2-3 TAHUN
21 Agustus 2019

Si Kecil Kelebihan Berat Badan? Ini 6 Aturan Diet untuk Anak Obesitas

Jangan sembarang diet, ada aturan yang harus diterapkan pada diet anak obesitas
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Di beberapa negara maju, jumlah anak obesitas terus meningkat selama dua dekade terakhir. Tak hanya mengancam kesehatan masa depan mereka, tapi juga mengkhawatirkan orang tua dengan kondisi yang ada saat ini.

Anak obesitas sangan rentan mengalami intimidasi dari teman-teman sebaya. Mereka juga cenderung mengalami isolasi sosial, depresi, dan tak percaya diri. Dan parahnya, efek ini bisa bertahan hingga dewasa.

Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit kronis lainnya, seperti asma, sleep apnea, masalah tulang dan persendian, dan diabetes tipe 2.

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak Dengan 6 Cara Ini

Anak obesitas juga memiliki lebih banyak faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi daripada teman-teman mereka yang berat badannya normal.

Dan yang mengkhawatirkan, obesitas ini cenderung bertahan hingga dewasa, dan menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental seumur hidup.

Nah, sebelum efeknya terus bergulir bak bola salju, banyak orang tua buru-buru mengatasi masalah obesitas pada anak sejak dini.

Salah satu caranya dengan diet. Tapi, jangan sembarang diet, ya, Moms. Ini panduan diet anak obesitas yang tepat:

1. Temukan Berat Badan Ideal yang Akan Dituju

anak obesitas timbangan

Anak-anak seharusnya tidak perlu mengurangi berat badan karena mereka masih dalam masa pertumbuhan.

"Karena mereka masih tumbuh, mereka mungkin perlu mempertahankan berat badan atau kenaikan pada tingkat yang lebih lambat," ujar Tamara Melton, ahli diet dan instruktur di Universitas Negeri Georgia.

Pada remaja, penurunan berat badan yang wajar adalah 0,5-1 kg seminggu. Tapi untuk mendapat angka yang pasti, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi.

2. Mulai dengan Satu atau Dua Kebiasaan Baik Setiap Minggu

anak obesitas

Alih-alih langsung beralih ke makanan rendah lemak dan kalori, jauh lebih baik Moms memulai satu atau dua pembiasaan baik pada pola makan anak obesitas, misal mengganti minuman manis dengan air putih.

Kemudian pastikan Si Kecil mendapat sarapan sehat setiap pagi dengan protein yang cukup, misalnya sepotong roti gandum dengan selai kacang, yang akan membantunya merasa kenyang sehingga ia tidak akan makan berlebihan di siang hari.

Baca Juga: Mencegah Obesitas pada Balita yang Doyan Makan

3. Stop Makan di Restoran Cepat Saji

Begini Cara Pemberian Fast Food yang Tepat untuk Anak-2.jpg

Ketika jalan-jalan ke mal, hindari makan di restoran cepat saji. Pilihlah restoran yang menyediakan aneka buah, sayuran, dan makanan sehat lainnya.

4. Gunakan Piring Kecil

Bayi Makan Pasta, Perhatikan XX Hal Penting Ini 5.jpg

Ajari anak obesitas untuk mengambil makanan secukupnya. Moms bisa membantu mengawasinya dengan memberinya piring dan gelas dengan ukuran lebih kecil daripada biasanya.

Hal ini akan mendorong anak makan lebih sedikit, menyesuaikan dengan ukuran peralatan makannya.

Baca Juga: 7 Fakta Obesitas Pada Anak yang Harus Moms Ketahui

5. Makan Bersama

anak obesitas

Ketika Moms dan selruh anggota keluarga duduk bersama di meja makan sebagai keluarga, Moms secara tidak langsung mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat pada anak-anak.

Satu studi menunjukkan bahwa anak-anak yang makan bersama tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan 20% lebih rendah untuk makan makanan yang tidak sehat dan 12% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kelebihan berat badan.

6. Isi Kulkas dengan Buah-buahan

anak obesitas

Stop mengisi kulkas dengan aneka keripik, cokelat, biskuit, dan minuman manis. Kini, yang boleh ada di dalam kulkas hanyalah aneka buah yang siap dipotong atau dibuat jus. Dengan begitu, anak akan secara langsung mengurangi asupan kalorinya.

Baca Juga: Minum Susu dari Botol Sebabkan Bayi Obesitas?

Nah, selain melakukan trik diet di atas, Moms juga jangan lupa mengajak anak obesitas untuk berolahraga ya, setidaknya 60 menit setiap hari.

Bantu buah hati menemukan kegiatan yang disukainya, baik itu sepak bola, berenang, menari, atau sekadar berlarian di taman bermain.

(VAN)

Artikel Terkait