KESEHATAN
27 Maret 2019

Kulit Kapalan? Atasi dengan Batu Apung!

Kapalan biasa terjadi di kaki dan jari tangan
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Rajin melakukan eksfoliasi kulit tak hanya membuatnya jadi tampak cantik berseri, tapi juga sehat.

Eksfoliasi adalah cara mengangkat sel-sel kulit mati yang berada di lapisan terluar dan bisa dilakukan di rumah atau di klinik kecantikan.

Dengan berbagai cara yang sederhana yang bisa dilakukan di rumah, penting untuk sebelumnya memahami jenis kulit yang kita miliki.

Alih-alih asal melakukan eksfoliasi justru membahayakan kulit dan menimbulkan iritasi.

Salah satu alat bantu untuk melakukan eksfoliasi adalah batu apung. Tidak hanya untuk membuat kulit halus, batu apung juga bisa menangani kapalan. Mari simak ulasannya!

Penyebab Kapalan

batu apung (2)

Kapalan merupakan penebalan dan pengerasan kulit karena tekanan dan gesekan yang berlebihan, ini merupakan reaksi tubuh untuk melindungi bagian kulit yang sensitif.

Menurut American Academy of Dermatology, kapalan bisa terjadi di beberapa bagian kulit, tapi paling sering dialami di kaki, tumit, dan jari.

Kapalan yang terjadi pada tangan biasanya terjadi karena terlampau sering main alat musik atau menulis. Sedangkan pada kaki bisa terjadi karena kurang nyamannya sepatu yang dipakai.

Entah sempit atau berhak tinggi, sedangkan sepatu yang kebesaran akan mengakibatkan kaki kita terlalu sering bergesekan dengan ruang di dalam sepatu.

Tidak memakai kaus kaki, gesekan terjadi secara langsung antara kulit dengan sepatu dan ini bisa memunculkan kapalan.

Baca Juga: Apa Kriteria Sepatu yang Aman dan Nyaman untuk Ibu Hamil?

Batu Apung untuk Mengatasi Kapalan

batu apung (1)

Salah satu metode eksfoliasi untuk kulit kapalan adalah menggosoknya dengan batu apung.

Permukaannya yang kasar akan melepaskan sel-sel kulit mati dan daki yang menumpuk di permukaan kulit.

Namun, karena permukaan batu apung yang keras dan kasar itulah, ada beberapa poin penting yang perlu dipahami:

1. Jangan Terlalu Sering

Proses eksfoliasi bisa berubah membahayakan jika kita tidak memperhatikan frekuensi menggosoknya. Sebaiknya tidak terlalu kuat dan tidak terlalu sering demi menjaga kesehatan kulit.

2. Basahkan Kulit

Dianjurkan untuk menggosok kulit dalam kondisi basah supaya sel kulit mati lepas dengan mudah.

Lebih baik lagi kalau Moms merendam bagian yang kapalan di air hangat sebelum menggosoknya dengan batu apung.

Menggosok kulit dalam keadaan kering bisa menimbulkan luka atau iritasi.

Baca Juga: 5 Masalah Kaki yang Sering Dialami Anak

3. Pahami Jenis Kulit

Hal yang paling penting untuk dipahami adalah jenis kulit kita. Misalnya kulit yang sensitif dan kering harus dilakukan lebih halus dan perlahan.

Perlu diingat juga bahwa batu apung hanya satu dari sekian banyak metode eksfoliasi yang bisa dilakukan.

Jika Moms dan Dads ingin penanganan yang lebih terjamin dan lebih hati-hati, konsultasikan pada ahli kesehatan.

Bila sudah terjadi iritasi atau luka pada kulit, segera tangani dengan cara yang lebih tepat dan lanjutkan eksfoliasi dengan cara yang lebih aman.

(MDA)

Artikel Terkait