TRIMESTER 2
5 Oktober 2020

ISK pada Ibu Hamil, Begini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Jangan sepelekan ISK saat hamil ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, pasti pernah mendengar tentang infeksi saluran kemih (ISK), ya? Gangguan kesehatan ini terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui lubang kencing.

ISK bisa terjadi pada siapa saja, tapi nyatanya penyakit ini lebih rentan menyerang wanita. Alasannya karena anatomi tubuh wanita memudahkan bakteri dari vagina atau daerah anus masuk ke saluran kemih.

Ada beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko terkena ISK seperti tidak menyeka area kemaluan dari arah depan ke belakang dengan tidak bersih.

Selain itu, tidak buang air kecil sehabis melakukan hubungan intim juga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih.

Faktanya, penyakit ini juga bisa terjadi pada Moms yang saat ini sedang hamil. Menurut American Academy of Family Physicians, risiko infeksi saluran kemih sangat tinggi saat hamil, dan biasa dimulai pada minggu keenam, lalu makin parah pada minggu 22 sampai 24.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pemicu Infeksi Saluran Kemih (ISK), Jangan Dilakukan Lagi ya!

Dalam jurnal Urinary Tract Infection In Pregnancy, ISK adalah penyebab umum infeksi serius pada wanita hamil. Dalam satu penelitian, 3,5% dari penerimaan antepartum disebabkan oleh ISK.

Penyebab ISK Saat Hamil

infeksi saluran kemih saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab utamanya dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang dialami saat hamil, hal ini diungkapkan oleh Dr. Myra J. Wick, dokter spesialis kandungan di Rochester.

“Perubahan hormonal menjadi tempat yang ideal untuk bakteri E. coli untuk berkembang. Seperti yang diketahui, bakteri ini menjadi penyebab dari infeksi saluran kemih,” ujar dr. Myra.

Seperti yang Moms ketahui, kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita termasuk dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Perubahan hormonal dan mekanis dapat meningkatkan aliran urin tidak lancar (stasis urin) dan aliran urin kembali dari kandung kemih ke ureter (refluks vesiko ureter).

Adanya perubahan ini, ditambah dengan kondisi uretra wanita yang pendek (sekitar 3-4 sentimeter) dan kesulitan menjaga higienitas organ berkemih karena perut ibu hamil yang buncit, menjadikan ISK sebagai infeksi bakteri yang paling umum terjadi selama kehamilan.

Peningkatan progesteron juga menyebabkan otot-otot yang melapisi uretra pembuat urine menjadi relaks sehingga memungkinkan bakteri naik ke kandung kemih.

“Rahim yang semakin membesar dapat mencegah Moms mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil, dan ini meninggalkan genangan air tempat bakteri dapat berkembang biak,” lanjutnya.

Infeksi saluran kemih sering terjadi saat masa kehamilan karena janin yang tumbuh memberikan tekanan pada kandung kemih.

Kemudian, kondisi ini bisa membuat bakteri terjebak dan akhirnya berkembang biak yang mengakibatkan peradangan.

Penyebab lainnya karena tingkat hormon progesteron yang lebih tinggi selama hamil dan hal ini menurunkan otot ureter, yang akhirnya mengakibatkan pelebaran rahim, dan melambatkan aliran urine.

Baca Juga: Sempat Dialami Irish Bella, Ini Bahaya Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Penyebab lain dari ISK pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

  • Aktivitas seksual. Seks selama kehamilan sehat (kecuali jika dokter tidak menyarankannya). Akan tetapi ada sisi negatifnya juga, yaitu berpotensi menyebabkan ISK, karena bakteri di dekat vagina (termasuk E. coli) dapat didorong ke dalam uretra selama berhubungan. Jari, penis pasangan kita, atau perangkat dapat memindahkan bakteri di dekat vagina ke dalam uretra kita. Oleh karena itu penting untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks untuk memindahkan bakteri itu keluar. Membilas area tersebut di kamar mandi setelahnya juga membantu mencegah ISK.
  • Streptokokus grup B. Banyak wanita memiliki bakteri ini di usus besar dan vagina mereka. Ini dapat menyebabkan ISK dan wanita dapat menularkannya ke bayi mereka yang baru lahir. Dokter akan menguji Moms untuk bakteri ini sekitar minggu ke 36 hingga 37 kehamilan. Jika hasilnya positif menderita strep grup B, dokter akan memberi kita antibiotik IV selama persalinan.

Ada juga beberapa faktor risiko yang kurang dapat dihindari. Jika salah satu dari ini hal ini terjadi pada Moms, pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter sehingga Moms dapat dimonitor secara ketat untuk tanda-tanda infeksi:

  • Riwayat ISK berulang
  • Diabetes ibu hamil
  • Memiliki beberapa anak
  • Kegemukan
  • Aktif secara seksual
  • Penyakit anemia sel sabit
  • Operasi saluran kemih sebelumnya
  • Kerusakan saraf yang mengontrol kandung kemih karena penyakit Parkinson, multiple sclerosis atau cedera fisik

Bahaya ISK pada Ibu Hamil

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ISK kerap terjadi pada ibu hamil, sebaiknya jangan anggap sepele kondisi ini. ISK yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi infeksi ginjal.

Jika terjadi infeksi pada saluran kemih saat kehamilan, segera kunjungi dokter kandungan dan lakukan diagnosis yang tepat. Biasanya pengobatan memakai antibiotik akan diresepkan.

Infeksi pada ginjal dapat berakibat serius dan bisa menyebabkan komplikasi, seperti infeksi dalam aliran darah yang cepat menyebar ke organ lain, pneumonia, hingga berisiko sebabkan persalinan prematur,” ujar Dr. Michele Hakakha, dokter kandungan dan ginekolog di Los Angeles.

Bakteriuria atau bakteri dalam urin yang tidak diobati selama kehamilan dapat meningkatkan berbagai risiko bagi janin dan ibu, termasuk pielonefritis, yaitu infeksi yang menyerang ginjal, dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bahkan parahnya mengakibatkan gagal ginjal. Bisa juga menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan peningkatan kematian perinatal.

Bakteriuria asimtomatik adalah kondisi adanya sejumlah bakteri pada spesimen urin yang diperoleh dari individu yang tidak menunjukkan gejala infeksi saluran kemih (ISK) .

Sistem kekebalan tubuh ibu hamil biasanya lebih rentan, kerap terjadi immunocompromised karena perubahan fisiologis yang terkait dengan kehamilan.

"Perubahan ini meningkatkan risiko komplikasi infeksi serius dari infeksi saluran kemih yang bergejala dan tidak bergejala, bahkan pada wanita hamil yang sehat," jelas dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Dokter Spesialis Bedah Urologi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

ISK pada ibu hamil yang tidak diobati juga bisa menjadi faktor risiko sistitis/ISK akut sebesar 40 persen.

Menurut dr. Ima, berbagai bahaya akibat ISK pada ibu hamil ini biasanya terjadi pada awal kehamilan.

Faktor risiko termasuk kejadian ISK sebelumnya, diabetes yang sudah ada sebelumnya, meningkatnya jumlah kelahiran bayi hidup (paritas) sebelumnya, dan status sosial ekonomi rendah.

Baca Juga: Setiap Buang Air Kecil Terasa Sakit, Hati-Hati Terkena Infeksi Saluran Kemih!

Gejala ISK saat Hamil

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sebaiknya Moms waspada karena seorang ibu hamil yang pernah mengalami ISK pada kehamilan pertama, bisa berulang pada kehamilan berikutnya.

Begitu juga dengan wanita yang sudah pernah mengidap ISK sebelum hamil, maka risiko semakin tinggi untuk mengalaminya ketika hamil.

Dilansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, gejala-gejala yang bisa terjadi saat mengalami ISK saat kehamilan, yaitu:

  • Buang air kecil terasa sangat menyakit bahkan seperti terbakar;
  • Urine berwarna keruh atau terdapat noda darah;
  • Nyeri pada area panggul atau punggung bagian bawah;
  • Sering buang air kecil;
  • Demam yang dibarengi mual atau muntah;
  • Tubuh mudah merasa kelelahan dan gemetar.

Cara Mengatasi ISK pada Ibu Hamil

ISK pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Moms berpikir mungkin menderita ISK? Cara biasa untuk mendiagnosisnya, baik selama kehamilan atau tidak, adalah kultur urin.

