3-12 BULAN
27 November 2020

Ketahui Arti Bintik Merah pada Kulit Bayi, Mulai dari Ringan Hingga Berisiko

Mengenali gejalanya dapat membantu Si Kecil mendapat perawatan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kulit bayi yang masih sensitif menyebabkan beberapa kondisi, salah satunya yaitu bintik merah pada kulit bayi.

Penyebabnya bisa karena kondisi yang tidak berbahaya seperti jerawat atau biang keringat, atau sesuatu yang lebih serius seperti campak hingga meningitis.

Oleh karena itu, Moms dapat mencari tahu dan mengenali kondisi kulit apa yang menjadi penyebab pasti bintik merah pada kulit bayi. Hal ini agar Si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

Penyebab Bintik Merah pada Kulit Bayi

bintik merah pada bayi-1.jpg

Foto: parents.com

Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan timbulnya bintik merah pada kulit bayi.

1. Jerawat Bayi

Jerawat pada bayi umumnya muncul 2-4 minggu setelah kelahiran. Jerawat bisa muncul di pipi, hidung, atau dahi. Hingga saat ini, penyebab jerawat pada bayi belum diketahui.

Jerawat pada bayi umumnya dapat hilang dengan sendirinya setelah bayi berusia tiga hingga empat bulan.

Jangan gunakan produk jerawat untuk kulit dewasa, pada bayi karena kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga penggunaan sembarang produk bisa menyebabkan iritasi.

2. Eksim

Eksim atau eczema bisa menimbulkan bintik merah pada kulit bayi, yang disertai rasa gatal dan nyeri. Kulit bayi juga akan terlihat kering. Eksim umumnya muncul saat bayi berusia enam bulan.

Seringkali, eksim terjadi di pipi atau dahi. Seiring bertambahnya usia, kondisi ini dapat juga meluas hingga lutut, siku, dan area lipatan kulit lainnya.

Baca Juga: Ketahui 3 Penyebab Eksim pada Bayi

3. Biang Keringat

Biang keringat pada bayi bisa terjadi karena keringat tidak bisa keluar dari kulit akibat tersumbatnya pori-porinya. Kondisi ini umumnya muncul di leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan pangkal paha.

Biang keringat muncul saat cuaca sedang panas. Sehingga, untuk mencegahnya, berikan Si Kecil pakaian yang longgar, dan berbahan dingin.

4. Eritema Toksikum

Kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya bintik merah pada kulit bayi adalah eritema toksikum. Meski ada unsur “toksik” pada namanya, bukan berarti kondisi ini toksik atau beracun, dan berbahaya bagi bayi.

Eritema toksikum dapat muncul di semua bagian kulit, kecuali telapak kaki dan telapak tangan. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu.

5. Campak

Jika Si Kecil terinfeksi campak, selain bintik merah, gejala berupa demam, batuk, mata bengkak, dan munculnya bercak putih di mulut, juga dapat menyertai.

Ruam atau bintik merah akan muncul di wajah, kepala dan leher Si Kecil, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menimbulkan rasa gatal.

6. Folikulitis

Folikulitis terjadi saat folikel rambut di bawah kulit terinfeksi. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan bintik atau benjolan merah kecil atau jerawat yang berisi cairan di kulit.

Folikulitis bisa muncul di semua bagian tubuh yang memiliki sel rambut, terutama di kaki, tangan, ketiak, atau bokong. Pada kebanyakan kasus, folikulitis bisa sembuh dengan sendirinya, dalam waktu kurang lebih 10 hari.

7. Meningitis

Meningitis atau radang selaput otak adalah suatu infeksi berbahaya yang dapat berkembang dengan cepat. Salah satu ciri khas yang muncul pada bintik merah pada kulit bayi akibat meningitis adalah jika kulit diberi tekanan, maka bintik merahnya tidak memudar.

Meningitis tidak selalu menimbulkan bintik merah. Jika bintik tersebut sudah mulai muncul, maka infeksi yang dialami sudah cukup parah, dan Moms perlu segera menghubungi dokter.

8. Ruam

Ruam tidak hanya dapat muncul di area genital dan bokong, tapi juga pada bagian wajah, seperti pipi. Bintik merah pada kulit bayi tersebut dapat terasa hangat jika disentuh. Kondisi ini umum terjadi sampai anak berusia satu tahun.

Baca Juga: 4 Kriteria Pelembap untuk Kulit Kering Bayi

9. Roseola

Bintik merah pada kulit bayi juga dapat disebabkan oleh roseola. Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya demam, flu, mata bengkak, dan pembengkakan kelenjar di leher.

