KESEHATAN
19 Juni 2019

Bahaya Pewarna dan Pemanis Buatan pada Makanan

Bisa menjadi pemicu penyakit kanker lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline
Disunting oleh Orami

Banyaknya makanan yang beredar di masyarakat, membuat kita tidak tahu apakah makanan tersebut sehat atau tidak jika dikonsumsi oleh tubuh. Kita tidak tahu proses pembuatannya seperti apa dan bahan apa saja yang digunakan dalam makanan.

Terlebih lagi jika makanan yang kita konsumsi, ternyata mengandung pewarna dan pemanis buatan yang memilih efek berbahaya bagi tubuh.

Sebagai orang tua, mungkin kita bisa membedakan mana makanan yang diberi pewarna dan pemanis buatan, mana yang tidak. Namun bagaimana dengan Si Kecil? Tentu belum bisa. Makanya orang tua perlu cermat dalam mengawasi apa saja makanan yang dikonsumsi oleh anak.

Bahaya apa yang mengintai dari pewarna dan pemanis buatan ini? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Amankah Pewarna Makanan Selama Merencanakan Kehamilan?

Bahaya Pewarna Makanan

zat pewarna makanan, zat pewarna sintesis, pemanis buatan

Foto: businessinsightsnews.com

Zat pewarna makanan biasanya digunakan untuk memperindah penampakan makanan-makanan yang disajikan. Memang tidak ada salahnya menggunakan zat pewarna makanan, jikalau bahan yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Contohnya tomat, wortel, kunir, kunyit, daun pandan, daun suji, dan sebagainya. Warna-warna yang dihasilkan dari tanaman tersebut, tentu tidak akan berbahaya karena terbuat dari tumbuhan.

Berbeda ceritanya jika pewarna makanan yang digunakan berasal dari zat aditif yang berbahaya. Tentu saat dikonsumsi oleh manusia, akan menimbulkan gangguan kesehatan dari yang ringan hingga serius, seperti zat pewarna sintesis.

Jika digunakan secara berlebihan dan terus-menerus, pewarna sintesis ini akan menumpuk dalam tubuh, hingga akhirnya merusak fungsi organ tubuh, terutama hati dan ginjal. Hati terpaksa bekerja keras untuk merombak zat tersebut untuk dikeluarkan dari hati, padahal kemampuannya terbatas.

Dari hati, pewarna sintesis ini akan masuk dalam sistem peredaran darah, lalu dibawa ke ginjal. Sama seperti hati, ginjal juga harus bekerja keras untuk mengeluarkan zat berbahaya ini dari dalam tubuh. Jika gagal dikeluarkan, zat pewarna makanan ini akan menyebabkan penyakit kanker.

“Zat pewarna makanan dapat memicu berbagai macam penyakit mulai dari kanker hingga autisme,” kata Joy Dubost, seorang ahli diet dan ilmuwan makanan terdaftar di District of Columbia.

Baca Juga: 8 Pemanis Alami yang Aman Untuk Persiapan Kehamilan

Bahaya Pemanis Buatan

zat pewarna makanan, zat pewarna sintesis, pemanis buatan

Foto: halodoc.com

Sesuai namanya, pemanis buatan ini biasa digunakan sebagai pengganti gula, untuk menambahkan rasa manis pada makanan. Meski terlihat sepele, pemanis buatan justru lebih berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dilansir dari Medical Daily, pemanis buatan dapat menyebabkan obesitas jika dikonsumsi secara terus-menerus oleh tubuh. Bahkan kenaikan berat badan ini akan terjadi dalam jangka panjang, yang berarti terus menetap pada tubuh manusia.

Selain itu, pemanis buatan juga dapat menyebabkan hipertensi, penyakit kardiovaskular, hingga diabetes tipe 2. Penyakit kardiovaskular dan hipertensi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terjadi pada wanita. Sedangkan diabetes tipe 2, bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin dan usia.

American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) juga telah memberikan peringatan untuk berhati-hati terhadap penggunaan pemanis buatan, karena dapat menyebabkan obesitas, sindrom metabolik, diabetes, hingga penyakit jantung.

Sebagai informasi, penyakit diabetes tipe 2 tidak bisa disembuhkan. Namun jika kita mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara efektif supaya kita terhindar dari penyakit ini di kemudian hari.

Baca Juga: Pemanis Buatan untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

Itulah berbagai risiko kesehatan jika kita banyak mengonsumsi pewarna makanan dan pemanis buatan secara berlebihan. Jika tidak mau mengalami hal tersebut, mulailah hentikan konsumsi makanan atau minuman dengan pewarna dan pemanis buatan, salah satunya minuman bersoda.

(AWD/IRN)

Artikel Terkait