Kebanyakan dokter akan meminta sampel, di mana Moms buang air kecil ke dalam cangkir di tengah aliran setelah menyeka area luar vagina dengan hati-hati.

Jika Moms didiagnosis menderita ISK, kemungkinan besar dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk kehamilan selama tujuh hingga 14 hari untuk membasmi semua bakteri.

Antibiotik oral (berupa tablet, kapsul) adalah pengobatan pilihan untuk bakteriuria asimtomatik dan sistitis.

Pengobatan standar untuk pielonefritis adalah perawatan di rumah sakit dan antibiotik intravena melalui injeksi atau infus.

"Profilaksis antibiotik diindikasikan dalam beberapa kasus. Pasien yang dirawat selama tiga atau lebih episode sistitis atau satu episode pielonefritis selama kehamilan harus dilanjutkan dengan antibiotik profilaksis harian, yaitu antibiotik yang diminum sebelum proses persalinan berlangsung, selama kehamilan mereka," ungkap dr. Ima.

Baca Juga: Balita Sakit Flu, Perlukah Minum Antibiotik?

Jika infeksi telah mencapai ginjal kita, dokter mungkin menyarankan untuk tinggal di rumah sakit, di mana kita dapat menerima antibiotik IV.

Meskipun secara umum diobati dengan antibiotik, ada juga banyak pengobatan rumahan yang tersedia yang membantu mengobatinya dan mencegahnya kambuh kembali.

Beberapa cara yang bisa Moms lakukan adalah sebagai berikut.

1. Minum Banyak Cairan

Status hidrasi telah dikaitkan dengan risiko infeksi saluran kemih. Menurut jurnal Mild Dehydration: A Risk Factor of Urinary Tract Infection? ini karena buang air kecil secara teratur dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih untuk mencegah infeksi.

Satu studi memeriksa peserta dengan kateter kemih jangka panjang dan menemukan bahwa keluaran urin yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan ISK.

Ada juga penelitian yang mengamati 141 anak perempuan dan menunjukkan bahwa asupan cairan yang rendah dan jarang buang air kecil sama-sama terkait dengan ISK berulang.

Untuk tetap terhidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil, yang terbaik adalah minum air sepanjang hari dan selalu saat kita haus.

2. Harus Sering Buang Air Kecil

Saat hamil, Moms harus sering buang air kecil agar bakteri tidak tumbuh di dalam kandung kemih.

Jika seseorang menahan kencing untuk waktu yang lama, bakteri dapat berkembang biak di saluran kemih, menyebabkan infeksi.

Tetapi jika Moms sering buang air kecil, itu akan menekan bakteri dan membantu mengeluarkannya dari kandung kemih kita.

Jadi sering-seringlah untuk buang air kecil dan cegah serta obati ISK ya Moms.

3. Konsumsi Probiotik

Probiotik mendukung flora tubuh manusia yang digunakan sebagai pertahanan tubuh.

Mereka mempromosikan keseimbangan bakteri yang sehat di usus (menjaganya bebas dari bakteri berbahaya).

Makanan fermentasi seperti kimchi, yoghurt probiotik, dan keju mentah adalah beberapa makanan probiotik yang paling sehat.

Ibu hamil yang mengonsumsi makanan tersebut dapat membantu memulihkan kandungan bakteri tubuh mereka tanpa menyebabkan penyakit apa pun.

Baca Juga: Probiotik Untuk Bayi: Kapan Diperkenalkan dan Apa Manfaatnya?

4. Minum Jus Cranberry

Minum jus cranberry tanpa pemanis adalah salah satu solusi terbaik untuk ISK pada ibu hamil.

Cranberry membantu mencegah ISK memasuki saluran kemih dan dengan demikian mencegah infeksi.

Jus cranberry juga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang mungkin menyebabkan infeksi.

5. Gunakan Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh dikenal dengan khasiat antimikroba, antivirus, dan antijamur.

Sifat anti bakteri dari minyak cengkih membantu membunuh E.coli dan mencegah kemungkinan ISK.

Aplikasi minyak cengkeh secara topikal dapat membantu mencegah infeksi urogenital.

Namun, penggunaan minyak cengkeh juga bisa mengakibatkan beberapa reaksi merugikan pada tubuh.

