KESEHATAN
30 Juli 2020

Arti Perbedaan Warna Darah Menstruasi

Warna darah menstruasi dapat berbeda-beda. Lalu, apakah ada arti di baliknya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Wanita yang masih berada dalam masa subur akan mengalami menstruasi setiap bulannya.

Siklus menstruasi yang teratur menjadi tanda bahwa kesehatan reproduksi Moms juga terjaga.

Namun, ada hal yang dapat luput dari perhatian Moms, yaitu memerhatikan darah menstruasi.

Sewajarnya, darah menstruasi memang berwarna merah. Namun, bagaimana ketika warna darah menstruasi berubah menjadi cokelat, oranye atau bahkan menjadi abu-abu?

Sebenarnya ada penyebab darah menstruasi bisa berbeda. Juga, bisa jadi hal tersebut menjadi tanda dari gangguan kesehatan. Sebaiknya, simak ulasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Hubungan Peningkatan Gumpalan Darah Menstruasi Terhadap Kesuburan

Kenapa Warna Darah Menstruasi Bisa Berbeda?

Arti Perbedaan Warna Darah Menstruasi-1.jpg

Foto: cosmopolitan.com

American Academy of Obstetricians and Gynaecologists mengungkapkan, menstruasi dapat digunakan sebagai tanda kesehatan vital.

Mulai dari siklus, tekstur, dan darah menstruasi dapat mengindikasikan sesuatu yang penting tentang kesehatan Moms. Pertanyaannya, mengapa warna darah menstruasi bisa berbeda-beda pada tiap wanita?

Ternyata, semuanya tergantung pada ketebalan lapisan rahim, karena darah menstruasi terdiri dari darah, sel-sel dari lapisan rahim, serta sekresi serviks dan vagina.

Segala aspek di dalamnya termasuk dengan protein tertentu membuat darah menstruasi bisa berbeda.

“Darah menstruasi dapat berubah tergantung pada berapa lama darah terpapar oksigen. Warna darah yang tampak lebih gelap karena bereaksi dengan oksigen. Sebagian besar kandungan air dalam darah juga akan menguap sehingga memberikan pigmentasi yang lebih pekat,” ungkap Dr. Laurence Orbuch, dokter kandungan dari Amerika Serikat.

Jadi, bila darah menstruasi lebih gelap dari biasanya, jangan langsung panik, ya! Hal tersebut bisa wajar terjadi.

Namun, perhatikan ketika warna darah menstruasi berbeda seperti biasanya, disertai gejala-gejala lainnya. Bisa jadi, hal tersebut menjadi indikasi gangguan kesehatan.

Baca Juga: Apa Penyebab Darah Haid Hitam?

Arti dari Darah Menstruasi

ada penjelasan di balik warna darah menstruasi

Foto: freepik.com

Ada banyak arti dari darah menstruasi yang Moms alami. Dilansir dari Healthline, ini pengertian dari darah menstruasi yang Moms alami, yaitu:

1. Hitam

Darah berwarna hitam dapat muncul di awal atau akhir menstruasi seseorang.

Warna ini biasanya menjadi pertanda darah sudah teroksidasi, pertama berubah menjadi cokelat atau merah tua, yang akhirnya berubah menjadi hitam.

Namun, darah berwarna hitam bisa menjadi tanda penyumbatan di dalam vagina.

Jika disertai gejala lainnya, seperti berbau tidak sedap, demam, kesulitan buang air kecil, dan terasa gatal di sekitar vagina.

2. Cokelat

Darah menstruasi berwarna cokelat dapat muncul di awal atau akhir masa menstruasi.

Darah berwarna cokelat ini juga menjadi tanda awal dari kehamilan.

Bisa juga dikaitkan dengan keguguran, karena beberapa wanita mengalami bercak atau pendarahan berwarna cokelat tua saat keguguran. Untuk lebih tepatnya, sebaiknya Moms segera ke dokter, ya!

