PERNIKAHAN & SEKS
16 September 2018

Apakah Ukuran Penis Menentukan Kualitas Hubungan Seks?

Tidak perlu membesarkan penis untuk mendapatkan kepuasan seks, mitos atau fakta?
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Para pria dan pasangannya khawatir bahwa ukuran penis mempengaruhi kepuasaan bercinta. Ada sebagian mitos yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa penis yang besar sangat disukai oleh wanita, sehingga kebanyakan pria menginginkan ukuran penis yang besar dan panjang.

Kemampuan memuaskan pasangan saat berhubungan seksual pada akhirnya lebih diutamakan dari pada ukuran penis yang besar ataupun kecil. Namun, apakah benar ukuran penis menentukan kualitas hubungan seks?

Baca juga: Berapa Kali Frekuensi Ideal Hubungan Seksual?

Ukuran Penis Tidak Berpengaruh dengan Kepuasan Seks

Ternyata, banyak wanita justru takut dengan ukuran yang terlalu besar, terutama saat mereka melakukan oral seks. Ukuran normal sekitar 10 hingga 17 cm dan diameter sekitar 5 cm lebih disukai perempuan pada umumnya.

Saat tidak sedang terangsang secara seksual, rata-rata wanita memiliki vagina dengan kedalaman 7-10 cm. Dan ketika mengalami rangsangan seksual, aliran darah akan menyebabkan leher rahim (serviks) dan rahim naik, sehingga saluran vagina mengalami peregangan sampai sekitar 12-17 cm. Oleh karena itu, wanita lebih penis dengan ukuran yang tidak terlalu besar atau panjang.

Saat melakukan penetrasi awal, wanita kerap mengeluh dengan ukuran yang besar. Untuk itu, pria dengan ukuran normal hendaknya meningkatkan kemampuan seksual mereka, karena hal ini lebih disukai wanita.

Baca juga: 5 Tips Berhubungan Seks untuk Pasangan LDR

Ukuran penis yang besar belum tentu bisa membuat pria mencapai G-Spot pasangannya. Malah terkadang penis bisa membuat wanita merasakan sakit apabila menyentuh serviks saat berhubungan intim.

Perlu diketahui, riset membuktikan bahwa wanita tidak begitu sadar dengan ukuran penis pasangannya saat berhubungan intim. Jangan lupakan, banyak wanita yang justru khawatir akan terluka jika menghadapi penis yang terlalu besar.

Bila wanita mentertawakan atau mengejek ukuran penis pasangannya, maka hal tersebut menandakan bahwa hubungan seks tersebut tidak dijalani oleh cinta dan kasih. Sebaiknya hubungan seks dilakukan atas dasar perasaan kepercayaan, dan bukan menghakimi satu sama lain.

Baca juga: 6 Tempat Bercinta yang Lebih 'Hot' Daripada Tempat Tidur, Penasaran?

Tidak Perlu Membesarkan Penis

Melakukan terapi pembesaran penis bukanlah solusi tepat. Untuk mendapatkan kepuasan di ranjang, perluas wawasan serta keterampilan dan kepekaan terhadap hubungan seks.

Hal yang perlu diperhatikan bukan ukurannya, melainkan bagaimana pria dapat menyentuh sensitivitas dan mengeluarkan imajinasi pasangan. Berikan sensasi yang paling menarik dengan berbagai cara lain, bisa dengan rangsangan tangan atau mulut.

Bagi pria dengan penis yang tidak terlalu panjang, maka posisi yang paling tepat untuk mencapai kepuasan yang maksimal adalah dengan posisi yang tetap dekat seperti posisi misionaris. Untuk mendapatkan stimulasi ekstra di klitoris perempuan, kaitkan kedua kaki ke tubuhnya. Jadi, tidak perlu merasa minder karena ukuran penis!

(BILNA)

Artikel Terkait