Oleh karena itu, disarankan agar Moms menggunakannya hanya setelah berkonsultasi dengan dokter dan di bawah pengawasan dokter ya Moms.

7. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Meningkatkan asupan vitamin C Moms dapat mengurangi kemungkinan E. coli dan mencegah infeksi saluran kemih.

Vitamin C dipercaya dapat meningkatkan tingkat keasaman urin, yang membunuh bakteri penyebab infeksi. Ini juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Moms bisa makan buah dan sayuran yang kaya vitamin C. Paprika merah, jeruk, dan kiwi merupakan sumber vitamin C yang baik.

Sertakan dalam menu makanan kita setelah berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi.

Mencegah ISK pada Ibu Hamil

ISK pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa tips di bawah ini dapat membantu Moms untuk mencegah infeksi saluran kemih selama kehamilan.

Meskipun Moms mengalami infeksi saluran kemih, dapat mengikuti cara-cara berikut ini untuk mencegahnya agar tidak memburuk.

1. Tetap Terhidrasi dengan Baik

Usahakan minum cukup air setiap hari; peningkatan waktu mandi membantu mengeluarkan bakteri dari uretra juga lho, Moms.

2. Kenakan Pakaian yang Longgar

Kenakan pakaian yang ringan dan longgar serta pakaian dalam untuk memungkinkan udara lewat dan menjaga uretra tetap kering.

Selain itu, seka diri Moms dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk memastikan bakteri tidak masuk ke uretra ya.

Baca Juga: 8 Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan

3. Kenakan Pakaian dalam Berbahan Katun

Ini akan membantu menjaga area tersebut untuk tetap kering, karena bakteri berkembang biak dalam kelembapan.

Lewati celana dalam saat kita tidur, setidaknya terkadang jika Moms bisa, untuk membiarkan area tersebut keluar udara.

4. Makan Makanan Sehat

Makan makanan yang sehat dan jalani gaya hidup sehat juga menjadi salah satu cara untuk mencegah ISK pada ibu hamil.

Konsultasikan dengan dokter dan tanyakan apa yang bisa Moms makan selama kehamilan. Hindari makan makanan tidak sehat dengan cara apa pun ya Moms.

5. Hindari Menggunakan Produk Kebersihan Feminin

Jangan gunakan produk, bedak, atau douche berpewangi karena dapat mengiritasi area yang sudah rentan dan memperburuk kondisi, termasuk bagian kelamin kita. Jadi dihindari ya, Moms.

6. Hindari Menggunakan Spermisida

Gunakan kondom berpelumas yang tidak memiliki kandungan spermisida.

Insiden ISK tinggi di antara wanita yang aktif secara seksual. Jadi jika Moms berhubungan seks dengan suami nantinya, berhati-hati ya.

7. Gunakan Pelumas

Gunakan pelumas saat berhubungan seks dengan pasangan Moms ketika hamil, karena gesekan berlebih saat berhubungan seks dapat menyebabkan trauma mikro pada mukosa uretra dan memfasilitasi kenaikan bakteri.

8. Obati Infeksi Vagina

Obati infeksi vagina secara efektif karena infeksi vagina yang terjadi bersamaan sering kali memicu infeksi saluran kemih.

Jadi, jika Moms mengalami infeksi vagina, lakukan perawatan tepat waktu dan turunkan kemungkinan kita terkena ISK.

Baca Juga: Infeksi Vagina Saat Hamil, Apakah Berdampak pada Janin?

9. Sering Buang Air Kecil

Moms mungkin merasa seperti ingin buang air kecil setiap lima menit, tetapi penting untuk tidak menahan kencing ya Moms.

Segera setelah Moms merasa ingin untuk pergi buang air kecil, jangan ditunda.

Pastikan untuk mengeluarkan urin kita sepenuhnya juga. Sebelum tidur di malam hari, kosongkan kandung kemih kita lagi.

10. Praktikkan Kebersihan yang Baik

Jaga perineum kita dengan sangat bersih dan bebas iritasi dengan membilas bagian luar setiap kali mandi.

Sebaiknya Moms juga mencuci area tersebut dan mengosongkan kandung kemih kita sebelum dan sesudah berhubungan seks ya.

Jadi, sebaiknya ketika Moms mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Artikel Terkait