BALITA DAN ANAK
7 Agustus 2019

Bagaimana Memilih Deterjen Tepat Untuk Baju Bayi?

Kesehatan kulit bayi perlu menjadi pertimbangan utama dalam memilih deterjen untuk baju bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Mencuci baju bayi dengan cara yang salah dapat membuat kulit Si Kecil menjadi lebih sensitif dan memicu alergi kulit. Untuk itu, ketahui saat kapan Moms boleh menggunakan deterjen biasa dan kapan perlu menggunakan deterjen khusus baju bayi berikut ini.

Deterjen Biasa

cuci pakaian anak

Foto: snugglebundl.co.uk

Sebenarnya tidak masalah jika Moms menggunakan deterjen biasa untuk mencuci baju bayi. "Jika bayi tidak memiliki alergi atau kulit yang sangat sensitif, maka hal ini seharusnya tidak menjadi masalah, tidak peduli berapa pun usia Si Kecil," kata Mary Spraker, dokter kulit anak di Emory University, Atlanta dan juru bicara American Academy of Dermatology, seperti dikutip dari babycenter.com.

Penggunaan deterjen biasa seringkali banyak dilakukan oleh para orang tua yang tidak puas dengan hasil cucian menggunakan deterjen khusus baju bayi. Untuk itu, jika Moms memutuskan untuk mencoba deterjen biasa, pilihlah deterjen dengan tekstur cair.

Baca Juga: Jangan Asal Cuci Gosok, Ketahui Cara Merawat Berbagai Bahan Pakaian Ini!

Deterjen cair cenderung lebih mudah dibilas secara menyeluruh. Deterjen bubuk memiliki kecenderungan untuk meninggalkan sisa bubuku pada baju bayi yang dapat mengiritasi kulit bayi.

Selain itu, pilihlah deterjen dan pelembut yang bebas dari pewangi, pemutih, dan pewarna untuk mencuci baju bayi. Jika menggunakan deterjen biasa, Moms tidak perlu melakukan pencucian secara terpisah.

Moms dapat menggabungkan baju bayi dengan pakaian keluarga lainnya.

Deterjen Bayi

Memilih Deterjen Tepat Untuk Baju Bayi.jpg

Foto: lylamorris.com

Lain halnya jika Si Kecil memiliki kulit sensitif, maka Moms perlu mencuci baju bayi dengan deterjen yang memang diformulasikan khusus untuk baju bayi atau dengan formula yang lembut. Pilih yang diberi label "bebas pewangi" dan "bebas pewarna".

Baca Juga: 5 Cara Merawat Pakaian Agar Awet dan Tahan Lama

Alergi atau sensitivitas sering disebabkan oleh pewangi atau pewarna yang biasa digunakan dalam deterjen dan pelembut,” ungkap Dr Stephanie Ho dari Stephanie Ho Dermatology, seperti dikutip dari youngparents.com.sg.

Pastikan Moms tetap mengikuti instruksi pencucian dan jumlah takaran deterjen bayi. Pertimbangkan juga untuk membilas baju bayi sebanyak dua kali untuk menghilangkan seluruh sisa deterjen dari baju bayi.

Gejala Kulit Sensitif

Memilih Deterjen Tepat Untuk Baju Bayi.jpg

Foto: youngparents.com.sg

Deterjen biasanya mengandung zat yang dapat menyebabkan dua jenis masalah kulit, yaitu iritasi dan dermatitis kontak alergi. Iritasi biasanya muncul sesaat setelah bayi menggunakan baju bayi, yang ditandai dengan munculnya ruam gatal berwarna merah.

Penggunaan deterjen biasa pada kulit bayi yang sensitif rentan menyebabkan gatal, kering, pecah-pecah, dan membuat tidak nyaman.

Baca Juga: Tips Memilih Pakaian Anak Sesuai dengan Cuaca

Sedangkan, kasus dermatitis kontak alergi akibat penggunaan deterjen biasa pada baju bayi sangatlah jarang terjadi. Namun, dikutip dari youngparents.com.sg, kondisi kulit ini bisa mungkin terjadi akibat dari wewangian, pewarna atau pengawet dalam deterjen biasa dan muncul beberapa hari setelah penggunaan baju bayi.

Area kulit yang umum terkena infeksi atau alergi adalah lengan dan kaki, terutama pada lipatan kulit seperti ketiak, siku atau bagian belakang lutut, di mana baju bayi bersentuhan lebih dekat dengan kulit.

Artikel Terkait