KESEHATAN
9 Januari 2020

Usus Buntu Bisa Sembuh tanpa Operasi, Benarkah?

Operasi ternyata bukan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan usus buntu!
Artikel ditulis oleh Dita Indrihapsari
Disunting oleh Orami

Waspalah jika merasakan nyeri pada perut bagian kiri bawah! Bisa jadi usus buntu mengintai. Usus buntu terjadi karena adanya penyumbatan hingga menyebabkan infeksi di dalam rongga usus.

Penyumbatan dapat terjadi karena penumpukan lendir, parasit, hingga feses. Ketika kondisi ini terjadi, bakteri berkembang biak dengan cepat. Hal ini bisa membuat usus buntu bengkak, meradang, dan bernanah.

Umumnya pasien dengan radang usus buntu akan melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntunya. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan, ada beberapa kasus usus buntu bisa sembuh tanpa operasi.

Dalam kasus yang tidak rumit, sebagian besar pasien dengan usus buntu bisa sembuh tanpa operasi dan dapat diobati dengan sukses dengan antibiotik.

Baca Juga: Waspadai Radang Usus Buntu! Kenali Penyebab dan Gejalanya

Usus Buntu Bisa Sembuh tanpa Operasi

Usus buntu tanpa operasi - terapi antibiotik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Usus buntu bisa sembuh tanpa operasi dengan intervensi antibiotik. Kasus usus buntu yang tidak rumit biasanya berarti usus buntu memang sudah bengkak tapi belum sampai pecah. Jika tidak diobati, usus buntu yang meradang tentu dapat menjadi kasus yang rumit.

Para peneliti di Turku University Hospital yang berada di Finlandia membagi 530 orang dengan kasus radang usus buntu yang tidak berat ini menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima perawatan antibiotik, sedangkan kelompok lainnya menjalani operasi. Para peneliti mengikuti kedua kelompok tersebut selama satu tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 72 persen pasien yang menerima perawatan antibiotik tidak memerlukan pengangkatan usus buntu mereka.

“Studi ini memberi lebih banyak bukti bahwa terapi penggunaan antibiotik sebagai pengganti operasi mungkin menjadi pilihan bagi beberapa pasien dengan radang usus buntu,” ujar Matthew Kroh, MD, Direktur Bedah Endoskopi di Institut Penyakit dan Bedah Pencernaan Klinik Cleveland, Amerika Serikat.

Mengobati usus buntu dengan antibiotik memang semakin populer di kalangan dokter Eropa. Menariknya, perawatan tersebut ternyata belum terlalu diterima sebagai standar perawatan rutin di Amerika Serikat. Perawatan standar usus buntu di sana masih berupa operasi pengangkatan organ.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, para peneliti Appendicitis Acuta (APPAC) menemukan bahwa enam dari setiap 10 pasien yang awalnya diobati dengan antibiotik untuk radang usus buntu akut tanpa komplikasi tetap bebas penyakit pada lima tahun.

Mereka kembali menyimpulkan bahwa pengobatan antibiotik saja tampaknya layak sebagai alternatif untuk operasi untuk radang usus buntu akut tanpa komplikasi.

Baca Juga: Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

Efektifitas Antibiotik dalam Mengobati Usus Buntu

Usus buntu tanpa operasi - antibiotik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian lainnya dilakukan di Swedia dengan responden 252 pria berusia 15-50 tahun dengan usus buntu ringan hingga sedang. Dari responden tersebut, ada yang diobati dengan antibiotik dan ada yang melakukan pembedahan.

Sebagian besar pasien yang diobati dengan antibiotik sebesar 88 persen sembuh tanpa operasi. Hal ini menunjukkan bahwa antibiotik ternyata cukup efektif untuk mengobati radang usus buntu ringan hingga sedang sehingga pasien usus buntu bisa sembuh tanpa operasi.

Namun antibiotik tidak dapat mengobati secara permanen. Dalam lima tahun berikutnya, hampir seperempat dari pasien yang menggunakan antibiotik saja mengalami kembali radang usus buntu.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

Mengurangi Peradangan Usus Buntu

Usus buntu tanpa operasi - minuman jahe.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika sudah ada tanda-tanda mengalami usus buntu dengan gejala yang menyertainya, ada beberapa cara untuk mengurangi peradangan dan mengatasi rasa nyeri yang dialami. Moms dapat mengkonsumsi jahe dan bawang putih yang merupakan antiinflamasi alami.

Perlu juga untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat agar meminimalisir terjadinya sembelit yang berkontribusi pada radang usus buntu.

Jika usus buntu kembali kambuh setelah Moms menjalani terapi antibiotik dan mengkonsumsi beberapa makanan yang dianjurkan, segera konsultasikan dengan dokter, ya, Moms.

(DI/ERN)

Artikel Terkait