Baca Juga: Darah Menstruasi Sedikit, Aman atau Tidak?

3. Merah Muda

Darah menstruasi yang berwarna merah muda saat menstruasi bisa mengindikasikan kadar estrogen yang rendah dalam tubuh.

Estrogen membantu menstabilkan lapisan uterus. Penyebabnya beragam, mulai dari mengonsumsi pil KB hingga memasuki masa perimenopause.

4. Merah Tua

Darah yang berwarna merah gelap biasanya terjadi di periode akhir menstruasi.

Warna gelap ini terjadi karena darah sudah terlalu lama berada di uterus, tapi belum teroksidasi sampai ke warna cokelat.

Darah merah tua ini juga terjadi setelah melahirkan. Warnanya akan merah tua pada 1-3 hari pertama pascamelahirkan, kemudian berubah jadi lebih muda.

Wanita yang melahirkan secara caesar umumnya hanya mengalami perdarahan pada 24 jam usai persalinan.

5. Oranye

Moms, sebaiknya berhati-hati ketika darah menstruasi berwarna oranye. Hal ini bisa dikaitkan dengan keputihan abnormal atau gejala dari infeksi bakteri hingga infeksi menular seksual.

Darah menstruasi berwarna oranye juga bisa disebut bercampur dengan cairan serviks.

Baca Juga: Bahaya Jarang Ganti Pembalut Saat Menstruasi

6. Abu-abu

Waspada ketika darah menstruasi berwarna abu-abu atau putih pudar. Kondisi tersebut bisa dikaitkan dengan penyakit, seperti bakterial vaginosis.

Perhatikan juga gejala lainnya seperti demam, rasa gatal dan sakit pada area vagina, serta berbau tidak sedap.

Bila saat ini Moms sedang hamil, keputihan berwarna abu-abu bisa menjadi tanda keguguran.

Perubahan Warna Darah saat Sedang Mengalami Menstruasi

perubahan warna darah menstruasi wajar bila terjadi

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Moms pernah menyadari terjadi perubahan warna darah di tengah menstruasi yang sedang Moms alami? Misalnya, di hari pertama warnanya merah muda, tapi semakin lama jadi kecokelatan.

Biasanya, hal ini terjadi karena aliran dan berapa lama darah berada di uterus.

Aliran darah mungkin lebih cepat di awal menstruasi, kemudian melambat di hari-hari terakhir.

Moms juga mungkin mengalami darah yang gelap kalau terlalu lama berbaring. Warna merah terang umumnya terjadi saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya.

Perubahan warna seperti itu wajar terjadi kok, Moms. Namun, kalau Moms melihat perubahan warna yang tidak wajar, seperti abu-abu, terutama bila disertai gejala lain, lebih baik langsung konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: Migrain Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

Kapan Harus ke Dokter?

kapan harus ke dokter saat terjadi perubahan warna darah menstruasi?

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin akan mengalami perbedaan tekstur dan warna darah menstruasi, meskipun dalam keadaan sehat.

Bila menstruasi terjadi lebih dari 7 hari atau sangat deras sampai tembus ke pembalut, Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Ini beberapa kondisi lain yang mengharuskan Moms ke dokter:

  • Siklus menstruasi tidak teratur dan berubah secara dramatis
  • Siklus kurang dari 24 hari atau lebih dari 38 hari
  • Tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan atau lebih
  • Merasa sakit yang tak tertahankan saat menstruasi
  • Saat sudah menopause, tapi tiba-tiba menstruasi lagi
  • Mengalami perdarahan saat hamil, terutama yang berwarna keabuan

Baca Juga: Berapa Lama Siklus Menstruasi yang Normal?

Itulah arti dari darah menstruasi yang Moms alami. Sebaiknya, perhatikan setiap gejala yang ada di dalam tubuh, termasuk area vagina, agar segera menemukan penanganan yang tepat, ya!

Artikel Terkait