NEWBORN
10 Oktober 2019

ASI Eksklusif Dapat Cegah Stunting, Benarkah?

Pemberian ASI eksklusif dianggap bisa meminimalkan risiko stunting pada anak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak karena gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Anak-anak mengalami stunting jika tinggi badan mereka dilihat dari usianya berada lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Stunting dapat terjadi dalam kehidupan awal Si Kecil, terutama pada 1000 hari pertama sejak pembuahan sampai usia pertumbuhan dua tahun. Akibat dari stunting akan merugikan dan bisa berdampak bahkan hingga ia dewasa.

Masalah stunting bukan hanya masalah tinggi badan saja, tapi kurangnya nutrisi juga dapat berpengaruh pada kognisi yang buruk, rendahnya produktivitas, dapat disertai kenaikan berat badan yang berlebihan di masa anak-anak, serta peningkatan risiko penyakit kronis yang berhubungan dengan gizi dalam kehidupan orang dewasa.

Baca Juga: Jangan Salah Lagi, Ini Cara Menyimpan ASI yang Benar!

Nah, karena itulah penting sekali memerhatikan kecukupan nutrisi Si Kecil, bahkan saat ia masih di dalam kandungan sekalipun. Ketika hamil, makanlah makanan seimbang dan rutin periksakan diri ke tenaga medis.

Ketika Si Kecil lahir, usahakan juga untuk memberikan ASI eksklusif sampai enam bulan, dilanjutkan hingga usianya dua tahun.

Hubungan ASI Eksklusif dengan Stunting

asi eksklusif cegah stunting - hubungan asi eksklusif dan stunting.jpg

Stunting dan ASI eksklusif ternyata memang dapat saling memengaruhi. Melepas ASI terlalu cepat hingga pemberian MPASI dini dapat berisiko meningkatkan terjadinya stunting pada Si Kecil.

Pada hasil suatu penelitian di Barru, Sulawesi Selatan, hambatan dalam menyusui berkontribusi pada status anak stunting.

Dalam penelitian, stunting dapat terjadi ketika angka menyusui dan menyusui ASI eksklusif yang rendah, kurangnya asupan vitamin A dan zinc.

Dalam penelitian tersebut, angka menyusui eksklusif juga rendah, yaitu 24,9%. Data ini adalah konsekuensi logis dari inisiasi menyusui dini yang gagal.

Risiko stunting ternyata memang dapat meningkat jika bayi menerima MPASI terlalu dini atau melepas ASI eksklusif terlalu dini.

Saat Si Kecil mulai dikenalkan dengan makanan sebelum usia enam bulan, akan membuat frekuensi minum ASI akan terus menurun. Akibatnya, Si Kecil bisa kehilangan nutrisi penting yang terdapat pada ASI.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Elektrik

Stunting Bukan Hanya Faktor ASI Eksklusif

asi eksklusif cegah stunting - bukan hanya faktor asi.jpg

Pakar kesehatan menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan anak sangat penting untuk mencegah stunting. Namun, risiko terjadinya stunting bukan hanya disebabkan oleh faktor ASI eksklusif semata.

Selain ASI, nutrisi lain pun harus terpenuhi. Stimulasi dan aktivitas, air bersih dan sanitasi, serta perawatan tepat waktu jika kondisi bayi sedang sakit, seperti diare juga harus diperhatikan. Tidak hanya keluarga, peran pemerintah juga diperlukan dalam mencegah stunting.

Bagaimana Jika Tidak Bisa Memberikan ASI Eksklusif?

asi eksklusif cegah stunting - formula.jpg

Jika Moms mengalami kesulitan menyusui, Moms dapat memberikan ASI sebisanya dan menambahkan sisanya dengan susu lain untuk memastikan pertumbuhan yang sehat.

"Yang paling penting adalah pertumbuhan bayi, terlepas dari ASI atau susu formula, itulah yang saya pedulikan," ujar dokter anak, Natasha Burgert.

Baca Juga: 5 Mainan Edukatif untuk Perkembangan Bayi di Bawah 1 Tahun

Hanya karena ASI dapat menawarkan antibodi ekstra tidak berarti bayi yang tidak disusui akan sakit karenanya.

Sama seperti banyak hal dalam mengasuh anak, menyusui juga termasuk hal yang pribadi dan bergantung pada individu masing-masing.

"Itu adalah pilihan dan keputusan Anda sendiri tentang berapa lama Anda dapat menyusui. Tidak ada yang tidak boleh menilai Anda untuk jangka waktu yang Anda pilih," kata spesialis laktasi, Betty Greenman, IBLCC.

(DI)

Artikel Terkait