KESEHATAN
13 Juli 2020

Demam Berdarah Saat Hamil, Bahayakah Bagi Janin?

Demam berdarah merupakan penyakit yang berbahaya karena mematikan, bagaimana jika demam berdarah terjadi pada ibu hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Seperti dilansir dari Centers Disease for Prevention (CDC), demam berdarah adalah salah satu dari beberapa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang dapat menimbulkan masalah atau bahkan berbahaya bagi wanita yang sedang hamil dan janin yang dikandung.

DBD saat hamil dapat menularkan virus kepada janin selama kehamilan atau pada saat proses melahirkan.

Kondisi seperti ini sangat membahayakan tentunya bagi janin. Lalu apa saja gejala dan risiko DBD saat hamil?

Gejala DBD Saat Hamil

Demam Berdarah Saat Hamil, Bahayakah Bagi Janin 2.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Mengetahui DBD sedini mungkin akan mengurangi keparahan penyakit.

Dilansir dari Centers Disease for Prevention (CDC), demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius selama 3 sampai 7 hari merupakan salah satu gejala DBD saat hamil.

Kemudian ibu hamil akan mengalami perubahan suhu tubuh dari demam tinggi ke hipotermia atau suhu tubuh di bawah 35 derajat Celcius hingga menyebabkan tubuh menggigil.

Selain demam, ibu hamil juga akan mengalami sakit kepala parah, muntah terus menerus, lesu, trombosit yang menurun drastis, muncul bintik merah di kulit disertai keringat dingin, denyut jantung yang meningkat tapi lemah, gelisah, penumpukan cairan di perut atau asites, serta penumpukan cairan di antara dua lapisan pleura atau paru-paru basah.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penyakit DBD yang Bisa Dilakukan di Rumah

Risiko DBD Saat Hamil

Demam Berdarah Saat Hamil, Bahayakah Bagi Janin.jpg

Foto: parashospitals.com

DBD saat hamil memang menjadi salah satu penyakit yang membahayakan.

Virus DBD dapat menular selama kehamilan dan saat proses melahirkan berlangsung.

Kemungkinan risiko DBD saat hamil adalah bayi lahir dalam keadaan meninggal atau stillbirth, bayi lahir dengan kondisi berat badan rendah.

Selain itu bayi bisa saja terlahir secara prematur yang dapat mengakibatkan pertumbuhan organ bayi belum sempurna, kemudian ibu hamil juga berpotensi mengalami keguguran saat demam berdarah terjadi di trimester awal kehamilan.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue), Wajib Diwaspadai!

Perawatan dan Pencegahan

Demam Berdarah Saat Hamil, Bahayakah Bagi Janin 3.jpg

Foto: babycenter.com

Pengobatan demam berdarah saat hamil perlu banyak hidrasi, istirahat, dan asupan gizi yang baik.

Biasanya dalam masa perawatan, dokter akan memberikan resep parasetamol dan NSAID untuk menurunkan suhu tubuh yang sedang demam.

Namun, karena sedang dalam kondisi hamil, pastikan ibu hamil mendapatkan obat-obatan yang dianjurkan dokter.

Dalam beberapa kasus, kemungkinan dosis obat dapat diturunkan.

Selain perawatan oleh dokter, ibu hamil juga dapat melakukan perawatan alami untuk menurunkan demam dan meningkatkan kekebalan tubuh seperti menyeka dengan kain dingin.

Mengoleskan pasta cendana juga berfungsi sebagai obat yang sangat baik untuk DBD.

Untuk mengurangi dehidrasi dan menjaga tingkat cairan embrionik, ibu hamil sebaiknya minum air putih yang banyak dan jus buah segar.

Kemudian ibu hamil yang sedang mengalami DBD perlu memantau tekanan darah dan jumlah trombosit dibantu oleh dokter.

Ibu hamil yang mengalami pendarahan berlebih, kemungkinan memerlukan transfusi darah.

Bila kondisi parah, ibu hamil akan diberikan oksigen dan cairan intravena.

Untuk melindungi diri dari serangan DBD, Moms perlu menjaga lingkungan dan sekitar rumah tetap bersih dan higienis.

Moms perlu membersihkan semua genangan air, membalikan ember dan gayung setelah digunakan.

Kemudian Moms juga perlu menggunakan pakaian berwarna cerah yang longgar serta berlengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

Gunakan anti nyamuk seperti lotion, spray, dan yang lainnya.

Baca Juga: Masuk Musim Penghujan, Ini Cara Mencegah DBD pada Anak

Artikel Terkait