FASHION & BEAUTY
5 November 2019

Bahaya Kandungan SLS pada Produk Perawatan Kulit

SLS biasa ditemui di skincare, sabun, sampo, juga pasta gigi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apa Moms pernah mendengar istilah SLS? SLS atau sodium lauryl sulfate adalah bahan yang sering terkandung di dalam produk perawatan tubuh, seperti pasta gigi, sampo, sabun, juga skincare.

SLS dikenal sebagai bahan skincare yang bisa membuat kulit iritasi dan kering, makanya sekarang sudah banyak produk perawatan kulit yang tidak mengandung SLS.

“Fungsi SLS adalah sebagai surfaktan. Mereka menarik air dan memecah minyak, sehingga membantu proses pembersihan. Sulfat yang biasa digunakan dalam skincare adalah SLS, sodium dodecyl sulfate, dan sodium laureth sulfate (SLES),” jelas ahli kecantikan kulit, Dr. Anita Sturnham.

Baca Juga: Kulit Kering? Atasi dengan 5 Masker Wajah Alami Ini!

Bahaya Kandungan SLS pada Kulit

applying hand lotion

World Health Organization (WHO) dan International Labour Organization (ILO) menglasifikasi SLS sebagai bahan berbahaya. Untuk kulit, SLS bisa memicu iritasi kulit. Tapi, seberapa jauh SLS berbahaya untuk kulit?

Dr. Anita menjelaskan bahwa SLS dapat membuat kulit kering, sensitif, kering, mengelupas, kesat, dan seperti ditarik.

Rasa kesat dan tertarik itu diakibatkan minyak alami kulit yang hilang setelah menggunakan produk dengan SLS. Hal ini akan diperparah jika Moms memiliki kondisi kulit khusus seperti eksim dan jerawat.

“SLS bisa menyebabkan iritasi. Sabun muka dengan SLS memperparah kondisi pasien saya yang mengalami masalah jerawat, rosacea, dan kondisi kulit inflamasi lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya ada di skincare, SLS di dalam pasta gigi dan sampo juga berbahaya. Pada produk perawatan rambut, SLS membuat helaian rambut jadi sangat kering dan gampang patah, juga dengan cepat melunturkan warna rambut. Begitu juga pada pasta gigi.

“Beberapa produk perawatan gigi dapat menimbulkan iritasi di dalam mulut, sehingga bisa menimbulkan masalah gusi dan sariawan. Kalau Anda sering mengalami sariawan, saya menyarankan untuk menghindari SLS dan alkohol dalam pasta gigi,” terang dokter gigi sekaligus pemilik Smile Design By Ash, Ashish Parmar.

Itulah bahaya kandungan SLS yang mungkin akan dialami.

Baca Juga: Berbahaya Bagi Kulit, Hindari 4 Bahan Ini Dalam Produk Skincare

Apakah SLES Lebih Aman?

Bahan Skincare yang Cocok Untuk Melembapkan Kulit Kering

Karena bahaya kandungan SLS tersebut, banyak yang bilang kalau sodium laureth sulfate (SLES) adalah bahan yang lebih baik dari SLS, tapi memiliki fungsi yang sama.

Tapi ternyata tidak seperti itu, Moms, sebab kedua bahan tersebut memiliki efek iritasi, sehingga lebih baik hindari SLS dan SLES.

“Mengganti SLS ke SLES tidak menyelesaikan masalah. Meskipun tidak sekeras SLS, SLES melalui proses yang disebut ethoxylation, yang kemungkinan besar terkontaminasi dengan 1-4 dioxane, yakni zat beracun,” ujar Imelda Burke, ahli skincare organik.

Bahan Pengganti SLS

perawatan kulit.jpg

Tenang saja Moms, SLS bisa tergantikan kok, yang penting kita harus lebih teliti dalam melihat berbagai komposisi di kemasan produk perawatan. Dengan begitu, bahaya kandungan SLS bisa Moms hindari.

Dr. Anita menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit yang bebas paraben, bebas sulfat, dan tidak mengandung busa.

“Cari sabun bertekstur krim atau gel yang lembut. Juga kaya akan bahan pembersih alami, seperti ekstrak buah-buahan dan minyak alami. Saya sendiri suka wheat germ dan rosehip sebagai bahan pembersih. Bahan-bahan ini lembut di kulit tanpa menghilangkan minyak alami di kulit,” jelasnya.

Selain itu, Moms bisa memilih produk dengan glycerin yang terbuat dari tanaman, serta hyaluronic acid. Hyaluronic acid adalah bahan yang mampu menghidrasi dan melindungi lapisan kulit.

Baca Juga: 4 Bahan Skincare Alami untuk Menghilangkan Flek Hitam

Ternyata, bahaya kandungan SLS bagi kulit memang ada ya Moms. Makanya mulai sekarang coba lebih memerhatikan segala kandungan dalam produk perawatan tubuh serta kulit ya!

Jangan sampai kulit jadi kering dan iritasi karena salah menggunakan produk.

Artikel Terkait