KESEHATAN
22 Oktober 2020

8 Cara Menghilangkan Keloid, Mana yang Terbaik?

Bedakan dulu dari bentuknya apakah keloid atau hypertofic scar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms memiliki keloid? Menurut National Health Service (NHS), bekas luka keloid adalah bekas luka yang membesar dan menonjol yang bisa berwarna merah muda, merah, berwarna kulit atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.

Keloid dapat berkembang setelah kerusakan kulit yang sangat kecil, seperti bintik jerawat atau tindik, dan menyebar ke luar area asli kerusakan kulit.

Secara estetika, hal ini bisa mengganggu seseorang. Moms pun juga ingin mencari tahu bagaimana cara menghilangkan keloid.

Dalam jurnal American Academy of Family Physicians (AAFP), keloid dan bekas luka hipertrofik menunjukkan respons penyembuhan yang luar biasa yang menjadi tantangan bagi dokter.

Pasien dengan risiko tinggi keloid biasanya berusia kurang dari 30 tahun dan memiliki kulit lebih gelap.

Kulit bagian dalam, bahu dan lengan atas, daun telinga, dan pipi paling rentan mengalami keloid dan bekas luka hipertrofik.

Trauma berisiko tinggi termasuk luka bakar, tindik telinga, dan faktor apa pun yang memperpanjang penyembuhan luka.

Lalu, apa yang menjadi penyebab munculnya keloid, dan bagaimana cara menghilangkan keloid secara alami atau permanen? Cari tahu lebih lanjut berikut ini, Moms.

Baca Juga: Bekas Luka Menonjol seperti Keloid, Mengapa Bisa Terjadi?

Penyebab Timbulnya Keloid

keloid1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mencari tahu tentang bagaimana cara menghilangkan keloid, Moms perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya keloid.

Menurut dr. Susie Rendra, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah - Puri Indah, keloid bisa terjadi karena seseorang memiliki bawaan atau gen keloid di dalam tubuhnya.

“Jadi, ada orang-orang tertentu yang memiliki bakat keloid,” kata dr. Susie Rendra.

Selain itu, penyebab keloid juga bisa karena beberapa faktor, seperti luka yang terlalu dalam. Karena semakin dalam luka, semakin tinggi pula risiko timbul keloid.

Luka kotor yang tidak dibersihkan dengan sempurna juga bisa menjadi penyebab timbulnya keloid. Perlu Moms ketahui, ada bagian-bagian tubuh tertentu pada manusia yang memang berisiko memiliki keloid.

“Misalnya lengan bagian atas, dada, punggung. Jadi lokasi terjadinya luka juga berpengaruh,” lanjut dr. Susie.

Luka keloid biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa dapat menyebabkan rasa sakit, sensasi lembut, rasa gatal, perasaan terbakar, dan gerakan terbatas jika keloid terletak di sendi.

Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Bekas Luka Cacar Air

Cara Menghilangkan Keloid

cara menghilangkan keloid-2

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diketahui, keloid merupakan salah satu jenis dari jaringan parut yang merupakan hasil dari pertumbuhan yang berlebihan dari bekas kulit yang terluka, yang melebihi batas luka itu sendiri.

Sedangkan hypertrophic scar merupakan pertumbuhan ke atas (menonjol) jaringan parut bekas luka yang tidak melebar melewati batas luka.

"Bentuk keloid kenyal, mengkilat, dan dapat bervariasi dalam warna seperti merah jambu, merah daging, dan cokelat gelap. Keloid tidak ganas, tidak menular, dan biasanya terdapat gejala gatal, nyeri tajam, dan perubahan bentuk. Pada kasus yang parah, dapat menghambat pergerakan dari kulit," jelas dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG.

Tujuan cara menghilangkan keloid adalah untuk meratakan, melembutkan, atau mengecilkan keloid. Keloid sulit untuk dihilangkan, dan kadang kembali setelah perawatan.

Banyak dokter akan menggunakan kombinasi perawatan untuk hasil terbaik. Mengutip American Academy of Dermatology, berikut ini beberapa cara menghilangkan keloid yang bisa dilakukan.

1. Suntikan Kortikosteroid dan Obat-obatan Lain

Suntikan ini sering kali merupakan bagian dari cara menghilangkan keloid. Saat disuntikkan ke dalam keloid, obat-obatan ini membantu mengecilkan bekas luka.

Pasien biasanya menerima serangkaian suntikan setiap tiga hingga empat minggu sekali. Rata-rata, pasien kembali sekitar empat kali untuk suntikan ini.

Suntikan pertama cenderung meredakan gejala dan membuat keloid terasa lebih lembut.

Antara 50% dan 80% keloid menyusut setelah disuntikkan. Namun, banyak dari keloid ini akan tumbuh kembali dalam lima tahun.

Untuk meningkatkan hasil, dokter kulit sering menambahkan terapi lain ke rencana perawatan.

2. Operasi Pengangkatan Keloid

Perawatan ini melibatkan pemotongan keloid melalui pembedahan. Meskipun ini mungkin tampak seperti cara menghilangkan keloid permanen, penting untuk diketahui bahwa hampir 100% keloid kembali setelah perawatan ini.

