka odapus akan membutuhkan dokter kandungan yang memiliki pengalaman dengan kehamilan resiko tinggi.

Odapus yang hamil pun perlu mencari rumah sakit yang khusus menangani kelahiran resiko tinggi. Bahkan, jika memungkinan odapus harus bertemu sebelum merencanakan kehamilan.

Jasi, sebenarnya, penderita penyakit lupus pun tetap bisa hamil. Namun, tentu saja harus memperhatikan beberapa hal di atas.

(WAR/ERN)

Artikel Terkait