PARENTING ISLAMI
24 Juli 2020

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan!

Sebagai orang tua Muslim, Moms dan Dads perlu tahu aturan ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kelahiran bayi ke dunia menjadi sebuah momen yang patut orang tua syukuri. Contoh bentuk syukur yang bisa dilakukan yaitu merawat bayi dengan penuh cinta. Lalu, bagi Moms dan Dads yang beragama Islam, jangan abaikan juga aturan Islam tentang bayi baru lahir.

Islam memang memiliki kebiasaan sendiri dalam menyambut bayi baru lahir, meski tidak ada ketentuan pasti tentang bagaimana orang tua harus menyambut bayi mereka. Namun, ada sejumlah hak bayi baru lahir dalam Islam yang harus orang tua penuhi.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi SAW, yakni:

Ketika ada manusia yang lahir, setan mencubit tubuh dengan dua jarinya, kecuali Isa, putra Maryam, yang setan coba cubit tapi gagal, karena ia malah menyentuh plasenta,” Hadits Bukhari.

Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir

Dengan melakukan seluruh hak dan sunnah bayi yang baru lahir, ini dipercaya untuk melindungi bayi dari niat jahat setan, seperti yang dijelaskan di hadits. Moms, berikut ini aturan Islam tentang bayi baru lahir yang harus dipenuhi seperti dikutip dari A-Z Islam.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Yuk Lakukan!

1. Dikumandangkan Azan dari Orang tuanya

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Begitu bayi itu lahir, orang tua atau biasanya Dads disunnahkan untuk mengumandangkan azan ke telinga kanan dan ikamah di telinga kiri. Ini memiliki arti untuk mengenalkan bayi kepada Allah SWT dan tugasnya di dunia. Tradisi ini telah dimulai sejak zaman Nabi.

Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengadzani bayi hukumnya sunnah. Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan adzan untuk selain (tujuan) shalat, maka disunnahkan mengadzani telinga bayi” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).

Imam Nawawi, sebagai salah satu icon ulama mazhab Syafi’i, menuliskan masalah ini di dalam kitab fikihnya yang fenomenal, Al-Majmu’: “Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata: Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 8, h. 442).

Syekh Mansur Al-Bahuti dari mazhab Hanbali juga menuliskan: “Dan disunnahkan dikumandangkan adzan pada telinga bayi sebelah kanan, baik laki-laki atau perempuan, ketika dilahirkan, dan mengiqamatinya pada telinga sebelah kiri, karena hadits riwayat Abi Rafi’ bahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Hasan bin Ali saat dilahirkan oleh Fatimah. Hadis ini diriwayatkan dan dianggap shahih oleh Abu Dawud dan Tirmidzi” (Mansyur bin Yunus Al-Bahuti, Kassyaful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 7, h. 469).

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa mengadzani bayi batu lahir hukumnya mubah (boleh) dan makruh. Namun, dikutip dari Nahdlatul Ulama, dari ketiga pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru dilahirkan merupakan pendapat yang kuat, sebab didukung oleh beberapa hadits, yaitu hadits riwayat Abu Rafi’: “Dari Abi Rafi, ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalat” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim).

2. Diberi Nama Baik dan Bermakna

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Penamaan adalah salah satu sunnah paling penting yang harus dilakukan untuk bayi yang baru lahir. Nama berisi doa dan harapan dari orang tua kepada bayi mereka.

Orang tua Muslim harus memberi nama anak mereka sesuai dengan sunah Islam, yaitu dengan nama yang indah dan terhormat.

3. Aqiqah pada Hari Ketujuh Kelahiran

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Di antara hak-hak bayi yang baru lahir dalam Islam adalah aqiqah atau sembelih hewan yang merupakan bagian dari ajaran Nabi Ibrahim. Menurut sunah, bayi laki-laki berharga setara dua kambing, sedangkan bayi perempuan hanya berharga satu kambing.

Dilaporkan oleh Abdullah bin al-As bahwa, Nabi pernah berkata, "Kepada siapa pun seorang anak lahir dan dia ingin melakukan pengorbanan Aqiqah atas nama itu, dia harus mengorbankan dua kambing untuk seorang anak laki-laki dan satu kambing untuk seorang anak perempuan,” Hadits Abu Daud.

4. Mencukur Rambut

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Mencukur rambut bayi yang baru lahir adalah bagian dari aqiqah. Ini juga merupakan tradisi yang masih berlaku di sebagian besar negara-negara Islam di seluruh dunia.

Jumlah rambut yang dicukur harus setara dengan perak dan emas, yang kemudian disumbangkan ke orang membutuhkan.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

5. Sunat

Sunat laki-laki dalam Islam adalah kewajiban dengan alasan kebersihan. Sunat menghilangkan beberapa penyakit potensial di masa depan ketika bayi sudah dewasa. Sangat direkomendasikan bahwa bayi disunat ketika dia baru lahir.

Dikisahkan oleh Abu Hurayah, saya mendengar Nabi berkata "Lima praktik adalah karakteristik dari Fitrah: sunat, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis pendek, memotong kuku dan menipiskan rambut ketiak,” Hadits Bukhari.

6. Mendapatkan ASI

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Memberikan ASI merupakan salah satu hak bayi yang baru lahir dalam Islam. Tidak ada makanan di dunia yang lebih baik dari ASI, dan tidak ada yang lebih bergizi dari itu.

Menyusui lebih dari sekadar memberikan ASI kepada bayi, ini juga saatnya untuk menciptakan ikatan antara ibu dengan anak.

7. Diadopsi

8 Aturan Islam tentang Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan Moms

Foto: Shutterstock

Beberapa bayi dilahirkan kurang beruntung tanpa adanya orang tua, misalnya orang tuanya meninggal selama persalinan, serta tidak ada wali untuk membesarkan mereka. Kondisi tersebut membuat bayi harus diadopsi.

Ada beberapa aturan adopsi dalam Islam yang harus diikuti, seperti keluarga biologis tidak boleh disembunyikan dan anak harus tahu bahwa mereka diadopsi, serta tidak diperlakukan secara berbeda.

8. Dikunjungi oleh Keluarga

Setelah bayi lahir, banyak orang akan mengunjungi mereka. Dalam Islam, mengunjungi seorang saudara yang baru saja memiliki bayi adalah kewajiban untuk mempertahankan kekerabatan.

Adalah hal biasa bagi keluarga dekat dan kerabat untuk berkunjung dalam waktu seminggu setelah bayi lahir, dan tetangga atau teman-teman akan berkunjung beberapa minggu setelah kelahiran.

Baca Juga: Bayi tidur tengkurap, Ini Hukumnya Menurut Islam

Itulah beberapa di antara aturan Islam tentang bayi baru lahir. Tak luput, seringlah berdoa kepada Allah agar bayi selalu diberkati.

Artikel Terkait