BAYI
26 Februari 2020

Ini Tanda Bayi Kuning, Waspada!

Bayi kuning apabila dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan otak, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, tentu sebagai orang tua yang baru saja melahirkan seorang anak, perasaan haru dan bahagia akan muncul. Tetapi, kadang ada satu dua hal yang bisa mengurangi perasaan bahagia itu, salah satunya jika bayi kuning.

Kondisi bayi kuning sebenarnya umum terjadi pada bayi baru lahir, akan tetapi bila dibiarkan dan tidak ditindak bisa menyebabkan kerusakan otak.

"Ada persepsi umum pada 1970-an dan 80-an bahwa bayi sehat yang menderita penyakit kuning tidak akan mengalami kerusakan otak," kata dr. Vinod K. Bhutani, seorang profesor klinis pediatri di University of Pennsylvania.

"Apa yang terjadi sejak saat itu adalah bahwa kita telah menemukan bukti bahwa kerusakan otak bisa terjadi akibat penyakit kuning,” tambahnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imunisasi Dasar Bayi dan Manfaatnya

Apa Itu Kondisi Bayi Kuning?

Tangan dan Kaki Bayi Kuning, Apa Penyebabnya 1.jpg

Kondisi bayi kuning dikenal juga dengan istilah newborn jaundice. Kondisi ini adalah di mana kulit dan mata bayi menguning karena kadar bilirubin yang tinggi.

Bilirubin merupakan zat kuning yang diproduksi saat sel darah merah dipecah. Bilirubin ini nantinya bergerak dalam aliran darah menuju hati untuk diolah dan dikeluarkan melalui tinja.

Pada bayi yang baru lahir, proses pengolahan sel darah merah ke bilirubin jadi lebih tinggi karena organ hati pada bayi baru lahir belum sepenuhnya berfungsi seperti orang dewasa. Hal inilah yang memicu bilirubin tinggi dan menyebabkan bayi jadi kuning.

Namun, perlu diketahui bahwa kondisi bayi kuning ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Meskipun umum, tetapi bila tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan kerusakan otak.

Dalam kebanyakan kasus, bayi kuning akan kembali normal dalam waktu 2-3 minggu. Tetapi, apabila bayi kuning lebih dari 3 minggu, bisa jadi bayi sudah terkena penyakit serius.

Untuk itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan semua bayi yang baru lahir harus diperiksa kadar bilirubinnya dulu sebelum keluar dari rumah sakit dan diperiksa ulang ketika bayi berusia 3-5 hari.

Baca Juga: Catat! Ini 9 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan dan Manfaatnya

Tanda Bayi Kuning

mata bayi kuning, apa yang salah

Kadar bilirubin biasanya memuncak antara 3-7 hari setelah lahir. Tanda pertama yang terjadi ketika bayi kuning adalah kulit dan mata bayi yang menguning, dimulai sejak 2-4 hari sejak kelahiran.

Warna kuning awalnya akan muncul pada area sekitar wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Apabila Moms menekan jari bayi dan area kulit yang ditekan jadi kuning, kemungkinan besar itu pertanda bayi kuning.

Sebagian besar kasus bayi kuning bisa sembuh dengan sendirinya karena bertambahnya usia sehingga fungsi hati bisa berfungsi normal dan juga karena menyusu. Tetapi, terkadang ada juga indikasi bayi kuning yang mengarah pada penyakit lebih serius.

Beberapa kondisi bayi kuning yang parah juga bisa meningkatkan risiko bilirubin masuk ke otak yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.

Apabila Moms melihat gejala-gejala di bawah ini, segera hubungi dokter:

  • Warna kuning menyebar ke bagian tubuh lain seperti lengan atau kaki dan jadi lebih intens.
  • Bayi mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Warna kulit bayi semakin kuning.
  • Bayi tidak bertambah berat badannya.
  • Bayi tidak mau menyusu.
  • Bayi tampak lesu, lemah, dan menangis dengan nada tinggi.
  • Bayi lebih banyak tidur dari biasanya.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Mengenai Growth Spurt Pada Bayi

Cara Mengobati Bayi Kuning

penyakit kuning menyusui (breastfeeding jaundice)

Sebenarnya kondisi bayi kuning akan membaik dengan sendirinya saat hati bayi mulai matang. Menyusu lebih sering (8-12 kali sehari) bisa membantu bayi membuat bilirubin melewati tubuhnya.

Apabila kuning sudah parah, bayi bisa dirawat dengan fototerapi, yakni metode pengobatan umum dan sangat efektif dengan menggunakan cahaya untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi.

Dalam kasus yang sangat parah, transfusi darah pada bayi bisa dilakukan untuk menggantikan sel darah merah yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Transfusi ini juga meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan menurunkan kadar bilirubin.

Moms, itulah cara mengetahui apakah bayi Moms kuning atau tidak. Apabila Moms menemukan tanda-tanda bayi kuning, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Lebih baik mencegah daripada mengobati, Moms!

(SR/ERN)

Artikel Terkait