TRIMESTER 2
23 November 2019

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Jangan sepelekan infeksi saluran kemih saat hamil karena bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, pasti pernah mendengar tentang infeksi saluran kemih (ISK), ya? Gangguan kesehatan ini terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui lubang kencing.

ISK bisa terjadi pada siapa saja, tapi nyatanya penyakit ini lebih rentan menyerang wanita.

Alasannya karena anatomi tubuh wanita memudahkan bakteri dari vagina atau daerah anus masuk ke saluran kemih.

Ada beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko terkena ISK seperti tidak menyeka area kemaluan dari arah depan ke belakang dengan tidak bersih.

Selain itu, tidak buang air kecil sehabis melakukan hubungan intim juga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih.

Faktanya, penyakit ini juga bisa terjadi pada Moms yang saat ini sedang hamil. Menurut American Academy of Family Physicians, risiko infeksi saluran kemih sangat tinggi saat hamil, dan biasa dimulai pada minggu keenam, lalu makin parah pada minggu 22 sampai 24.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pemicu Infeksi Saluran Kemih (ISK), Jangan Dilakukan Lagi ya!

Penyebab Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

infeksi saluran kemih saat hamil

Penyebab utamanya dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang dialami saat hamil, hal ini diungkapkan oleh Dr. Myra J. Wick, dokter spesialis kandungan di Rochester.

“Perubahan hormonal menjadi tempat yang ideal untuk bakteri E. coli untuk berkembang. Seperti yang diketahui, bakteri ini menjadi penyebab dari infeksi saluran kemih,” ujar dr. Myra.

Peningkatan progesteron menyebabkan otot-otot yang melapisi uretra pembuat urine menjadi relaks sehingga memungkinkan bakteri naik ke kandung kemih.

“Rahim yang semakin membesar dapat mencegah Moms mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil, dan ini meninggalkan genangan air tempat bakteri dapat berkembang biak,” lanjutnya.

Infeksi saluran kemih sering terjadi saat masa kehamilan karena janin yang tumbuh memberikan tekanan pada kandung kemih.

Kemudian, kondisi ini bisa membuat bakteri terjebak dan akhirnya berkembang biak yang mengakibatkan peradangan.

Penyebab lainnya karena tingkat hormon progesteron yang lebih tinggi selama hamil dan hal ini menurunkan otot ureter, yang akhirnya mengakibatkan pelebaran rahim, dan melambatkan aliran urine.

Baca Juga: Sempat Dialami Irish Bella, Ini Bahaya Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Meskipun ISK kerap terjadi pada ibu hamil, sebaiknya jangan anggap sepele kondisi ini. ISK yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi infeksi ginjal.

Jika terjadi infeksi pada saluran kemih saat kehamilan, segera kunjungi dokter kandungan dan lakukan diagnosis yang tepat. Biasanya pengobatan memakai antibiotik akan diresepkan.

“Infeksi pada ginjal dapat berakibat serius dan bisa menyebabkan komplikasi, seperti infeksi dalam aliran darah yang cepat menyebar ke organ lain, pneumonia, hingga berisiko sebabkan persalinan prematur,” ujar Dr. Michele Hakakha, dokter kandungan dan ginekolog di Los Angeles.

ISK yang tidak segera diatasi juga dapat menyebabkan pielonefritis yang mengancam jiwa bagi ibu dan janin yang sedang dikandung.

Pielonefritis adalah infeksi yang menyerang ginjal, dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bahkan parahnya mengakibatkan gagal ginjal.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Sebaiknya Moms waspada karena seorang ibu hamil yang pernah mengalami ISK pada kehamilan pertama, bisa berulang pada kehamilan berikutnya.

Begitu juga dengan wanita yang sudah pernah mengidap ISK sebelum hamil, maka risiko semakin tinggi untuk mengalaminya ketika hamil.

Dilansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, gejala-gejala yang bisa terjadi saat mengalami ISK saat kehamilan, yaitu:

  • Buang air kecil terasa sangat menyakit bahkan seperti terbakar;
  • Urine berwarna keruh atau terdapat noda darah;
  • Nyeri pada area panggul atau punggung bagian bawah;
  • Sering buang air kecil;
  • Demam yang dibarengi mual atau muntah;
  • Tubuh mudah merasa kelelahan dan gemetar.

Baca Juga: Setiap Buang Air Kecil Terasa Sakit, Hati-Hati Terkena Infeksi Saluran Kemih!

Jadi, sebaiknya ketika Moms mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

(DG)

Artikel Terkait