Untuk mengurangi risiko kembalinya keloid setelah operasi pengangkatan, ahli kulit sering kali merawat pasien dengan perawatan keloid lain setelah operasi.

Suntikan kortikosteroid atau cryotherapy dapat membantu mengurangi risiko. Jika keloid berada di daun telinga, mengenakan anting khusus yang menekan daun telinga dapat mencegah keloid kembali.

Menerima perawatan radiasi setelah operasi pengangkatan juga dapat mencegah keloid kembali.

3. Penggunaan Anting, Pakaian yang Bertekanan

Cara menghilangkan keloid ini sering digunakan setelah operasi keloid. Memberi tekanan pada area tersebut mengurangi aliran darah, yang dapat menghentikan keloid kembali.

Antara 90% dan 100% pasien yang menggunakan perawatan ini sesuai petunjuk setelah operasi keloid dapat mencegah keloid lainnya.

Namun, menggunakan ini sesuai petunjuk bisa jadi sulit. Perangkat ini cenderung tidak nyaman. Untuk mendapatkan hasil, pasien harus memakainya hingga 16 jam sehari selama 6 hingga 12 bulan.

Anting bertekanan cenderung paling mudah dipakai. Ini sering direkomendasikan setelah dokter kulit menghilangkan keloid dari daun telinga.

4. Perawatan dengan Laser

Cara menghilangkan keloid ini dapat mengurangi tinggi dan memudarkan warna keloid.

Ini sering digunakan bersama dengan pengobatan lain seperti serangkaian suntikan atau tekanan kortikosteroid.

Baca Juga: 7 Jenis Essential Oil untuk Menyamarkan Bekas Luka

5. Lembaran dan Gel Silikon

Cara menghilangkan keloid ini dapat digunakan bersama dengan tekanan untuk mencegah keloid kembali.

Terkadang, silikon digunakan sendiri untuk meratakan keloid. Dalam sebuah penelitian, 34% dari bekas luka yang timbul menjadi rata setelah pasien menggunakan gel silikon setiap hari selama enam bulan.

6. Cryotherapy

Perawatan cryotheraphy ini membekukan keloid dari dalam ke luar sekaligus menyelamatkan kulit di bawah keloid. Ini digunakan untuk mengurangi kekerasan dan ukuran keloid. Cryotherapy bekerja paling baik pada keloid kecil.

Menjalani beberapa perawatan cryotherapy sebelum (atau setelah) menerima suntikan kortikosteroid dapat mengurangi ukuran keloid. Ini bisa membuat suntikan lebih efektif.

Ahli kulit telah menemukan bahwa pasien yang menjalani tiga atau lebih perawatan ini cenderung mendapatkan hasil terbaik.

7. Perawatan Radiasi

Mendapatkan terapi radiasi setelah dokter kulit mengangkat keloid melalui pembedahan dapat mencegah keloid kembali.

Pasien dapat memulai perawatan radiasi segera setelah operasi keloid, keesokan harinya, atau seminggu kemudian sebagai cara menghilangkan keloid.

Radiasi juga dapat digunakan sendiri untuk mengurangi ukuran keloid. Akan tetapi, hasilnya cenderung lebih baik bila digunakan setelah operasi keloid.

8. Menggunakan Tali Pengikat

Jika benang bedah dapat diikat di sekitar keloid, dokter kulit mungkin merekomendasikan perawatan ini.

Cara menghilangkan keloid ini dilakukan dengan benang bedah yang akan memotong keloid secara bertahap, dan dapat menyebabkan keloid lepas.

Moms perlu mengikatkan benang bedah baru di sekitar keloid setiap dua hingga tiga minggu.

Untuk meningkatkan dan memberikan hasil terbaik, dokter kulit mungkin merekomendasikan pilihan perawatan lain sebagai cara menghilangkan keloid.

Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kaki, Kulit jadi Mulus

Pencegahan Terbentuknya Keloid

cara menghilangkan keloid-3

Foto: Orami Photo Stock

Keloid dapat terus tumbuh perlahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Keloid bisa berhenti tumbuh tetapi tidak menghilang dengan sendirinya.

Setelah keloid berkembang, luka ini menjadi permanen kecuali dihilangkan atau diobati dengan sukses. Biasanya keloid yang telah diangkat atau dirawat kembali.

Mengutip Harvard Health, orang yang rentan terhadap keloid harus menghindari operasi kosmetik.

Jika operasi diperlukan pada orang seperti itu, dokter dapat melakukan tindakan pencegahan khusus untuk meminimalkan pembentukan keloid di lokasi sayatan.

Contoh teknik yang dapat digunakan untuk meminimalkan pembentukan keloid termasuk menutupi luka penyembuhan dengan selotip kertas hipoalergenik selama beberapa minggu setelah operasi.

Selain itu, bisa juga dengan menutupi luka dengan lembaran kecil yang terbuat dari gel silikon setelah operasi, atau menggunakan suntikan kortikosteroid atau perawatan radiasi di lokasi luka bedah di awal masa penyembuhan.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Kulit Wajah untuk Tahu Perawatan yang Tepat

Itu dia Moms, penjelasan mengenai cara menghilangkan keloid. Jika Moms ingin mencari tahu perawatan keloid apa yang sesuai, bisa langsung menghubungi dokter kulit untuk informasi lebih lengkapnya.

Artikel Terkait