Demam yang dialami anak dapat muncul hingga tiga atau empat hari, dan kemudian reda secara tiba-tiba. Saat demam reda, bintik merah pada kulit bayi akan mulai muncul di dada, perut, atau punggung, lalu meluas ke seluruh permukaan tubuh.

10. Rubella

Bintik merah pada kulit bayi di leher dan wajah adalah salah satu gejala awal rubella. Bintik ini juga akan membuat kulit terasa lebih kasar.

Pada rubella, bintik yang muncul akan disertai dengan gejala lain seperti demam, hidung berair, mata merah dan bengkak, serta pembengkakan kelenjar yang bisa dialami Si Kecil.

11. Scabies

Scabies adalah kondisi yang muncul akibat gigitan tungau atau kutu di kulit. Bintik merah pada kulit bayi akibat scabies rasanya sangat gatal, dan muncul di tangan serta kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

12. Demam Scarlet (Scarlatina)

Demam scarlet diawali dengan munculnya gejala seperti sakit tenggorokan, pusing, demam, dan mual serta muntah. Dua hari setelah gejala tersebut muncul, bintik merah akan mulai terlihat di kulit.

Bintik merah pada kulit bayi akibat demam scarlet terlihat seperti ruam akibat terbakar matahari dan terasa kasar. Ruam biasanya dimulai di dada atau perut, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

13. Slapped Cheek Syndrome

Slapped cheek syndrome atau sindrom pipi tertampar adalah suatu infeksi virus yang membuat bercak-bercak merah muncul di kulit bayi, seperti habis ditampar.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah terang di pipi. Tanda tersebut tidak disertai rasa sakit atau nyeri, dan akan muncul pada hari keempat atau ke-14 setelah virus mulai menginfeksi.

14. Cradle Cap

Dermatitis seboroik menyebabkan ruam pada area kulit yang mengandung banyak kelenjar penghasil minyak. Pada bayi, ruam terutama muncul di kulit kepala, dan orang-orang biasanya menyebutnya sebagai cradle cap. Namun, cradle cap juga bisa muncul di pipi, terutama di sekitar mata dan hidung.

Bintik merah cradle cap memiliki karakteristik seperti berikut:

  • kemerahan dan radang
  • penampilan berminyak atau berminyak
  • bercak bersisik atau berkerak putih atau kuning

15. Alergi Makanan

Bintik merah pada kulit bayi bisa menjadi reaksi yang jelas terhadap makanan yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi Moms. Kondisi ini dapat terjadi saat ditransfer ke bayi melalui ASI juga. Jika bayi Moms mengonsumsi makanan tambahan, bahan-bahan formula tertentu juga dapat memicu alergi pada bayi, dan ia mungkin mengalami bintik merah di wajah.

16. Alergi Binatang

Jika Moms memiliki hewan peliharaan di rumah, kehadirannya juga bisa memicu alergi pada bayi Moms. Rambut hewan peliharaan yang biasanya berserakan di sekitar rumah juga dapat memicu reaksi alergi. Jika Moms bermain dengan hewan peliharaan, pastikan tangan dan tubuh kita bersih dari air liur atau bulu hewan peliharaan sebelum menggendong Si Kecil.

Baca Juga: 4 Produk Skincare Bayi untuk Traveling, Jangan sampai Ketinggalan!

Menghilangkan Bintik Merah pada Kulit Bayi

bintik merah pada wajah bayi

Foto: Orami Photo Stock

Cara menghilangkan bintik merah pada kulit bayi tergantung dari penyebab itu sendiri. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Moms gunakan untuk mengatasinya.

1. Gunakan Obat Oles

Moms bisa gunakan obat oles atau salep untuk mengatasi bintik merah kulit bayi di pipi akibat eksim. Saat mencoba menentukan penyebab eksim anak, ada baiknya Moms mencatat gejala dan pemicu potensial. Dengan menghindari pemicu ini, Moms bisa mencegah timbulnya gejala.

Di bawah ini adalah beberapa pemicu umum eksim pada bayi:

  • panas dan berkeringat
  • kulit kering
  • bahan pengiritasi, seperti sabun, deterjen cuci, dan asap rokok
  • alergen, seperti tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan
  • kain tertentu, seperti wol dan nilon

Perawatan untuk eksim yang bisa Moms berikan untuk anak meliputi:

  • pelembab over-the-counter (OTC)
  • krim resep dan salep, seperti krim steroid
  • obat imunosupresan
  • fototerapi

Seorang dokter dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit anak dan merekomendasikan pengobatan. Mereka juga dapat memberi saran tentang pemicu dan cara menghindarinya.

2. Krim Antijamur

Untuk gejala cradle cap yang ringan, obat bebas resep seperti krim antijamur dan sampo medis, dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan. Namun, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan krim ini pada bayi ya Moms.

Jika kulit bersisik Moms juga bisa oleskan minyak mineral atau petroleum jelly ke kulit kepala bayi 1 jam sebelum menggunakan sampo anti-ketombe dapat membantu melonggarkan dan menghilangkan sisik.

Untuk bayi dengan gejala yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan steroid topikal untuk mengurangi peradangan. Temui dokter segera, jika kulit bayi:

  • terasa panas
  • ada cairan mengalir
  • mengeluarkan bau yang tidak sedap

3. Biarkan Menghilang Sendiri

Cara mengatasi bintik merah pada kulit bayi satu ini bisa dilakukan jika anak menderita milia. Kondisi kulit ini cenderung akan membersihkan dirinya sendiri dalam beberapa minggu, setelah pori-pori terbuka.

Baca Juga: 7 Produk di Rumah yang Memicu Ruam Kulit pada Bayi, Tak Diduga

Biasanya tidak diperlukan perawatan. Hindari menggunakan krim dan salep pada kulit bayi, karena ini dapat lebih lanjut menyumbat pori-pori dan menyebabkan lebih banyak milia.

4. Bersihkan Kulit Anak dengan Baik

Umumnya, jerawat pada bayi yang baru lahir tidak begitu mengkhawatirkan. Kondisi ini tidak mungkin menyebabkan jaringan parut dan cenderung sembuh tanpa perawatan setelah beberapa minggu atau bulan.

Namun Moms harus memperhatikan kebersihan kulit bayi. Yang bisa Moms lakukan adalah:

  • cuci kulit bayi dengan lembut menggunakan air hangat
  • menghindari menggosok daerah yang terkena dampak
  • hindari produk perawatan kulit yang berminyak atau berminyak
  • mencari saran dari dokter anak sebelum menggunakan obat jerawat atau produk pembersih

5. Berikan Bayi Acetaminophen Atau Ibuprofen

Gejala-gejala dari sindrom pipi tertampar biasanya ringan, dan infeksi yang mendasarinya biasanya hilang tanpa pengobatan.

Obat bebas resep, seperti acetaminophen dan ibuprofen, dapat membantu meringankan ketidaknyamanan Si Kecil. Namun, bicarakan dengan dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak kecil atau bayi Moms ya.

Jangan pernah memberikan aspirin pada anak, karena dapat meningkatkan risiko kondisi serius yang disebut sindrom Reye.

Tips Merawat Kulit Bayi

bintik merah pada bayi-2

Foto: Orami Photo Stock

Kulit bayi memang lebih sensitif dan rapuh jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Sehingga, untuk menjaga kesehatannya pun diperlukan cara tertentu, seperti berikut ini.

  • Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun yang berbahan lembut selama kurang lebih lima menit. Moms juga bisa menggunakan sabun yang sama untuk membersihkan kulit kepalanya.
  • Setelah selesai mandi, keringkan secara perlahan dan oleskan pelembap di kulit bayi.
  • Moms juga dapat mengoleskan krim khusus di area yang akan ditutupi popok, untuk mencegah munculnya ruam popok pada Si Kecil.

Pilihlah sabun, pelembap, maupun krim untuk bayi yang berbahan ringan dan lembut. Hindari produk yang mengandung parfum, karena dapat mengiritasi kulit bayi.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok Bayi

Sebagian besar kondisi penyebab bintik merah pada kulit bayi tidaklah berbahaya, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, ada beberapa penyebab yang menandakan suatu infeksi atau gangguan kesehatan tertentu.

Sehingga, sebaiknya Moms segera memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter, apabila bintik merah pada kulit bai yang dialaminya disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Demam
  • Nafsu makan hilang
  • Disertai benjolan-benjolan berisi nanah
  • Muncul garis-garis merah yang berkembang dari bercak merah di kulit
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Batuk
  • Lemas
  • Bintik merah tidak terlihat pudar apabila kulit diberi tekanan

Jika Moms merasa khawatir, jangan ragu memeriksakan anak ke dokter meskipun bintik merah pada kulit bayi tidak disertai gejala-gejala di atas. Dokter akan mencari penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi, serta melakukan perawatan yang paling tepat untuk Si Kecil.

Artikel Terkait