NEWBORN
4 April 2020

Ini Aturan MPASI menurut WHO, Wajib Tahu!

Jadi, kasih buah dulu atau nasi dulu?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Makanan Pendamping ASI atau MPASI merupakan makanan yang diberikan untuk bayi di atas 6 bulan sebagai makanan tambahan untuk dapat memenuhi asupan bayi.

Dalam panduan yang diberikan oleh World Health Organization (WHO), bayi sebaiknya diberikan ASI selama minimal 4 bulan, namun jika memungkinkan minimal selama 6 bulan pertama.

Hal ini dikarenakan ASI adalah makanan terbaik untuk bayi yang mengandung segala kebaikan yang dibutuhkan oleh bayi.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar MPASI Pertama yang Sering Disalahpahami

Aturan MPASI Menurut WHO

salah kaprah MPASI menu tunggal-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

WHO memperbolehkan pemberian MPASI dini yakni antara usia 4-6 bulan dengan catatan bahwa berat badan anak tidak cukup bertambah walaupun sudah diberikan ASI dengan benar, serta sudah diberikan ASI sesering mungkin tapi anak masih terus menunjukkan tanda kelaparan.

Jika bayi tidak mengalami tanda di atas, hindarilah MPASI terlalu dini.

Walaupun makanan pendamping diberikan, ASI sebaiknya tetaplah diteruskan hingga usia 2 tahun atau lebih.

Seiring semakin mudahnya informasi yang didapatkan, perkara MPASI pun mulai beredar berbagai tips memberikan MPASI yang baik. Ada banyak sekali metode yang ditawarkan oleh para netizen, tapi apakah metode yang diberikan sudah tepat?

Orang tua baru seringkali mendengar mengenai pedoman menu tunggal 14 hari sebagai menu pemberian MPASI untuk hari-hari pertama anak.

Dokter Tiwi dalam bukunya Sehat Lezat memberikan panduan bahwa sebaiknya di minggu-minggu pertama pemberian MPASI, dimulai dengan sayuran, buah dan bubur beras, untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi pada anak.

"Perkenalkan satu jenis makanan baru pada satu waktu dengan jarak beberapa hari, khususnya terhadap makanan yang dapat memicu reaksi alergi, seperti makanan laut, telur atau kacang-kacangan," tulis Dokter Tiwi dalam bukunya.

Menunda Mengenalkan Makanan Picu Risiko Alergi

mpasi who

Foto: Orami Photo Stock

Namun, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) alergi makanan pada anak prosentasenya hanya 6-8 persen. Reaksi alergi memang lebih sering terjadi pada setahun pertama kehidupan anak, tapi sekali lagi prosentasenya sangat kecil.

Nah, semakin kita menunda mengenalkan makanan pada anak, maka resiko anak benar-benar alergi terhadap makanan semakin tinggi serta semakin lambat kita mengetahui seorang anak alergi terhadap bahan makanan apa saja.

Jika memang terjadi alergi pada anak, ada beberapa bahan makanan yang memang memiliki resiko tinggi untuk alergi, seperti telur, ayam, makanan laut, susu, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Konsultasikan ke dokter atau ahli gizi rasanya lebih tepat dari pada hanya membatasi makan tanpa sebab.

Baca Juga: Ini Pentingnya Protein Hewani untuk MPASI Pertama Si Kecil, Jangan Ditunda!

Gizi Seimbang sejak MPASI Pertama

Mudah Dibuat, Yuk Coba XX Resep MPASI Tuna Ini Untuk Si Kecil 1

Foto: Orami Photo Stock

WHO tidak menyarankan pemberian menu tunggal 14 hari apalagi menunda pemberian jenis makanan tertentu. Gizi seimbang sepatutnya sudah diperkenalkan sejak hari pertama pemberian makanan pendamping.

Karena makanan pendamping bertujuan untuk mencukupkan kadar makronutrients dan mikronutrients pada bayi, bukan hanya membuatnya kenyang.

Sedangkan pada pemberian MPASI menu tunggal 14 hari, semisal hanya memberikan puree buah atau sayur sama sekali tidak mencukupi kebutuhan zat gizi mikro dan makro.

Zat gizi makro adalah zat gizi yang membentuk bagian utama makanan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Sedangkan zat gizi mikro adalah zat gizi berupa vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah lebih sedikit namun harus tetap terpenuhi dengan baik. Misalnya seng, vitamin A, vitamin C, vitamin B, kalsium, zat besi, dll.

WHO menganjurkan pemberian makanan utama harus mengandung karbohidrat, protein, lemak dan sayur atau buah. Selain itu makanan yang dianjurkan pun adalah makanan lokal dan mudah didapat.

Tidak perlu memaksa memberikan oatmeal untuk anak jika memang sulit didapatkan. Nantinya bisa menyulitkan diri kita sendiri kalau anak terbiasa makan oatmeal sedangkan oatmeal langka dan tidak menyukai nasi padahal nasi berlimpah ruah, anak bisa menjadi tidak mau makan kalau tidak ada oatmeal.

Baca Juga: MPASI Pertama Tunggal atau 4 Bintang?

Menu Tunggal sebagai Snack

menu tunggal

Foto: Parents.com

Menu tunggal bisa dijadikan snack, tapi tidak bisa dijadikan sebagai menu utama. Ingat, alergi pada anak sifatnya sangat jarang dan alergi makanan pada anak sangat mudah ditebak.

Alergi makanan pada anak juga bisa hilang dengan sendirinya jika kita mengenalkannya secara berkala. Jadi, kalau kita bisa memberikan gizi tepat sejak hari pertama anak mulai makan, kenapa harus menunda selama 14 hari?

Panduan lengkap dari WHO bisa dibaca di sini, ya Moms!

Artikel Terkait