KESEHATAN
3 September 2019

Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Pria?

Seperti halnya perempuan, pria juga memiliki siklus masa subur. Tentu saja ada perbedaan di antara keduanya. Begini cara menghitung masa subur pria.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Cara menghitung masa subur pria tidak sama dengan cara menghitung masa subur wanita. Masa subur pria diukur melalui kuantitas dan kualitas sperma, serta beberapa faktor lain yang berpengaruh pada kesuburan.

Oh ya, sekadar info, kesuburan pria punya pengaruh besar dalam menentukan sukses tidaknya pembuahan. Jadi, selain mengetahui masa subur wanita, Moms juga perlu mengukur kesuburan pria jika ingin memiliki anak.

Sejujurnya, masa subur pria relatif sukar ditentukan. Tapi, bukan berarti tidak bisa. Dengan mengetahuinya peluang untuk terjadi kehamilan yang diharapkan bisa ditingkatkan.

Lantas bagaimana cara menghitung masa subur pria? Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini!

Baca juga: Tes Kesuburan untuk Wanita dan Pria, Apa Saja?

Syarat Agar Subur

menghitung masa subur pria 4.jpg

Foto: freepik.com

Masa subur pria datangnya tidak rutin satu bulan sekali seperti pada perempuan. Pada pria, masa subur terjadi di waktu-waktu tertentu. Biasanya di pagi hari, atau saat cuaca bersuhu rendah.

Testis sangat sensitif terhadap suhu ruang. Di suhu rendah, produksi dan kualitas sperma lebih meningkat. Sebaliknya, semakin tinggi suhu ruang, semakin besar risiko penurunan dan kerusakan produksi sperma.

"Di negara empat musim, contohnya, jumlah sel sperma yang dikeluarkan seorang pria di pagi hari di musim dingin terhitung lebih banyak dibandingkan di siang hari. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan peluang kehamilan, hubungan seksual dianjurkan dilakukan dini atau pagi hari," ungkap Dr Sarah Vij, ahli urologi yang berspesialisasi dalam kesuburan pria di Klinik Cleveland, AS.

Penelitian mengenai hal ini menemukan pola masa subur pria, yaitu sekitar hari ketiga sampai ketujuh awal musim dingin. Sementara untuk daerah tropis seperti Indonesia, masa subur pria bisa berlangsung pada saat subuh sampai pagi hari ketika suhu udara terbilang masih rendah. Terutama saat musim hujan.

Baca juga: Post Coital Dysphoria, PCD pada Pria yang Membuat Seks Menyedihkan

Masa Subur Sperma

menghitung masa subur pria 3.jpg

Foto: freepik.com

Selain mengetahui masa subur pria, Moms juga perlu mengetahui berapa lama sperma bertahan untuk bisa membuahi sel telur.

"Sperma hasil ejakulasi, biasanya mampu bertahan di dinding rahim selama kurang lebih 2 sampai 3 hari. Di beberapa kasus, bahkan ada yang mampu bertahan sampai satu minggu," ujar Dr Sarah.

Kualitas Kesuburan Pria

menghitung masa subur pria 2.jpg

Sperma berkualitas mulai diproduksi saat pria memasuki masa pubertas atau sekitar umur 12-13 tahun hingga usia lanjut. Artinya, sampai usia tua sekalipun pria masih memproduksi sperma.

Lantas, bagaimana cara menilai seorang pria subur atau tidak?

Jawabannya bisa didapat melalui pemeriksaan laboratorium yang meliputi kualitas, volume, jumlah, pH, warna, bentuk spermatozoa, kemampuan gerak, bahkan baunya.

Sperma yang normal dan sehat akan menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Volumenya 2 ml atau lebih.
  • Jumlah spermatozoa sekitar 20.000.000 per milimeter
  • Gerakannya gesit dan baik. Paling sedikit sekitar 30% dari seluruh sperma yang dikeluarkan harus bisa bergerak dengan cepat.
  • Ukurannya normal. Minimal dalam satu kali ejakulasi terdapat 30% sperma yang berukuran normal.
  • Tingkat keasaman (pH) berada pada kisaran 7,2 sampai 8.
  • Berwarna kelabu pucat
  • Memiliki aroma yang khas.

Jika volume cairan sperma di atas 5 ml, kondisi ini disebut hiperspermia. Sebaliknya, bila volumenya kurang dari 2 ml, disebut hipospermia. Dalam keadaan hipospermia, sperma bisa menjadi kering.

Soal warna, yang berbahaya adalah jika ditemukan sperma berwarna merah muda atau merah pekat. Ini menandakan adanya kelainan atau gangguan alat reproduksi yang harus segera ditangani oleh secara medis.

Baca juga: 3 Langkah untuk Kehidupan Seks yang Berkualitas

(HEN/DIN)

Artikel Terkait