TRIMESTER 3
27 Juli 2020

Ibu Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan, Amankah?

Moms tidak dianjurkan memilih freebirth
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Melahirkan adalah suatu proses yang penting bagi banyak orang. Biasanya sebelum hari kelahiran tiba, Moms akan memilih rumah sakit tempat melahirkan yang tepat agar bisa melahirkan dengan nyaman.

Namun ada beberapa Moms yang lebih memilih untuk tidak melahirkan di rumah sakit, melainkan melahirkan sendiri di rumah.

Ketika seorang wanita memilih untuk melahirkan sendiri di rumah atau di tempat lain tanpa bantuan seorang profesional kesehatan, hal ini dikenal juga dengan nama Freebirth.

Tidak ada definisi khusus tentang freebirth ini, tetapi secara garis besar, seorang wanita bebas ketika dia dengan sengaja melahirkan bayinya tanpa bantuan atau kehadiran bidan dan dokter.

Beberapa wanita lebih suka menggunakan istilah 'persalinan tanpa bantuan' atau Unassisted Childbirth untuk menggambarkan hal ini.

Baca Juga: Hamil Tua? Kenali Tanda-tanda Mau Melahirkan Ini

Namun ibu yang melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan berbeda dari situasi di mana seorang ibu melahirkan tanpa dukungan medis yang tidak disengaja ya Moms.

Ada juga persalinan karena ibu yang melahirkan sebelum bidan bisa sampai di sana. Jika terjadi hal ini, maka digolongkan sebagai Born Before Arrival (BBA).

Di Amerika, melahirkan tanpa bantuan adalah hal yang sepenuhnya legal untuk dilakukan, tetapi ada banyak pengalaman pengalaman yang dibagikan karena melahirkan dengan cara ini, baik itu buruk atau baik.

Moms mungkin ingin mengetahui beberapa informasi mengenai melahirkan sendiri di rumah. Jika Moms ingin tahu metode ini aman atau tidak, simak penjelasannya di bawah ini yuk, Moms.

Amankah Ibu Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan?

ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan

Foto: Orami Photo Stock

Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan adalah praktik yang masih jarang kita temui di Indonesia, namun cara melahirkan seperti ini sudah sangat populer di Amerika Serikat.

Banyak blog dan video viral, yang membagikan banyak manfaat dari melahirkan di rumah atau bahkan di alam liar. Sayangnya, kepercayaan itu tidak didasari dengan penjelasan ilmiah yang lebih lanjut.

Dikutip dari Thedailybeast.com, Profesor Obstetri dan Ginekologi New York University School of Medicine Bruce Young mengatakan, ibu yang melahirkan di rumah rata-rata bisa mengharapkan kelahiran rumah berjalan lancar sekitar 80 persen.

Baca Juga: Ketahui Mengenai Metode Lamaze Saat Melahirkan yang Bisa Meringankan Rasa Sakit

Tetapi sebanyak 20 persen lainnya kemungkinan akan berisiko terjadi komplikasi yang mengancam jiwa untuk ibu atau anak.

Namun di Indonesia sendiri, melahirkan sendiri di rumah masih ditentang dalam dunia kedokteran karena sangat berbahaya.

Bahkan bagi calon ibu yang sehat dan berisiko rendah sekalipun, kemungkinan kematian bayi tetap ada. Tanpa penanganan yang tepat, detak jantung bayi dapat mendadak menurun drastis saat keluar dari tubuh ibunya.

Menurut Dr. Budihardja Singgih, Senior Government Advisor dari USAID Jalin, sesuai kebijakan Kemenkes (Kementerian Kesehatan), semua persalinan harus dilakukan di rumah sakit atau minimal fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas. Jadi kalau ada komplikasi, bisa segera dirujuk ke rumah sakit.

Risiko Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan

ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa risiko yang mungkin dapat terjadi pada Moms yang mencoba melahirkan sendiri tanpa bantuan medis adalah sebagai berikut.

1. Perdarahan Postpartum

Jika Moms melahirkan sendiri di rumah, maka berisiko mengalami perdarahan.

Hal ini tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikontrol agar kehilangan darah tidak mencapai jumlah yang membahayakan nyawa ibu dan bayi.

Kontrol perdarahan setelah persalinan dilakukan oleh tenaga penolong dengan mengevaluasi adanya trauma pada jalan lahir dan pemberian obat untuk memperkuat kontraksi uterus.

Selain itu, retensi plasenta, yaitu kondisi plasenta yang tidak dapat dikeluarkan atau tersisa sebagian di dalam rahim, juga bisa menyebabkan perdarahan tidak berhenti.

