PROGRAM HAMIL
16 Juli 2019

Bagaimana Cara Deteksi Dini Rahim Terbalik?

Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab kondisi ini
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Umumnya, vagina tidak diposisikan secara vertikal di dalam panggul, namun miring ke arah punggung bawah. Pada sebagian besar wanita, rahim dimiringkan ke depan sehingga terletak di atas kandung kemih. Di samping itu, beberapa wanita memiliki rahim tegak.

Namun ada pula yang disebut dengan rahim terbalik, istilah medisnya adalah retroverted uterus. Ini berarti rahim terbalik ke belakang sehingga fundusnya mengarah ke rektum.

Kondisi ini memang tidak mengakibatkan masalah berbahaya, namun bisa menimbulkan rasa sakit yang berlebihan saat kita melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Nah, agar Moms tidak bingung dan bisa mendeteksi rahim terbalik sejak dini, yuk kita cari tahu dan kenali lebih jauh tentang rahim terbalik.

Baca Juga: Posisi Rahim Terbalik, Bisakah Hamil?

Penyebab Rahim Terbalik

rahim terbalik

Pertama-tama, kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang dapat mengakibatkan rahim terbalik. Berikut penyebab rahim terbalik.

  • Variasi alami, umumnya rahim akan bergerak miring ke depan saat wanita telah dewasa. Namun terkadang hal ini tidak terjadi dan rahim tetap terbalik.
  • Adhesi, adalah pita jaringan parut yang menggabungkan dua (biasanya) permukaan anatomi yang terpisah. Operasi panggul dapat menyebabkan terjadinya perlengketan, yang kemudian dapat menarik rahim ke posisi yang terbalik.
  • Endometriosis, endometrium adalah lapisan rahim. Endometriosis adalah pertumbuhan sel-sel endometrium di luar rahim. Sel-sel ini dapat menyebabkan retroversi dengan 'menempelkan' rahim ke struktur panggul lainnya. "Jika endometriosis atau jaringan parut panggul adalah penyebab rahim terbalik, maka Moms mungkin sulit untuk hamil," kata Dr Janet Choi,ahli endokrinologi reproduksi dengan CCRM-New York.
  • Fibroid, benjolan kecil yang tidak menyebabkan kanker, namun dapat membuat rahim rentan terbalik ke belakang.
  • Kehamilan, ketika wanita hamil, tentu rahimnya akan membesar dan ligamen yang menahan rahim pada tempatnya menjadi melemah. Hal Inilah yang menyebabkan otot di sekitar rahim mengendur setelah melahirkan, sehingga rahim jadi condong ke belakang.
  • Genetik, penyebab rahim terbalik yang lainnya adalah karena faktor genetik. "Hal ini memengaruhi sekitar 20 persen populasi wanita dan biasanya bersifat genetik, jadi ada peluang bahwa ibu atau nenek kita juga mengalami rahim terbalik," kata Nicole Harlow, pakar kesehatan wanita dan pendiri Pusat Kesehatan Menstruasi + Seksual.

Baca Juga: Apa Penyebab Ukuran Rahim Kecil?

Gejala Rahim Terbalik

rahim terbalik

Sebagian besar wanita tidak menyadari seperti apa posisi rahimnya saat ini. Terlebih lagi, mereka juga tidak akan mengetahui jika ternyata rahimnya terbalik.

Oleh karena itu, bila Moms ragu dengan apa yang sedang dialami saat ini atau bagaimana kondisi rahim kita, coba perhatikan melalu gejala-gejala yang ditunjukkan.

Pertama, rasa nyeri saat berhubungan seks. Dalam kebanyakan kasus rahim terbalik, ovarium dan tuba fallopi juga terbalik. Ini berarti bahwa semua struktur ini dapat ‘bertabrakan’ dengan kepala penis selama hubungan seksual.

Jika dipaksakan untuk berhubungan seks saat rahim terbalik, dikhawatirkan akan melukai atau merobek ligamen yang mengelilingi rahim.

Kedua, rahim terbalik juga dapat menyebabkan nyeri pada saat menstruasi. Ketiga, ada rasa nyeri pinggang bagian bawah. Lalu terakhis, Moms akan mengalami kesulitan dalam menahan pipis, sehingga mengakibatkan kita gampang ngompol atau kerap terkena infeksi saluran kencing.

Baca Juga: 6 Fakta Tendangan Bayi Dalam Rahim

Berbahaya sekali kan Moms? Itu sebabnya, kita harus bisa mendeteksi hal ini sejak dini jika terjadi. Dengan begitu bisa diberikan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait