PROGRAM HAMIL
5 November 2017

Bagaimana Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Hamil?

Waspadai gejala asam lambung naik pada kehamilan!
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Saat asam lambung merayap naik ke kerongkongan, itulah yang disebut dengan asam lambung naik atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Menurut Michelle Collins, CNM, asisten profesor perawat-kebidanan di Vanderbilt University, asam lambung naik sangat lazim selama kehamilan. Lebih dari separuh wanita hamil akan mengalaminya.

Apa Penyebab Asam Lambung Naik Selama Hamil?

Ada dua faktor utama yang mendorong asam lambung naik pada wanita hamil yaitu perubahan hormon dan pertumbuhan janin. Perubahan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan penurunan tekanan sphincter esofagus yang lebih rendah sehingga meningkatkan refluks asam. Selain itu, janin yang sedang tumbuh menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen, yang berakibat pada asam lambung naik.

Apa Tanda-Tanda Asam Lambung Naik Selama Kehamilan?

Berikut adalah beberapa gejala asam lambung naik yang paling umum selama kehamilan:

  • Sensasi terbakar di dada bagian atas, terkadang rasa panas terbakar sampai ke tenggorokan (heartburn)
  • Sendawa kadang disertai mual muntah.
  • Mulut terasa pahit
  • Dada terasa nyeri
  • Sulit menelan
  • Batuk kering
  • Suara serak atau tenggorokan sakit
  • Regurgitasi (perut terasa ‘begah’) atau adanya makanan atau cairan asam (acid reflux) yang terasa berbalik arah.

Menurut Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, untuk mengetahui gejala tersebut, pada pasien GERD, sesak di dada umumnya disertai rasa panas terbakar, sedangkan pada serangan jantung tidak.

Bagaimana Mengatasi Asam Lambung Naik Selama Kehamilan?

Perubahan gaya hidup dapat mencegah asam lambung naik. Berikut adalah cara mengatasi asam lambung naik pada kehamilan.

1. Ketinggian kepala tempat tidur. Gravitasi berperan penting dalam mengendalikan asam lambung naik. Bila tidur telentang, isi perut lebih cenderung mengalami refluks ke tenggorokan. Menurut penelitian, pasien yang meninggikan kepala ranjang memiliki dampak refluks yang jauh lebih ringan.

2. Berbaring menyamping. Tidur di sisi kiri berlawanan dengan sisi kanan dapat mengurangi frekuensi dan durasi refluks pada pasien yang rawan gejala ini pada malam hari.

3. Menghindari kafein, coklat dan peppermint. Kelompok makanan ini menyebabkan penurunan tekanan sfingter esofagus bagian bawah.

Baca juga: Berapakah Takaran Kopi untuk Ibu Hamil?

4. Mengunyah permen karet. Cara ini dapat meningkatkan produksi air liur dan frekuensi menelan, yang dapat membantu membersihkan asam yang telah direfluks dari perut ke tenggorokan.

5. Makan lebih sering, porsi kecil. Mengonsumsi makanan lebih sedikit akan membuat perut lebih cepat kosong. Makan lebih sering meningkatkan kontraksi perut. Jika perut berkontraksi dan kosong ini akan menurunkan risiko refluks.

6. Konsumsi antasida, sangat efektif dan aman karena tidak terserap ke dalam aliran darah.

7. Hindari makanan berminyak, asam, dan pedas, apalagi menjelang tidur.

8. Hindari susu dan produk turunannya, yang dapat meningkatkan asam lambung.

Pada kebanyakan kasus, asam lambung naik mudah diobati, bahkan pada saat hamil. Jika ada gejala lebih parah yang mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan, sulit menelan atau penurunan berat badan, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat untuk Moms.

Bagaimana cara Mama mengatasi asam lambung naik saat hamil? Jangan lupa bagikan kepada kami, ya.

Artikel Terkait