PROGRAM HAMIL
22 Agustus 2019

Bagaimana Cara Mengonsumsi Buah Zuriat Agar Cepat Hamil?

Buah zuriat dipercaya bisa mempercepat kehamilan
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Memiliki buah hati adalah anugerah bagi setiap pasangan. Maka tak heran banyak pasangan yang berusaha untuk memiliki momongan.

Meski saat ini teknologi semakin canggih banyak cara program kehamilan yang bisa mempermudah mendapatkan momongan, tapi cara alami juga tetap banyak dipilih.

Pernah mendengar manfaat buah zuriat? Buah yang dikenal dengan nama buah Adam dan Hawa ini dipercaya bisa mempercepat kehamilan lho Moms.

Baca Juga: Merencanakan Kehamilan, Cek 10 Tanda Fisik Memasuki Masa Subur

Merit Research Journals melaporkan sebuah penelitian terhadap kelinci dengan suplementasi buah zuriat, menunjukan peningkatan hormon seksual pada kelinci jantan dan betina. Tak heran jika buah ini banyak dikonsumsi untuk program kehamilan.

Buah yang memiliki rasa seperti roti halia (jahe) ini bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan, lho. Yuk simak bagaimana cara mengonsumsi buah zuriat!

1. Dimakan Langsung

cara mengonsumsi buah zuriat agar cepat hamil.jpg

Saat memakan buah tentunya kita akan menunggu buah tersebut hingga matang kemudian memakannya.

Tapi cara mengonsumsi buah zuriat ini adalah memakannya saat mentah, pasalnya semakin matang buah zuriat akan semakin sulit dikonsumsi. Buah zuriat yang telah matang lebih cocok dijadikan sebagai campuran masakan.

Baca Juga: Selain Buah Zuriat, 7 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Hamil

2. Dihaluskan

cara mengonsumsi buah zuriat agar cepat hamil 2.jpg

Cara mengonsumsi buah zuriat berikutnya adalah dengan cara dihaluskan.

  • Hancurkan buah zuriat, kita bisa menghancurkannya menggunakan alat keras seperti palu
  • Haluskan hingga menjadi serbuk
  • Serbuk ini bisa kita campur bersama minuman, seperti susu dan teh atau kita bisa mencampurnya dengan adonan kue.

3. Direbus

shutterstock_252247585.jpg

Nah, bagi Moms yang lebih memilih meminumnya, cara mengonsumsi buah zuriat ini bisa menjadi pilihan:

  • Potong dua buah zuriat, gunakan pisau yang tajam ya Moms agar lebih mudah saat memotong biji buah zuriat yang keras.
  • Potong menjadi beberapa bagian kecil (baik kulit dan isinya).
  • Kemudian dengan 6 gelas air sampai menjadi 2 gelas saja atau hingga warna air berubah seperti teh atau kecokelatan.
  • Minum rebusan buah zuriat ini dua kali sehari, pada pagi dan malam hari bersama pasangan.

Buah zuriat yang telah direbus tersebut bisa digunakan dua hingga tiga kali rebusan atau selama air rebusan masih berwarna cokelat saat digunakan.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

4. Direbus Kulit dan Bijinya

shutterstock_1459557446.jpg

Tidak hanya buahnya, zuriat juga bisa dikonsumsi bersama kulitnya.

  • Kupas dua buah zuriat, ambil kulit dan bijinya saja
  • Rebus keduanya bersamaan dengan menggunakan 5 gelas air, kurang lebih 15 menit hingga air berubah warna
  • Diamkan selama enam jam
  • Blender kulit buah Zuriat saja tanpa bijinya dengan air rebusan tadi
  • Saring dan minum secara rutin.

Nah, jika Moms dan Dads mengonsumsi buah zuriat untuk program kehamilan disarankan untuk mengonsumsinya selama 44 hari.

Apabila dalam waktu tersebut Moms sudah hami, makal penggunaannya bisa dihentikan.

Tapi Moms bisa menggunakannya untuk kesehatan dan bisa kembali dikonsumsi baik dengan dimakan langsung, dibuat serbuk, ataupun direbus.

Buah zuriat yang dikonsumsi untuk kesehatan ternyata bisa menaikan fungsi liver, menurunkan kolestrol dan trigliserida.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Kalender Masa Subur Bagi Wanita

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aida E.Bayad di Alexandria University, Mesir.

Hasil penelitiannya menyatakan bahwa buah zuriat bisa dikonsumsi untuk kesehatan karena mampu menurunkan kadar kolestrol dan trigliserida secara signifikan.

Dalam beberapa penelitian buah zuriat ini tidak selalu terbukti untuk kesuburan, maka hingga saat ini berbagai penelitian terus dilakukan.

Tapi, secara alami buah zuriat ini memang bisa dikonsumsi dan digunakan untuk kesehatan, hal ini terbukti dengan kandungan gizi di dalamnya.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait