KEHAMILAN
30 Maret 2020

Ini Bahaya Terkena Meningitis saat Hamil, Wajib Tahu!

Meningitis saat hamil dapat menyebabkan komplikasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Meningitis terjadi ketika selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang meradang. Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu gejala-gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Kondisi ini pun dapat terjadi pada ibu hamil yang bisa memengaruhi Si Kecil dalam kandungan. Dilansir dari Mayo Clinic, ada banyak penyebab dari meningitis mulai dari infeksi virus, bakteri, parasite hingga jamur.

Meningitis juga bisa disebabkan oleh factor noninfeksi seperti kanker, SLE (lupus) dan cedera otak. Akan tetapi banyak kasus meningitis pada ibu hamil disebabkan karena infeksi bakteri.

Bahaya Terkena Meningitis saat Hamil

Lalu, apa saja bahaya ibu hamil terkena meningitis yang harus diketahui? Berikut ulasannya.

1. Komplikasi Kehamilan

Ilustrasi bayi prematur

Foto: Ormi Photo Stock

Bahaya meningitis saat hamil yang pertama adalah komplikasi kehamilan. Moms, risiko ibu hamil terkena meningitis yaitu Listeriosis, suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria monocytogenes.

Infeksi listerial selama kehamilan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti keguguran, persalinan prematur, kelahiran mati atau infeksi yang mengancam jiwa Si Kecil yang baru lahir termasuk meningitis.

Ibu hamil dapat mengurangi risiko terkena meningitis listerial dengan menghindari produk makanan mentah.

Baca Juga:Yuk Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Atasi Meningitis!

2. Bayi Rentan Infeksi Serius

Janin

Foto: Ormi Photo Stock

Bahaya meningitis saat hamil yang kedua adalah bayi rentan mengalami infeksi serius. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ketika ibu hamil terkena meningitis listerial maka dapat meneruskan Streptococcus grup B (strep grup B) kepada bayi selama persalinan.

Sehingga bayi baru lahir yang terkena strep grup B dapat mengalami meningitis atau infeksi serius lainnya segera setelah lahir.

Sehingga ada baiknya, Moms berbicara dengan dokter kandungan tentang tes kelompok B saat hamil 36 hingga 37 minggu.

Dokter kandungan akan memberikan antibiotik (selama persalinan) bagi ibu hamil yang dites positif meningitis untuk mencegah infeksi pada bayi baru lahir.

Mencegah Meningitis saat Hamil

American Pregnancy Association menerangkan pencegahan merupakan tindakan terbaik untuk meningitis. Bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi listeria dapat mengikut cara berikut ini:

  • Hindari keju lunak kecuali Moms benar-benar yakin keju telah disiapkan dengan susu pasteurisasi.
  • Hindari semua olesan daging yang didinginkan.
  • Hindari makanan laut asap yang didinginkan
  • Hindari susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Pastikan untuk menghindari kontaminasi silang dari hot dog dan daging deli dengan apa pun di dapu, dan cuci tangan Anda secara menyeluruh setelah menyentuhnya.
  • Pastikan kulkas Anda berada pada suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah setiap saat.
  • Bersihkan lemari es dan dapur Anda secara berkala.

Baca Juga:Vaksin Meningitis saat Hamil, Amankah? Ini Penjelasan Ahli!

Sayangnya, karena meningitis dapat dikaitkan dengan berbagai penyebab, yang terbaik adalah mencari dokter untuk perawatan. Perawatan dapat bervariasi tergantung pada penyebab meningitis Moms.

Untuk meningitis bakteri, sangat penting bahwa dokter memulai pengobatan segera karena infeksi dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan.

Dokter Anda kemungkinan akan mengobati infeksi Anda dengan antibiotik IV dan obat kortison. Saat Moms hamil, mereka harus menentukan antibiotik mana yang terbaik untuk diberikan.

Jika Moms curiga menderita meningitis karena virus, penting juga untuk menghubungi dokter kandungan. Jika meningitis Anda disebabkan oleh herpes atau influenza, mereka mungkin ingin meresepkan obat antivirus.

Artikel Terkait