Baca Juga: Tips Mengatasi Postpartum Depression Ala Angkie Yudistia

Kondisi ibu melahirkan tanpa bantuan ini sangat berbahaya karena ibu tidak dapat melakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan perdarahan.

Kehilangan banyak darah bisa menyebabkan Moms kehilangan nyawanya.

2. Gawat Janin

Gawat janin merupakan hal selanjutnya yang bisa terjadi yang mengancam nyawa Si Kecil. Risikonya, Si Kecil nyawanya tidak akan bisa diselamatkan.

kekurangan oksigen juga bisa menyebabkan gawat janin. Kondisi lainnya adalah anemia pada ibu, hipertensi dalam kehamilan, serta cairan ketuban yang kurang dan bercampur dengan mekonium.

Lilitan tali pusar pada bayi juga bisa membuat bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Makanya Moms harus berhati-hati jika melahirkan tanpa bantuan janin.

3. Proses Persalinan yang Memanjang

Persalinan yang panjang ini terjadi apabila ibu melahirkan dalam jangka waktu yang lebih lama dari jangka waktu normal biasanya.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kemajuan dalam bukaan persalinan.

Seorang ibu akan dikatakan mengalami persalinan memanjang apabila proses persalinan berlangsung lebih dari 20 jam pada kelahiran pertama dan lebih dari 14 jam pada kelahiran berikutnya.

Saat melahirkan sendiri, Moms tidak mengetahui ukuran bayi dan besaran panggul yang merupakan jalan lahir bayi.

Kedua hal ini penting dalam menentukan apakah bayi dapat dilahirkan secara normal atau tidak.

Bayi yang terlalu besar atau panggul yang sempit menyebabkan bayi tidak dapat lahir dan membahayakan calon bayi nantinya.

Baca Juga: 3 Persiapan Mental yang Wajib Moms Siapkan Sebelum Proses Persalinan

Jika terjadi proses persalinan yang memanjang dan tidak ada penolong untuk membantu kita, maka Moms akan semakin takut dan stres menghadapi persalinan sendiri.

Upaya mendorong bayi keluar yang sebelumnya juga akan menyebabkan ibu hamil kelelahan dan tidak dapat memberikan tenaga yang optimal.

Mencegah Risiko Melahirkan Sendiri di Rumah

ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mencegah berbagai risiko berbahaya yang bisa timbul akibat Moms yang melahirkan di rumah, bisa meminta bantuan seorang doula.

Menurut American Pregnancy Association doula berarti pelayanan wanita.

Doula adalah seorang praktisi non medis yang telah melakukan pelatihan secara profesional dalam membantu persalinan ibu hamil.

Seorang doula akan mendampingi ibu hamil dan mendukungnya secara emosional, fisik, dan juga edukasi pada pasangan suami istri untuk menyambut kelahiran buah hati.

Mereka akan membantu ibu hamil mendapatkan pengalaman bersalin yang aman, berkesan, nyaman, lancar, dan minim rasa sakit.

Namun Moms perlu ingat, bahwa doula tidak bisa menggantikan posisi seorang dokter kandungan atau bidan yang membantu proses persalinan. Seorang doula tugasnya hanya sebagai asisten saja.

Menurut sebuah penelitian, doula memberikan manfaat baik saat persalinan seperti mempersingkat waktu kelahiran, mengurangi komplikasi saat persalinan, mengurangi rasa sakit saat melahirkan secara vaginal, mengurangi pemakaian alat bantu kelahiran, mengurangi stres saat proses persalinan, juga membantu melakukan proses kelahiran normal tanpa caesar.

Baca Juga: Gundah Usai Melahirkan? Yuk Kelola Stresnya, Moms!

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa Moms sedang berada dalam kondisi yang baik.

Menurut American Pregnancy Association, Moms boleh bersalin di rumah dengan syarat:

  • Ibu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki risiko komplikasi.
  • Moms berniat untuk mengurangi atau bahkan menghindari episiotomi, epidural, atau intervensi lainnya.
  • Tidak pernah melahirkan caesar atau persalinan prematur sebelumnya.
  • Ingin bisa melahirkan dengan posisi yang paling nyaman.
  • Merasa lebih nyaman dan tenang jika melahirkan di rumah.

Ini artinya, metode melahirkan di rumah ini tidak boleh dilakukan bagi Moms yang memiliki risiko diabetes, preeklampsia, atau kondisi medis lainnya yang berisiko tinggi. Jadi berhati-hati ya Moms.

Artikel Terkait