BAYI
28 Maret 2020

Waspada! Bahaya Teething Gel untuk Bayi!

Peneliti menemukan adanya kandungan bahaya teething gel untuk bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat bayi tumbuh gigi (teething), rasa tidak nyaman atau sakit sangat mungkin terjadi. Namun Moms bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan bayi saat teething melalui berbagai cara, antara lain: pemberian mainan teething, gel teething, hingga obat pereda rasa nyeri.

Meski dipromosikan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan teething bayi, namun ada beberapa bahan bahaya teething untuk bayi yang perlu diwaspadai.

Tanda Bayi Teething

1 Tanda Bayi Teething.jpg

Foto: Christian Hermann – Unsplash.com

Sebelum mengetahui apa saja bahan-bahan bahaya teething gel untuk bayi, kenali dulu gejala dan kapan biasanya waktu bayi mulai teething.

“Teething terjadi saat gigi mulai tumbuh. Anda mungkin tidak bisa melihatnya secara langsung, tapi dapat dirasakan adanya sedikit tonjolan pada gusi di hari pertama atau kedua saat mulai tumbuh. Itulah saat di mana rasa sakit muncul, yaitu saat gigi tumbuh melalui gusi,” ungkap Dokter anak di Providence Saint John’s Health Center, Santa Monica, California, Jeffrey Bourne, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Biasanya, gigi pertama bayi muncul saat berusia enam bulan, namun bayi dapat mulai teething dari usia enam hingga 13 bulan. Gejala lain teething adalah bayi rewel dan mengeluarkan air liur yang banyak. Munculnya banyak air liur disebabkan karena teething menstimulasi produksi air liur.

Baca Juga: Gara-Gara Teething Gel, Ibu Ini Hampir Kehilangan Bayinya

Bahaya Teething Gel Untuk Bayi

2 Bahaya Teething Gel Untuk Bayi.jpg

Foto: Victoria Borodinova – Pexels.com

Studi dalam British Dental Journal mencoba menemukan bahaya teething gel untuk bayi melalui penelitian terhadap 14 produk teething gel.

Dari kesemua produk tersebut, dua teething gel mengandung sukrosa (jenis gula), enam produk mengandung alkohol, dan enam produk mengandung bahan anastesi yang biasa digunakan untuk membuat jaringan mati rasa, bernama lidocaine.

Menurut Bristish Dental Association, produk yang mengandung sukrosa dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi bayi, terutama karena penggunaan teething gel yang diaplikasikan langsung dan berulang-ulang pada gigi.

Paparan kandungan alkohol juga rentan menyebabkan kualitas tidur bayi menurun, sedangkan lidocaine juga berpotensi bahaya dalam dosis tinggi.

Dikutip dari independent.co.uk, Ketua penelitian yang berasal dari Public Health Wales (PHW), Nigel Monaghan juga menambahkan bahwa sebenarnya hanya ada sedikit bukti bahwa produk teething gel efektif mengurangi ketidaknyamanan teething.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 6 Fakta Teething Alias Tumbuh Gigi pada Bayi

Cara Aman Meredakan Teething

3 Cara Aman Meredakan Teething.jpg

Foto: tookapic – Pixabay.com

Melihat bahaya teething gel untuk bayi, Moms bisa mencarikan pilihan lain dalam membantu mengurangi ketidaknyamanan saat bayi tumbuh gigi. Misalnya dengan pemberian mainan teething atau teething ring.

“Orang tua dapat memasukkan teething ring ke dalam lemari es untuk mendinginkannya. Biasanya ini sangat berguna (mengurangi sakit karena tumbuh gigi),” ungkap Jeffrey Bourne.

Beberapa jenis obat penghilang rasa sakit juga cukup aman digunakan pada bayi yang sedang teething di usia enam bulan atau lebih. Contohnya seperti ibuprofen atau asetaminofen.

Pemberian obat ini dapat dilakukan sebelum waktu tidur, terutama saat bayi sangat rewel dan tidak nyaman saat teething.

Perhatikan dosis aman sesuai berat badan bayi dan ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter sebelum memberikan obat apapun kepada bayi.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menidurkan Bayi yang Sedang Teething

Setelah mengetahui bahaya teething gel untuk bayi, kini Moms perlu mencari opsi terbaik lain yang nyaman untuk bayi, tanpa mengganggu kesehatannya secara menyuluruh.

Artikel Terkait