KESEHATAN
10 September 2019

Bagaimana Cara untuk Menghindari Alzheimer? Ini 3 Kiatnya

Alzheimer bukan hanya penyakit pikun, jika sudah parah, kita juga akan kehilangan fungsi otak yang penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Usia manusia yang semakin hari semakin bertambah dan menua merupakan salah satu hal yang tidak dapat diubah oleh siapa pun.

Seiring dengan menuanya kita, masalah kesehatan yang dihadapi pun semakin beragam dan banyak.

Umumnya penyakit yang terjadi pada orang dengan usia lanjut adalah alzheimer.

Penyakit ini merupakan jenis penyakit demensia yang paling banyak ditemukan. Demensia sendiri adalah sebuah penyaki lupa, atau biasa orang menyebutnya dengan kata ‘pikun’.

Namun perlu diingat bahwa alzheimer ini bukan hanya sekedar berkurangnya memori di usia lanjut saja, namun juga termasuk menurunnya kemampuan lain dari otak, seperti berpikir dan melakukan interaksi sosial.

Baca Juga: Benarkah Menyikat Gigi Secara Teratur Bisa Kurangi Penyakit Alzheimer?

Jika penyakit ini sudah lumayan parah, biasanya penderita tidak akan bisa mengenali siapa-siapa lagi, termasuk istri dan anak-anaknya.

Tapi tenang Moms, penyakit ini bisa dihindari kok. Bagaimana cara menghindari penyakit alzheimer? Yuk kita baca Moms.

Penyebab Alzheimer

menghindari penyakit alzheimer

Foto: medicalnewstoday.com

Jika bertanya apa penyebab dari penyakit ini, penyebab dari penyakit alzheimer sebenarnya masih belum diketahui.

“Namun 1 persen dari semua kasus yang ditemukan, ada tiga gen yang menentukan secara pasti apakah kita akan menderita Alzheimer atau tidak, dan ketiganya terkait dengan produksi amiloid-beta. Hal ini besar kemungkinan adalah penyebab alzheimer,” kata Dr. Gad Marshall , direktur medis percobaan klinis di Pusat Penelitian dan Perawatan Alzheimer di Brigham and Women's Hospital.

Namun Dr. Gad Marshall menambahkan bahwa 99 persen lainnya, amiloid menjadi salah satu yang berkaitan erat dengan alzheimer.

Namun banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit satu ini, seperti peradangan di otak, faktor risiko vaskular, dan gaya hidup.

Ubah Gaya Hidup untuk Mencegah Alzheimer

Hal paling penting dan paling utama yang bisa kita ubah untuk menghindari penyakit alzheimer adalah mengubah gaya hidup!

Ubah pola hidup kita yang serampangan dan melakukan sesuatu atau memakan sesuatu tanpa pikir panjang.

Baca Juga: Ubah Gaya Hidup Jadi Lebih Sehat dengan Bahan Makanan Alami

Nah, mulai dari sekarang, coba terapkan hal-hal ini dalam hidup kita agar bisa mendapatkan hidup sehat, bukan hanya dari alzheimer, namun juga dari penyakit-penyakit lainnya yang berbahaya.

1. Olahraga

menghindari penyakit alzheimer

Foto: nytimes.com

"Bukti yang paling meyakinkan adalah bahwa latihan fisik membantu mencegah perkembangan alzheimer atau memperlambat perkembangan penyakit ini pada orang yang memang memiliki gejalanya," kata Dr. Gad Marshall.

Dokter menambahkan bahwa salah satu olahraga yang direkomendasikan adalah 30 menit latihan aerobik yang cukup kuat, sebanyak tiga hingga empat hari per minggu.

2. Menerapkan Diet Mediteranian

menghindari penyakit alzheimer

Foto: healthline.com

Dilansir dari Harvard Health Publishing, menerapkan diet mediteranian mampu membantu memperlambat atau menghindari penyakit alzheimer.

Makanan yang biasa digunakan dalam diet ini seperti sayuran, buah-buahan segar, biji-bijian, minyak zaitun, kacang polong, ikan, unggas, telur, dan susu.

Selain itu juga bisa mengonsumsi anggur merah dan daging merah secukupnya.

Baca Juga: Tertarik Mencoba Diet Mediterania? Intip 4 Tipsnya

3. Mendapatkan Tidur yang Cukup

menghindari penyakit alzheimer

Foto: health.harvard.edu

Banyak bukti menunjukkan bahwa memiliki peningkatan waktu tidur dapat membantu menghindari penyakit alzheimer.

“Hal ini bisa terjadi, karena selama tidur, ada pembersihan amiloid dalam jumlah besar yang terjadi di otak,” ujar Dr. Gad Marshall. Makanya orang tua harus tidur sebanyak 7 hingga 8 jam di malam hari.

Jika mengikuti aturan-aturan ini, risiko terkena penyakit alzheimer tentu akan sangat rendah.

Artikel Terkait