3-12 BULAN
29 Februari 2020

4 Bahan Skincare yang Dapat Memicu Alergi pada Bayi

Moms perlu cermat memilih produk perawatan karena kulit Si Kecil yang masih rentan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Kulit Si Kecil yang mulus mungkin membuat Moms sedikit khawatir dengan produk skincare yang digunakan, apakah akan menimbulkan risiko alergi, ruam, atau penyakit kulit lainnya.

Karenanya, penting bagi Moms agar selalu membaca label produk dan kandungan bahan skincare pada kemasan. Pastikan sesuai untuk bayi yang memiliki kulit sensitif.

Tak hanya itu, Moms juga perlu mengetahui bahan skincare yang dapat menyebabkan alergi pada Si Kecil.

Mengutip Parents, Mona A. Gohara, M.D., dokter kulit di Hamden CT spesialisasi pada Skin of Color, Medical & Surgical Dermatology, menjelaskan beberapa bahan pemicu alergi kulit bayi.

Baca Juga: 5 Bahan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Bahan Skincare Bayi yang Menyebabkan Alergi

Pada jurnal Skin Care for the Newborn, kulit bayi yang baru lahir berbeda dari kulit orang dewasa. Kulit bayi lebih rentan terhadap trauma dan infeksi, sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Moms juga perlu cermat dalam memilih produk bayi yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada Si Kecil. Berikut ini daftarnya.

1. Tabir Surya dengan Oxybenzone

sunscreen on baby legs 0

Setiap dokter kulit merekomendasikan pemakaian tabir surya, tetapi ada produk SPF dengan kandungan seperti oxybenzone yang dapat menyebabkan alergi pada kulit bayi dan anak-anak.

Untuk bayi usia lebih dari 6 bulan, pilih sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi yang dibuat dengan mineral alami seperti titanium dioksida dan seng oksida yang aman untuk kulit.

Mengutip Skin Cancer, penelitian menunjukkan bayi sudah terpapar sinar ultraviolet (UV) dalam enam bulan pertama kehidupannya, ketika kulit mereka dalam kondisi paling rentan.

Karena itu, pemilihan tabir surya yang tepat dapat menghindari risiko Si Kecil terpapar bahan skincare bayi yang menyebabkan alergi.

2. Tisu Bayi

tisu basah.jpg

"Di awal 2014, ada informasi tentang studi baru yang menunjukkan bahwa pengawet methylisothiazolinone (MI), yang ditemukan di beberapa tisu bayi, menyebabkan reaksi alergi kulit pada bayi dan anak-anak," jelas Dr. Mona.

"Penulis studi (dan dokter kulit anak) Mary Wu Chang, M.D., merekomendasikan kurangi paparan bahan tersebut dengan jarang menggunakan tisu basah," lanjutnya.

Kurangi penggunaan tisu basah, yang menjadi salah satu produk skincare bayi yang menyebabkan alergi pada Si Kecil.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tisu Basah Anti Bakteri untuk Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

3. Neomisin

Baby Lotion Sebagai Pengganti.jpg

Bahan neomisin ditemukan dalam banyak krim atau salep antibiotik yang dijual bebas atau diresepkan, lotion, preparat mata, dan obat tetes telinga.

Mengutip DermNet NZ, pada 2010, bahan neomisin dinobatkan sebagai Allergen of the Year oleh American Contact Dermatitis Society.

Jika Si Kecil mengalami luka atau goresan, bersihkan dengan pembersih yang lembut dan gunakan petroleum jelly untuk membantu proses penyembuhan.

Baca Juga: Mengenal Petroleum Jelly, Gel yang Ramah Anak

4. Kandungan Sulfat

bayi tidak perlu dimandikan setiap hari 2.jpg

Bahan seperti sodium laureth sulfat dan sodium laurel sulfat adalah bahan yang digunakan dalam ragam skincare, mulai dari sampo hingga sabun bayi.

Jika Si Kecil mengalami iritasi mata dan/atau iritasi kulit yang kronis, sebaiknya hentikan penggunaan produk. Karena bahan skincare bayi ini juga cenderung menyebabkan alergi.

"Saya tahu bahan kimia ini menyebabkan ruam, noda, dan iritasi mata. Bahan ini juga dapat sangat mengeringkan rambut dan kulit," jelas Siobhan O’Connor, co-author dari buku No More Dirty Looks: The Truth About Your Beauty Products and the Ultimate Guide to Clean and Safe Cosmetics, mengutip Everyday Health.

Itu dia Moms 4 bahan skincare bayi yang menyebabkan alergi pada Si Kecil. Selalu perhatikan kandungan produk yang aman untuk kulit bayi yang masih sensitif, ya.

Artikel Terkait