KESEHATAN
1 Juli 2020

Waspada, Ini Bahaya Memencet Jerawat!

Jika sering memencet jerawat, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini, ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Jerawat, menjadi masalah kulit yang umum dialami siapa saja, baik pria maupun wanita.

Jerawat umumnya dapat dialami oleh anak remaja, tapi bukan tidak mungkin Moms juga masih sering mengalaminya.

Pada dasarnya, menurut National Health Service, jerawat muncul karena kelenjar sebaceous yang melumasi rambut dan kulit, menghasilkan terlalu banyak sebum.

Kelebihan sebum ini bercampur dengan sel kulit mati dan keduanya akhirnya menyumbat folikel. Hal ini kemudian yang bisa sebabkan komedo hingga jerawat.

Beberapa jerawat bahkan bisa juga meradang. Meski sudah sering diingatkan, tapi kita masih saja suka gatal untuk memencet jerawat.

Tahukah Moms, kalau ternyata terdapat bahaya di balik kebiasaan menencet jerawat? Mengapa demikian? Ini ulasannya.

Baca Juga: Jerawat di Dagu Tanda PMS, Kok Bisa?

Bahaya Memencet Jerawat

Waspada, Ini Bahaya Memencet Jerawat-1.jpg

Foto: freepik.com

Ketika wajah sedang berjerawat dan jerawat sudah matang, sering Moms tergoda untuk ‘mengeluarkan’ jerawat tersebut dengan memencetnya.

Nyatanya, kebiasaan ini harus Moms hindari karena berbahaya untuk kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) dengan tegas melarang kebiasaan ini dan memencet jerawat hanya bisa dilakukan oleh dokter kulit atau ahli profesional.

AAD mengungkapkan, kebiasaan memencet jerawat terlihat sederhana, tapi dampaknya bisa berbahaya.

Ketika melakukan dengan teknik yang salah, maka bisa membuat bekas jerawat jadi permanen, jerawat semakin meradang, infeksi pada kulit, dan jerawat bisa terasa lebih menyakitkan. Duh, pastinya tidak mau dong, Moms?

“Sederhananya seperti ini, saat menekan jerawat, maka bakteri dan kotoran dari jari akan pindah ke wajah. Hal tersebut menyebabkan jerawat menjadi lebih merah, meradang, bengkak, dan terinfeksi. Bakteri dan minyak yang tersebar itu juga bahkan bisa menyebabkan lebih banyak jerawat,” ungkap Dr. Sejal Shah, dokter kulit bersertifikat dari New York.

Baca Juga: Stres Bisa Bikin Jerawatan, Kok Bisa?

Melihat banyaknya bahaya yang terjadi saat memencet jerawat, sebaiknya jangan coba-coba untuk melakukannya, meskipun keinginan itu begitu besar.

Seringnya, keinginan untuk memencet jerawat itu memang bersifat impulsif. Lantas, adakah cara yang tepat untuk mencegah kebiasaan memencet jerawat?

Ingin Memencet Jerawat? Cegah dengan Cara Ini

Waspada, Ini Bahaya Memencet Jerawat-2.png

Foto: hudabeauty.com

Hal yang harus Moms pikirkan ketika ingin memencet jerawat adalah risiko besar ke depannya.

Sebagian besar kebiasaan memencet jerawat akan membawa pada bekas luka yang sulit diobati.

Akhirnya, Moms harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk menyembuhkan bekas jerawat yang terlalu dalam.

Untuk itu, coba perkaya pengetahuan Moms seputar perawatan kulit untuk mencegah keinginan memencet jerawat.

“Biasanya, ketika sudah punya pengetahuan yang cukup, maka keinginan tersebut akan berkurang. Daripada memencet jerawat, Moms bisa mengoleskan produk dengan asam salisilat dua persen untuk mengeluarkan minyak ekstra dan mengeringkan jerawat. Bisa juga dengan mencoba memakai perban hidrokoloid untuk mencegah diri Moms memencet atau menggaruk wajah,” ungkap Dr. Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis dalam dermatologi di Mount Sinai Hospital.

Baca Juga: Penyebab Jerawat di Leher dan Rahang, Moms Perlu Tahu!

Atau cara lainnya yang bisa Moms lakukan adalah melakukan metode untuk mengalihkannya.

Coba lakukan aktivitas lainnya yang membuat Moms menjauhkan cermin untuk sementara waktu dan menghindari niat memencet jerawat.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keinginan memencet jerawat.

Ingat, Moms, saat kulit berjerawat maka sebaiknya hindari untuk memegang wajah. Kita tidak akan tahu seberapa banyak bakteri yang berada di tangan.

Lebih baik gunakan obat jerawat dan tunggu selama 4 sampai 6 minggu untuk hasil yang maksimal.

Jika jerawat masih meradang, maka tidak ada salahnya Moms untuk memeriksakan ke dokter kulit.

Artikel Terkait