BALITA DAN ANAK
15 Januari 2020

6 Cara Menghadapi Fobia Sosial Pada Anak

Moms, jika Si Kecil sulit bergaul, perlu perhatian khusus. Cari tahu, apakah dia mengalami fobia sosial?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Jika Si Kecil tak punya teman dan sulit bergaul, Moms mesti memerhatikannya dengan jeli. Siapa tahu, tanpa disadarinya, Si Kecil mengalami ketakutan untuk menjalin hubungan dengan dunia luar alias fobia sosial.

“Biasanya hal ini muncul pada anak yang pernah alami kekerasan sebelumnya, sehingga ia masih mengalami trauma. Menghadapi anak dengan fobia sosial tidak mudah. Kita sebagai orang tua, harus membantunya keluar dari ketakutan itu,” jelas Jerry Bubrick, seorang psikolog klinis di Child Mind Institute.

Baca Juga: Punya Fobia Ketinggian? Jangan Kunjungi 6 Tempat Ini Ya!

Tanda Si Kecil Mengalami Fobia Sosial

TomGowanlock.jpg

Foto: parents.com

Dikutip dari Journal of Abnormal Child Psychology, fobia sosial berbeda dengan pemalu. Pemalu tidak menyebabkan anak mengalami masalah ketika berinteraksi sosial.

Anak-anak yang pemalu, memiliki teman dan lingkungan sosial yang menyenangkan baginya.

Anak pemalu perlu waktu lebih lama untuk beradaptasi, tapi tetap bisa membangun interaksi sosial yang baik.

Berbeda dengan fobia sosial, anak memiliki ketakutan dalam berinteraksi sosial atau menjadi pusat perhatian.

Beberapa tanda Si Kecil mengalami fobia sosial:

  • Memiliki jumlah teman yang sangat terbatas
  • Malas bergaul
  • Tantrum atau mengamuk, menangis, membeku, atau tidak sanggup berbicara saat berhadapan dengan lingkungan yang tak disukai.
  • Terkadang memiliki gejala fisik ketika dihadapkan pada situasi sosial seperti mual, nyeri perut, pipi memerah, menangis, keringat dingin, dan gemetar
  • Menghindari situasi sosial, terutama yang menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian seperti berbicara di depan kelas, menjawab telepon, menjawab pertanyaan di kelas

Baca Juga: Tak Sama, Kenali Perbedaan Fobia dan Trauma

Menghadapi Anak dengan Fobia Sosial

maxresdefault.jpg

Selain mengandalkan ahli seperti psikolog untuk mengatasi masalah ini, Moms juga bisa membantunya keluar dari fobia sosial yang dialaminya, seperti:

1. Bicara dan Jelaskan

Biasanya anak tahu situasi-situasi apa yang menyebabkan ia merasa sangat cemas dan takut. Namun, ia tidak paham mengapa ia merasa sangat cemas.

Jelaskan padanya bahwa yang perlu dilakukan adalah menghadapi kecemasan itu perlahan dan bersama-sama. Katakan Anda akan selalu mendampinginya.

2. Jangan Kecilkan Hatinya

Anak yang fobia sosial justru akan merasa semakin tertekan jika mendapat label yang negatif. Selain itu, lama-kelamaan ia akan mempercayai label yang diterimanya sehingga dia tidak akan berusaha untuk menghilangkan ketakutannya.

“Jika ada orang yang melabelinya sebagai pemalu atau penakut, katakan bahwa sebenarnya ia mudah bergaul jika sudah kenal dengan baik dengan orang tersebut. Hal ini dapat membangun kepercayaan dirinya di depan orang lain,” kata Dr Bubrick.

3. Ajarkan Cara Menenangkan Diri

Menarik napas dalam adalah cara terbaik untuk menenangkan detak jantung yang cepat, nafas yang pendek dan cepat, dan pusing.

Ajarkan anak untuk bernapas seperti meniup balon. Tarik napas dalam 4 hitungan, tahan dalam 4 hitungan, lepaskan dalam 4 hitungan.

Sering kali anak yang fobia sosial juga mengalami ketegangan otot saat berada di keramaian.

Ajarkan anak untuk merelaksasikan otot ketika dia cemas. Caranya dengan membentuk kepalan tangan sekuat tenaga selama 5 detik, kemudian pelan-pelan melepaskan. Lakukan hal serupa dengan mengencangkan otot lengan, bahu, dan kaki.

4. Tanamkan Pikiran Positif

Anak dengan fobia sosial sering berpikir berlebihan dan berpikir bahwa ia akan ditertawakan, dicemooh, dan dihina oleh orang lain. Maka itu, Anda mesti menanamkan berbagai pikiran positif.

5. Belajar Bergaul

Perkenalkan cara-cara untuk bergaul kepada anak dengan cara bermain peran.

Contohnya bagaimana menyapa, bagaimana ikut bergabung atapun keluar dari kelompok, memulai pembicaraan, mendengarkan dan bagaimana merespon cerita teman lain, dan bertanya.

Ajak anak untuk mempraktikkannya dimulai dari keluarga seperti sepupu sebayanya.

6. Jangan Paksa

Hindari mendorong dan memaksa anak untuk berbicara dengan orang lain. Gunakan cara yang lebih baik misalnya dengan mengajaknya berdiskusi apakah ia mau terlibat dalam pembicaraan temannya.

Jika anak setuju, yakinkan ia bisa dengan menerapkan teknik bergaul yang sudah diajarkan.

Baca Juga: 5 Artis Lokal yang Punya Fobia Unik, Siapa Saja Ya?

Itu dia tips menghadapi anak dengan fobia sosial. Kalau Moms, apakah punya pengalaman yang sama?

(RYO/DIN)

Artikel Terkait