3-5 TAHUN
29 Juni 2019

Bagaimana Menjaga Keamanan Balita yang Suka Memanjat?

Memanjat adalah salah satu aktivitas favorit balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat pertama kali balita berhasil memanjat sesuatu di rumah tentu menjadi momen yang sangat menggemaskan bagi seluruh keluarga. Namun, tunggulah beberapa beberapa pekan atau beberapa bulan kemudian. Segala kelucuan itu akan berubah khawatir karena ia akan memanjat makin tinggi yang tentu saja membuat Moms dan anggota keluarga lainnya khawatir.

Memanjat sebetulnya menjadi fase penting dalam pengembangan keterampilan motorik kasar balita. Dalam penelitian berjudul Effect of Indoor Wall Climbing on Self Efficacy and Self-Perceptions of Children With Special Needs, memanjat dapat meningkatkan kekuatan, mobilitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bergerak bagi anak berkebutuhan khusus.

Namun, kekhawatiran terbesar bagi kebanyakan orang tua saat balita suka memanjat adalah keamanan. Si kecil sangat mungkin terjatuh. Dia bisa tergores dan terbentur dan mungkin menderita beberapa cedera yang lebih serius.

Mengingat kemungkinan bahaya yang sangat nyata, Moms mungkin ingin mengakhiri kegiatannya memanjat. Sayangnya, mencoba menghentikan balita memanjat sepertinya menjadi sesuatu yang mustahil.

Pendekatan yang lebih baik adalah mempelajari apa yang memotivasi anak untuk mendaki, mencari cara untuk mengarahkan kembali dorongan itu dan melakukan apa pun yang bisa untuk mengurangi risiko cedera.

Baca Juga: 4 Kelebihan Mainan Kayu untuk Balita, Salah Satunya Mengasah Otak

Kenapa Balita Suka Memanjat?

balita yang suka memanjat

Anak-anak mulai mendapatkan kontrol yang lebih besar atas gerakan tubuh mereka pada usia sekitar 18 bulan. Mereka sadar mereka bisa melempar bola, berlari cepat melintasi taman, dan memanjat ke atas furnitur.

Menurut Dr. Joe Frost, pemimpin di The Association for Childhood Education International (ACEI) dan The International Play Association, balita suka memanjat karena kegiatan itu menyenangkan, suka merasakan adrenalin, dan sebagai kegiatan belajar.

“Anak yang sehat pasti suka memanjat dan mengambil risiko. Anak juga sering memanjat untuk mendapatkan pengalaman dan perspektif baru,” ujar Dr. Frost.

Bagi balita yang suka memanjat, tentunya jatuh dan terbentur tidak dapat dihindari. Beberapa anak sangat mungkin untuk dihentikan dan diberi pengertian, apalagi kalau mengalami sakit karena terjatuh.

Memanjat adalah cara yang sangat baik bagi anak-anak untuk membangun kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Ini juga merupakan cara bagi anak untuk belajar tentang lingkungan mereka dan untuk mendapatkan kepercayaan diri.

Sehingga melarangnya secara keseluruhan untuk memanjat juga sangat tidak dianjurkan. Karena itu, yang bisa moms dan dads lakukan adalah mendisiplinkannya yang efektif untuk menghentikan perilaku tertentu.

Apalagi kalau Si Kecil tipikal yang tidak bisa dilarang, melarangnya melakukan sesuatu justru akan membuatnya makin menjadi-jadi dan memanjat menjadi permainan menarik untuknya.

Baca Juga: Walau Cuma Bohongan, Bolehkah Memberikan Pistol Mainan Untuk Balita?

Menjaga Keamanan Balita yang Suka Memanjat

balita yang suka memanjat

Untuk bisa mengalihkan perhatian balita yang suka memanjat, ajak ia melakukan aktivitas yang lain dengan pertanyaan yang sedikit menantang, misalnya, “Wah hebat sekali kamu bisa memanjat! Kamu bisa menendang bola juga nggak? Coba bantu Mama mengelap lantai. Coba perlihatkan tarianmu ke Tante Ana,” dan sebagainya.

Inti dari keinginan untuk memanjat hanyalah keinginan dasar balita untuk menjadi aktif. Moms mungkin dapat menghindari kekhawatiran dan kekacauan yang timbul karena memanjat jika Moms dapat memuaskan keinginan Si Kecil untuk bergerak dengan kegiatan yang membuat kakinya tetap di tanah.

Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah sadar kalau balita tidak bisa dipaksa diam. Oleh karena itu, beri dia waktu bermain di halaman yang luas untuk menyalurkan energinya sehingga ingin tidur siang dan istirahat sesudahnya.

Bagi balita yang suka memanjat, Moms harus mempersiapkan kondisi sekitarnya agar aman. Singkirkan benda-benda berujung tajam seperti meja dan kursi supaya ia tidak akan terantuk saat jatuh. Bisa juga kelilingi sekitarnya dengan bantal.

Baca Juga: Balita Senang Menggambar di Tembok, Jangan Dimarahi!

Hal yang paling penting adalah Moms harus mengawasinya ketika balita sudah mulai memanjat. Tidak perlu memarahinya bila ia jatuh, karena akan membuat dia panik dan stres. Biarkan mereka mengeksplor sambil memanjat, sebab nantinya ia akan berpindah pada aktivitas lain.

(TPW)

Artikel Terkait