KESEHATAN
6 April 2020

Bahaya Meracik Hand Sanitizer Sendiri, Bisa Menimbulkan Iritasi Kulit

Dari kulit kering hingga terbakar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat akibat virus corona (COVID-19), permintaan akan bahan kebutuhan untuk mencegah penularan virus corona semakin meningkat, seperti hand sanitizer.

Bahkan karena tingginya permintaan masyarakat akan barang satu ini, mulai terjadi kelangkaan hand sanitizer, termasuk di Indonesia.

Hand sanitizer dianggap sebagai barang penting dan langka, yang membuat beberapa oknum memanfaatkan situasi ini dengan menjualnya pada harga yang tinggi. Alhasil, masyarakat terpaksa melakukan inisiatif dengan membuat hand sanitizer sendiri.

Cara membuat hand sanitizer DIY banyak bermunculan di internet. Bahkan kita bisa dengan mudah mengikuti panduan teknis pembuatan hand sanitizer di YouTube langkah demi langkah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memiliki panduan resmi untuk membuat hand sanitizer. Tapi ini ditujukan untuk masyarakat yang tidak memiliki air bersih atau produk medis lainnya.

Amankah Membuat Hand Sanitizer Sendiri?

membuat hand sanitizer

Foto: Orami Photo Stock

Jika dibuat dengan benar, hand sanitizer buatan sendiri dapat membantu dan bahkan efektif membunuh kuman dan virus. Tetapi jika dibuat dengan tidak benar, bisa sangat berbahaya.

"Saya khawatir orang membuat hand sanitizer sendiri karena akan sulit memastikan bahwa konsentrasinya benar," ungkap Daniel Parker, asisten profesor kesehatan masyarakat di University of California, Irvine.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, agar hand sanitizer bisa berfungsi efektif, maka harus memiliki setidaknya 60% kandungan alkohol.

Namun hand sanitizer yang biasa di jual di toko-toko dan terbukti aman, memiliki kandungan pelembap untuk melawan kerasnya kandungan alkohol pada kulit.

“Jika tidak memasukkan kandungan ini dalam hand sanitizer buatan sendiri, maka bisa timbul risiko melukai tangan,” kata Sally Bloomfield, profesor di London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Bahkan jika terlalu banyak alkohol dan tidak cukup pelembap yang dicampurkan, maka bisa membuat tangan menjadi kering dan menimbulkan iritasi kulit, bahkan bisa terbakar juga lho. Namun terlalu banyak pelembap dalam hand sanitizer juga tidak akan ampuh membunuh mikroba dan virus.

Mencuci Tangan Adalah Cara Terbaik

membuat hand sanitizer

Foto: Orami Photo Stock

Daripada membuat hand sanitizer sendiri yang berisiko melukai kulit kita, cara terbaik untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun.

CDC dan WHO sama-sama sepakat bahwa mencuci tangan merupakan hal terbaik yang dapat kita lakukan sekarang untuk melindungi diri dari sakit, baik dari virus corona dan lainnya.

Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik sesering mungkin. Setelah menggunakan kamar kecil, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan dan kondisi lainnya.

Hindari juga menyentuh wajah seperti bibir, hidung, dan mata dengan tangan yang kotor. Jika menyentuhnya dengan tangan kotor, maka bisa menyebarkan virus dan bakteri di dalam tubuh kita.

Tetapi jika harus menggunakan hand sanitizer, lakukan dengan cara yang tepat.

Baik itu hand sanitizer tipe gel atau semprot, pastikan kedua tangan tertutup, termasuk jari dan bawah kuku, lalu gosok hingga kering. Jika tangan terlihat kotor atau berminyak, pembersih tangan mungkin tidak akan efektif.

Artikel Terkait