NEWBORN
5 Agustus 2018

ASI Bukan Sekadar Air Susu, Edukasi dalam Pregnity Smart Sharing untuk Calon Ibu

Support system utama untuk ibu bukan hanya suami dan keluarga, tapi juga komunitas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh ade.ryani
Disunting oleh ade.ryani

Menjadi orang tua adalah fase menakjubkan dalam kehidupan setiap orang. Bagi perempuan, fase ini akan menjadi perubahan yang tak hanya menantang namun juga membawa kebahagiaan. 

Untuk itu, calon ibu maupun ibu baru sebaiknya memiliki support system yang membantu adaptasi perubahan peran ini. Dukungan utama tersebut selain bisa didapat dari suami, orang tua, dan keluarga, namun juga bisa diperoleh dari sahabat dan komunitas.

Manfaatnya bukan hanya menambah lingkup pertemanan baru, tapi yang paling utama adalah berbagi pengalaman maupun ilmu baru seputar dunia parenting.

Terutama jika kita dan suami adalah calon orang tua Si Kecil yang ada dalam kandungan. Nah, tentu hal ini akan sangat bermanfaat, kan, Moms?

Dan dalam momen perayaan Pekan ASI Sedunia, PRENAGEN Lactamom memberi edukasi bagi calon ibu maupun ayah dengan tema seputar menyusui, pada Sabtu, 4 Agustus 2018 di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Wadah komunitas bertajuk Pregnity (PRENAGEN Community) ini tak hanya berlangsung offline namun juga dapat disaksikan di sosial media.

Tujuannya untuk menyediakan informasi akurat seputar persiapan hamil, kehamilan, hingga masa menyusui yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan.

“ASI Bukan Sekedar Air Susu” menjadi topik yang hangat dibicarakan tak hanya sesama Moms tapi juga dalam konsultasi bersama pakar di acara tersebut. Seperti kita tahu bahwa salah satu faktor penting pada masa pemberian ASI adalah keseimbangan nutrisi lengkap yang diperlukan ibu dan buah hati untuk memastikan kualitas ASI.

Selain itu, nurtrisi juga dibutuhkan untuk mendukung kondisi kesehatan ibu saat periode menyusui dan setelahnya.  

“Bicara ASI bukan hanya sekadar kuantitasnya saja, tapi juga manfaatnya bagi bayi terutama perkembangan otaknya. You are what your mother eats. Makanan dan nutrisi yang diperoleh bayi sangat bergantung pada kualitas nutisi dari ibunya,” ujar Sianne Permadi, LOB Head of Pregnancy Nutrition.

Bila asupan nutrisi makro dan mikro ibu tidak mencukupi, maka akan diambil dari yang tersimpan.

Sebagai contoh, jika kalsium yang tersedia untuk buah hati kurang, maka kalsium yang ada di tubuh ibu akan terserap oleh bayi. Kondisi ini menjadikan risiko ibu untuk terkena osteoporosis meningkat di masa mendatang.

“Seribu hari pertama kehidupan adalah momen krusial perkembangan bayi demi masa depannya kelak. Selama masa ini, pemberian nutrisi untuk Si Kecil harus benar-benar diperhatikan, dan ASI adalah pilihan yang terbaik,” kata DR. dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K), spesialis anak konsultasi gastrohepatologi dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita.

“Edukasi ini tak hanya penting bagi ibu menyusui, tapi juga untuk para ayah yang punya peran penting dalam mendukung masa-masa ibu menyusui memberikan ASI,” lanjutnya.

Dalam acara ini tak hanya ada sesi talkshow bersama para ahli tapi juga terdapat senam untuk prenatal maupun postnatal yang bisa dilakukan para ibu. Dan untuk para calon ayah, terdapat pula workshop membuat nursing cover yang dibuat dengan penuh cinta untuk istri mereka.

(ARH)

Artikel Terkait